Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Faktor determinan kepatuhan pasien dalam pengobatan hipertensi Mentari, Witri Dewi; Dwidaningrum, Frida; Rizki, Juliana Rahayu Nur; Mentari, Melani Putri
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i2.1389

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan catatan medik di TPMD dr.Hj.Darmiana,M.M. hipertensi termasuk penyakit tertinggi pada kategori penyakit tidak menular, kepatuhan terapi pada pasien hipertensi hal yang penting untuk diperhatikan. Selama tahun 2022 hingga 2023 jumlah kunjungan pengobatan pasien hipertensi menurun sebanyak 1.609 menjadi 1.526 kunjungan. Tujuan penelitian mengetahui gambaran jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia, akses pelayaanan kesehatan, peran tenaga kesehata, kepatuhan serta hubungan antara faktor tersebut.Metode: Deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sample accidental sampling dengan sampel sebanyak 150 pasien hipertensi. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan kuesioner MMAS.Hasil: Terdapat hubungan antara akses pelayanan kesehatan (p=0,045) dan peran tenaga kesehatan (p=0,040) dengan tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi di Faskes TPMD dr.Hj.Darmiana, M.M. Faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan dan usia tidak berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi (p>0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara akses pelayanan kesehatan dan peran petugas kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi. Factor dominan yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi adalah peran petugas kesehatan.
Hubungan persepsi dengan kepuasan pasien JKN terhadap kualitas pelayanan rumah sakit Mentari, Witri Dewi; Gunawan, Indra; Ropii, Ahmad; Mentari, Melani Putri
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.978

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini tentu perlu didukung oleh pelayanan yang optimal agar pengguna jasa rumah sakit merasa puas. Apalagi saat ini, sebagian besar pengguna jasa rumah sakit adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dimana mereka memiliki persepsi bahwa dengan menjadi peserta dan membayar setiap bulannya dengan harapan mereka akan mendapat pelayanan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain correlational. Populasi penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien JKN di RSUD Sumedang yang berjumlah 10.154 orang, dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan dengan rumus Slovin. Hasil: Analisis yang digunakan yaitu univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 62% responden memiliki persepsi yang “baik” dan 67% responden “puas” terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Uji korelasi product moment menunjukkan nilai r sebesar 0.787 yang artinya terdapat hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien peserta JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki persepsi “baik” dan “puas” terhadap pelayanan di RSUD Sumedang. Ada hubungan antara persepsi dengan kepuasan pasien peserta JKN terhadap pelayanan di RSUD Sumedang.
Prevention of Stunting Counselling for Pregnant Mother and Mother with Toddler Mentari, Witri Dewi; Muhammad, Syarif
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3179

Abstract

Stunting is one condition that indicates the height of a toddler is shorter than other toddlers. A large number of stunting cases in Indonesia has become health problems. The prevalence of stunting in Sumedang is 20% and it is still above the high level of WHO standard. At least, 28,1% of toddler in Sumedang is the prevalence of stunting in this district (Dinkes, 2018). In Jayamekar Village, Cibugel subdistrict, Sumedang district, it confirms that there are 42 stunting cases. The lack of knowledge about stunting is one of the reasons for this case occurs more often in this area. For that reason, the counselling is needed especially in Jayamekar Village, Cibugel subdistrict, Sumedang district. The purpose for this counselling is to educate stunting and the prevention of stunting to the citizen of Jayamekar, especially pregnant mother, mother with children and toddler. The counselling method for this research was lecture that was delivered about stunting and the prevention of stunting to the participants. The result for this research was to increase the knowledge and awareness about the child development hence it can prevent stunting and decrease the stunting case percentage in Indonesia especially in Jayamekar village, Cibugel district, Sumedang district.
Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Whatsapp terhadap Pemahaman Ibu tentang Menu MPASI Bergizi di Kabupaten Sumedang Afriani, Dini; Mentari, Witri Dewi; Azahra, Ziana
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat menggunakan media sosial sebagai platform untuk berbagi teks, gambar, suara, dan video satu sama lain dan juga dengan pelaku bisnis. Studi ini meneliti pengetahuan ibu tentang menu makanan tambahan yang khas dan kaya nutrisi dengan menggunakan media sosial Whatsapp dan teknik video/teks dalam kelompok. Tujuannya adalah untuk mengetahui dampak dari promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp terhadap pemahaman para ibu mengenai menu makanan tambahan yang khas dan kaya gizi untuk bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pre-test Post-test untuk pengujian sebelum dan sesudahnya. Dalam penelitian ini, ibu dari anak-anak berusia 6 hingga 24 bulan digunakan. Ibu yang memiliki balita sekitar 298 ibu di wilayah Puskesmas Situraja, namun karena keterbatasan waktu dan dana sehingga yang menjadi sasaran pada penelitian ini yaitu sebanyak 75 ibu yang memiliki balita teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 75 ibu balita 6-24 bulan, dengan memilih ibu balita dengan cara accidental sampling yang pada saat itu ibu balita datang ke posyandu. Hasil pada penelitian ini dengan cara menganalisis Tabel distribusi frekuensi yang digunakan pada analisis univariat dan uji Wilcoxon pada analisis bivariat dengan nilai p sebesar 0,000 menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Whatsapp untuk promosi kesehatan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan ibu mengenai menu MP-ASI yang khas dan kaya gizi pada bayi. Kesimpulannya Di Kecamatan Situraja, Sumedang, pada tahun 2022, pengetahuan ibu tentang menu MP-ASI yang khas dan padat gizi akan dipengaruhi oleh promosi kesehatan melalui media sosial Whatsapp.
Implementasi rekam medis elektronik (RME) di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah Mentari, Witri Dewi; Muplihah, Delia Nurlaeli; Sulaeman, Dadang; Wahyudin, Uyu; Mentari, Melani Putri
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/ma9ejq48

Abstract

Latar Belakang: Meskipun Rekam Medis Elektronik (RME) berpotensi besar dalam memfasilitasi akses informasi yang cepat dan mudah, implementasinya, termasuk di RSUD 'X', sering terhambat oleh kendala teknis yang memengaruhi kelancaran pelaksanaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi RME di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD 'X', unit yang vital, sebagai kebaruan untuk memahami pelaksanaan RME secara spesifik di lingkungan berisiko tinggi ini.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi.Hasil: Implementasi RME di RSUD 'X' telah berjalan bertahap, menawarkan manfaat seperti akses cepat dan efisiensi, namun masih terkendala oleh kepatuhan pengisian RME yang rendah, absennya SOP khusus, dan masalah teknis (jaringan tidak stabil dan sistem error). Kendala ini diatasi melalui rencana backup manual dan koordinasi teknis.Kesimpulan: Implementasi RME di RSUD 'X' telah dilakukan bertahap dan strategis (dimulai dari rawat jalan, IGD, hingga rawat inap) sebagai respons terhadap regulasi. Secara umum, RME terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dengan mempercepat akses informasi medis, mengurangi kesalahan pencatatan, dan mendorong efisiensi operasional.