Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kesalahan Berbahasa pada Teks Eksplanasi Karangan Siswa Kelas VIII MTs Plus Al Bukhori Kabupaten Brebes Khalim, Khalimatussa'diyah; Indrya Mulyaningsih; Itaristanti
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 02 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v3i02.5135

Abstract

The purpose of this study was to describe language errors at the level of spelling, morphology, and sentences in explanatory texts written by class VIII students of MTs Plus Al Bukhori. This type of research is qualitative with a descriptive design. The data collection method used documentation, data validity used theoretical triangulation, and data analysis used the distribution method. The results showed that in the explanatory text there were 152 spelling errors, 5 morphological levels, and 11 syntactical levels. This research is oriented towards the background of language errors, so that it can be used as a reference material for not making similar mistakes and is able to provide linguistic insight. Keywords: explanatory text, morphology, spelling, syntax   Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada tataran ejaan, morfologi, dan kalimat dalam teks eksplanasi yang ditulis oleh siswa kelas VIII MTs Plus Al Bukhori. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, validitas data menggunakan triangulasi teori, dan analisis data menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam teks eksplanasi terdapat 152 kesalahan ejaan, 5 tingkat morfologis, dan 11 tingkat sintaksis. Penelitian ini berorientasi pada latar belakang kesalahan berbahasa, sehingga dapat dijadikan bahan rujukan untuk tidak melakukan kesalahan sejenis dan mampu memberikan wawasan linguistik. Kata kunci: ejaan, morfologi, sintaksis, teks eksplanasi
Pelanggaran Prinsip Kerja SamaPada Acara Anak Sekolah Di Youtube Trans7 Official Sylpia Ayuningrum; Itaristanti; Indrya Mulyaningsih
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/8dmc9n61

Abstract

Pelanggaran pada prinsip kerja sama sering terjadi pada kehidupan sehari-hari, bahkan pada sebuah acara youtube. Salah satunya pada acara Anak Sekolah di Youtube Trans7 Official. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk pelanggaran prinsip kerja sama pada acara Anak Sekolah yang membuat acara tersebut menjadi menyenangkan dan menghibur. Jenis pada penelitian ini yaitu kualitatif. Sumber data pada penelitian ini berupa tiga episode video tayangan acara “Anak Sekolah di Youtube Trans7 Official”. Data pada penelitian ini adalah tuturan percakapan yang dianggap melanggar prinsip kerja sama yang diujarkan oleh para pengisi acara dan bintang tamu dalam acara “Anak Sekolah di Youtube Trans7Official”. Teknik pengumpulan data yakni berupa teknik simak bebas libat cakap. Teknik dalam pengujian kesahihan data ialah ketekunan pengamatan dan triangulasi dengan teori. Hasil analisis data menunjukkan dalam dialog pada acara Anak Sekolah di Youtube Trans7 Official pada tiga episode di atas ditemukan dua puluh enam data tuturan yang melanggar prinsip kerja sama Grice. Pelanggaran tersebut terdiri dari pelanggaran maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Namun, data yang peneliti paling banyak ditemukan yakni pelanggaran maksim kuantitas berjumlah tujuh belas data tuturan. Adapun data yang paling sedikit peneliti temukan ialah pelanggaran maksim cara yaitu sejumlah dua data tuturan. Simpulan dari penelitian ini ialah terdapat empat pelanggaran prinsip kerja sama Grice pada acara Anak Sekolah di Youtube Trans7 Official. Pelanggaran tersebut diantaranya pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relevansi, dan pelanggaran maksim cara
Representation of Religiousness of Grade IX Students of MTs Al-Hidayah Guppi in Writing Short Stories and Its Utilization as an Instrument for Digital-Based Learning Assessment Rahayu, Sri; Indrya Mulyaningsih; Tati Sri Uswati
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090207

Abstract

The study aims to improve students' ability to analyze religious values ​​and intrinsic elements in a collection of short stories written by grade IX students, using the theory of religious values ​​according to Rodney Stark and Charles Y. Glock, and to downstream the results of the analysis into an assessment instrument in the form of Quizizz. Religiosity or religious attitudes in literary works can appear in every element of the literary work. In prose literary works, religiosity can be seen from the depiction of the setting (time, place, objects), plot, story theme, and of course characterization. The research method used is descriptive qualitative. Data in the form of narrative quotes, dialogues and religious values ​​contained in the collection of short stories written by grade IX students. Based on the theory of Rodney Stark and Charles Y. Glock, five types of religious values ​​were found in the collection of short stories written by students. The results of this study indicate that the collection of short story writing of grade IX students found religious belief (belief) with a total of 5 data, religious practice (carrying out obligations) with a total of 25 data, religious feeling (appreciation) with a total of 8 data, religious knowledge (knowledge) with a total of 9 data, and religious effect (behavior) with a total of 10 data. This quiz is expected to improve students' understanding of the contents of short stories that include religious values ​​and students' understanding of intrinsic elements in short stories.