Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Identifikasi Penyebab Kecelakaan Kerja Konstruksi Menggunakan Accident Root Cause Tracing Model (ARCTM) dan Fault Tree Analysis (FTA) Utami Dewi Arman; Jihan Melasari; Aldan Roby Suwanda
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2022): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v11i1.112

Abstract

The construction sector greatly contributed to the increase in the number of injuries and even deaths of workers. This study aims to identify unsafe conditions and unsafe acts and to analyze the causes of work accidents on the Talago Embung Project in the village of Sikabu kabu, Luhak, District of Limo Puluh Kota by using the Accident Root Cause Tracing Model (ARCTM) and Fault Tree Analysis (FTA). Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The causes of construction accidents identified are as follows; a) environmental factors i.e. weather or climate, lack of lighting, b) tools and facilities factors i.e. equipment life cycle, availability of Personnel Protective Equipment (PPE), and negligence in maintaining it, c) human factors i.e. personal issues, work pressure, and physical condition of workers, lack of skills and experience of workers, and d) management factors i.e. ineffective communication between the management team and workers and among workers, inadequate SOP and inappropriate material layout planning. Based on the results, it is expected that there will be training directly related to tasks and work safety, adequate project layout planning, proper supervision, and adequate maintenance of work safety equipment.
PERSEPSI MAHASISWA TEKNIK SIPIL UPI “YPTK” PADANG YANG MENGGUNAKAN ANGKUTAN UMUM KOTA MENUJU KAMPUS Nadra Arsyad; Asri Yuda Trinanda; Jihan Melasari
JURNAL RIVET Vol 2 No 01 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.034 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v2i01.492

Abstract

Berkembangannya teknologi dimasa sekarang ini, ternyata mendatangkan dampak positif dan negatif ditengah masyarakat. Untuk dampak negatifnya yang dapat kita lihat adalah pada angkutan umum konvensional atau angkot. Dimana kita ketahui saat ini meningkatnya jumlah kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Diamping itu saat ini juga hadir angkutan umum online yang memberikan berbagai kemudahan dan kenyamanan kepada penggunnya.Tujuan penelitian : 1 Untuk mengetahui bagaimana keberadaan angkutan umum kota (Angkot) yang menuju kampus, 2. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa teknik sipil, fakultas teknik universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang terhadap keberdaan angkutan umum kota, 3. Tentang persepsi mahasiswa jurusan teknik sipil, fakultas teknik universitas putra indonesia “YPTK”Padang terhadap layanan angkutan umum kota (angkot) yang melewati kampus.Metode survey pengunpulan data yang digunakan yaitu dengan menyebar kuisioner online kepada mahasiswa pengguna angkutan umum kota (angkot) sebanyak 85 responden. Berdasarkan hasil survei bahwa mahasiswa pengguna angkutan umum terbanyak dengan jenis kelamin perempuan sebesar 57,4%. Dari 85 responden, hanya 51,8% responden yang menggunakan angkot > dari 2 kali. Untuk keterediaan layanan angkot dengan cepat dan tepat untuk menangani permasalahan sebesar 55,3%. Keramahan sopir angkot dalam memberikan pelayanan terhadap penumpang, sebesar 70,9 % yang menyatakan “Ya”. Responden yang menyatakan tidak nyaman saat berada atau menggunakan angkutan umum sebesar 71,8%. Responden yang menyatakan tidak aman menggunakan angkot sebesar 85,9%. Kesessuaian tarif yang diberikan angkot terhadap pengguna sebesar 72,9% resopnden menyatakan “Ya”. Waktu tunggu angkot ditempat pemberhetian respnden yang menyatakan tidak lama sebesar 61,2%.
Analisa Penggunaan Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Pantai Padang Guna Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan Jihan Melasari; Nadra Asryad
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.449 KB) | DOI: 10.21063/jts.2021.V801.04

Abstract

Kota Padang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat yang memiliki mobilitas tinggi salah satunya penyebabnya karena adanya objek wisata. Sebagaimana yang kita ketahui objek wisata itu adalah Pantai Padang, dengan hamparan pantainya yang sangat indah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang akan mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung, menganalisa keberadaan jalur pedestrian sebagai prasarana untuk meningkatkan keindahan Pantai Padang. mengevaluasi kembali tujuan awal dibangun jalur pedestrian ini sehingga pembangunan yang akan terus berlanjut dapat mengacu pada hasil penelitian ini. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif di mana data penelitian didapatkan dari hasil pendapat wisatawan yang berkunjung ke Pantai Padang. Faktor-faktor yang menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Pantai Padang adalah karena keindahan, terlihat dari jumlah persentase wisatawan yang menyatakan bahwa Pantai Padang indah yaitu 95%. Berdasarkan hasil survei terhadap 100 orang responden, maka jumlah persentase wisatawan yang menyatakan jalur pedestrian dianggap penting yaitu 57%, dengan adanya jalur pedestrian meningkatkan kenyamanan pengunjung. Sedangkan jumlah persentase wisatawan yang menyatakan keberadaan pedagang kaki lima mengganggu kenyamanan saat berekreasi yaitu 58%. Karena keberadaan pedagang kaki lima menggurangi keindahan di kawasan pantai dan mengalih fungsikan jalur pedestrian.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONTRAKTOR MENGGUNAKAN E-PROCUREMENT DI DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA SAWAHLUNTO Kharisma Permata Sari; Maiyozzi Chairi; Jihan Melasari; Fadli Maulana Rasyad
JURNAL RIVET Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/rivet.v2i2.640

Abstract

E-Procurement merupakan sebuah kegiatan lelang pengadaan barang/jasa yang dilakukan dengan media elektronik, sehingga diharapkan pengadaan barang/jasa tersebut bisa efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil dan tidak diskriminatif, serta akuntabel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui alur pengadaan secara E-Procurement dan tingkat kepuasan kontraktor menggunakan E-Procurement di Kota Sawahlunto. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner dengan jumlah 30 perusahaan kontraktor di Kota Sawahlunto. Hasil penelitian dari uji tingkat kepuasan kontraktor menggunakan E-Procurement menilai bahwa kontraktor di Kota Sawahlunto puas menggunakan E-Procurement. Dengan hasil tingkat kepuasan terhadap faktor-faktor penilaian pelayanan panitia pelaksana lelang, fasilitas yang menunjang kegiatan lelang, ketersediaan dan kemudahan dalam akses website dan Pelaksanaan Pelelangan dengan nilai persentase kepuasan 72,93-78,33% dan satu faktor penilaian tingkat kepuasan dengan predikat sangat puas yaitu dampak pelaksanaan E-Procurement secara keseluruhan dengan nilai persentase kepuasan sebesar 80,44%.
Evaluation of Side Barriers to the Level of Service on the Kelok 9 Bridge Road Section Arsyad, Nadra; Melasari, Jihan
CIVED Vol. 10 No. 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v10i3.325

Abstract

The Kelok 9 Bridge is uniquely designed and supported by a beautiful natural panorama. On one of these 9 curves, a rest area has been provided for road traffic users to rest, or for urgent needs when driving on the road, but because of its strategic location and very beautiful shape, it is often used as a tourist destination by most people. who travel to or from West Sumatra. This raises a new problem, this is because the local community sells by building buildings on the shoulder of the 9th bend. So the purpose of this study is to determine the effect of side friction on the performance of the 9th road section based on the level of service. This research examined the data and then analyzed using the Indonesian Road Capacity Guidelines. So on Sunday from 16.00-17.00 the h, the highest traffic volume value is obtained, with a traffic volume of 2.2221 Skr/hour and has area of Saturation of 0.613, indicating that the traffic conditions are heavy. Because the Degree of Saturation value is 0.613, the level of service for Jalan Kelok 9 C can be concluded that the flow is stable but the speed of vehicle movement is controlled.
The Causal Factors of Building Construction Defects Arman, Utami Dewi; Melasari, Jihan; Sari, Afrilda; Sari, Kharisma Permata
CIVED Vol. 11 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v11i1.543

Abstract

Defects are something that must be identified in the implementation of quality management. Defects can potentially lead to construction failures and injury. This study aims to identify and analyse the causal factors of building construction defects based on the perspective’s project stakeholders. This research is quantitative-descriptive research conducted through questionnaires distributed to the purposive respondents. Then, conduct statistical analysis and evaluate the causal factors of construction defect using Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Based on the results, the critical causal factors of building construction defects are lack of communication within the project environment with a value of 33.6; poor performance of the project management team with a value of 30.3; improper design and specification with a value of 27.88; lack of supervision in the site with the value of 24.60 and lack of competency of the construction labour with the value of 23.04. Project stakeholders are expected to pay more attention to critical causal factors as preventive measures to prevent structural failure and injury.