Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pemberdayaan Situs Geologi untuk Pengembangan Wisata Desa Purwodadi, Malang Susilo, Adi; Pamungkas, Mauludi Ariesto; Juwono, Alamsyah M.; Naba, Agus; Yudianto, Didik; Hasan, Muhammad Fathur Rouf
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/mapnj.v7i1.6620

Abstract

Purwodadi Village is located in the southern part of Malang Regency with a karst area which presents a beautiful panorama of rock outcrops and forms a collection of geological sites, so this area has the potential to be developed as a geotourism. Optimizing the use of geological sites and digital technology in the tourism sector will bring extraordinary benefits. This service activity aims to socialize the empowerment of geological sites to support Purwodadi Tourism Village as a geotourism centre. This activity is in collaboration with the Purwodadi Village-Owned Enterprise "Dadi Mulyo" and the Purwodadi Village Government, who also participate in the activity. The socialization is carried out to provide an overview and demonstration of the empowerment of geological sites as well as efforts that can be made to introduce geological sites to the wider community, such as digitization through the website. While the geological survey aims to map the variety of geological sites owned by Purwodadi Village, which have the potential to attract visitors. The final target of this activity is to increase the number of tourist visitors in the hope of increasing income generating BUMDes and the local government.
ZONASI POTENSI RAWAN GERAKAN TANAH DI KECAMATAN WATES KABUPATEN BLITAR DENGAN METODE STORIE Chusniyah, Dina Asmaul; Yudianto, Didik
Indonesian Physical Review Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.976 KB) | DOI: 10.29303/ipr.v2i1.15

Abstract

Lokasi Kecamatan Wates terletak di Kabupaten Blitar bagian Selatan yang memiliki satuan morfologi perbukitan sedimen dengan bukit bergelombang dan kemiringan landai yaitu antara 10-30% yang membentuk punggung bukit tidak teratur.Metode desk study merupakan suatu metode yang dilakukan untuk mengumpulkan data maupun informasi secara sekunder. Pada data sekunder dilakukan analisis tumpang susun (overlay) dengan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil penelitian ini berupa peta rawan gerakan tanah, peta ini diperoleh dari overlay antara beberapa peta, yaitu peta geologi, peta curah hujan, peta topografi, peta kemiringan lereng, dan peta pengembangan lahan. Dari hasil overlay tersebut diperoleh proses penggabungan beberapa peta tematik dengan area yang sama dan menghamparkan satu dengan yang lain untuk membentuk satu layer peta baru yang memberikan informasi mengenai beberapa lereng, mulai dari lereng 15%-20%hingga lereng >40%, dengan curah hujan antara 1500-2000 mm/tahun hingga >2000 mm/tahun. Daerah tersebut di kelompokkan menjadi zona gerakan tanah rendah, sedang dan tinggi. Warna hasil overlay peta ditentukan oleh besar intensitas pixel penyusunnya. Warna ini diperoleh dari besar kecilnya intensitas cahaya yang ditangkap oleh sensor. Karena intensitas cahaya di alam (gradasi intensitas analog) tidak terbatas dan belum ada alat yang mampu menangkap seluruh gradasi warna sehingga dilakukan proses kuantisasi yaitu suatu proses transformasi intensitas analog yang bersifat kontinu ke daerah yang memiliki intensitas diskrit.
SOSIALISASI HASIL INVESTIGASI AIR BAWAH TANAH SEBAGAI UPAYA MENGATASI KEKERINGAN Pamungkas, Mauludi Ariesto; Susilo, Adi; Juwono, Alamsyah M.; Naba, Agus; Yudianto, Didik; Idmi, Mohammad Habibiy; Hanafi, Muhammad Gusti Alif Zuhry; Gumelar, Dito Ibrahim; Hasan, Muhammad Fathur Rouf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27233

Abstract

Abstrak: Ketika memasuki musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Malang mengalami kesulitan air untuk kebutuhan hidup sehari-hari, salah satunya Dusun Sumberwaluh, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta kegiatan terkait potensi air tanah sebagai langkah awal untuk mengatasi kekeringan pada lokasi pengabdian. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, sedangkan mitra kegiatan yaitu Yayasan SEMAIN dan warga setempat. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 5 Dosen, 3 mahasiswa, 4 mitra dari yayasan SEMAIN, dan 57 mitra sekaligus peserta dari warga setempat. Evaluasi untuk mengukur pengetahuan peserta dilakukan melalui pertanyaan langsung sebanyak 3 pertanyaan. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah peserta memiliki pengetahuan tambahan terkait potensi sumber air tanah pada daerah mereka. Hasil yang dicapai yaitu peserta memperoleh pengetahuan baru, dimana mayoritas peserta mampu menjawab 2 dari 3 (66,6%) pertanyaan terkait materi sosialisasi yang diberikan. Secara ekonomi, kegiatan investigasi sumber air tanah menghabiskan biaya sekitar 30 juta, sedangkan pembuatan sumur bor sekitar 70 juta (total 100 juta). Biaya tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.Abstract: When entering the dry season, several areas in Malang Regency experience water shortages for daily needs, one of which is Dusun Sumberwaluh, Pringgodani Village, Bantur District. This activity aims to increase participants' understanding of groundwater potential as an initial step in overcoming drought at service locations. The implementation method is socialization, while the activity partners are the SEMAIN Foundation and local residents. The socialization activity was attended by 5 lecturers, 3 students, 4 partners from SEMAIN Foundation, and 57 partners and participants from local residents. Evaluation to measure participants' knowledge is carried out through 3 direct questions. The success indicator of this activity is that participants have additional knowledge regarding the potential of groundwater sources in their area. The results achieved were that participants gained new knowledge, where the majority of participants were able to answer 2 out of 3 (66.6%) questions related to the socialization material provided. Economically, groundwater source investigation activities cost around 30 million, while drilling wells cost around 70 million (total 100 million). These costs are provided free of charge to the local community as a form of concern for others. 
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DALAM MITIGASI BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS DAN OBSERVASI LAPANG Susilo, Adi; Juwono, Alamsyah M.; Naba, Agus; Pamungkas, Mauludi Ariesto; Yudianto, Didik; Muhardi, Muhardi; Idmi, Mohammad Habibiy; Ilham, Ilham
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35813

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang upaya mitigasi terhadap bencana kekeringan di wilayah desa setempat sehingga meningkatkan softskill masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam tersebut serta hardskill dalam pengelolaan air bersih yang efisien. Metode yang digunakan yaitu metode resistivitas sounding atau VES (Vertical Eletric Sounding). Kegiatan pengabdian diikuti oleh Tim Pengabdian Teknik Geofisika Universitas Brawijaya sekitar 5 orang dengan profil sebagai ahli geofisika dan ahli geologo, Yayasan SEMAIN sekitar 10 orang dengan kemampuan dalam menyelaraskan hubungan para ahli dan warga serta membantu dalam penyuluhan air bersih dan warga setempat sebagai pelaku dalam kegiatan. Hasil pengabdian diwujudkan dalam bentuk peta persebaran air tanah yang dapat digunakan dalam acuan pengeboran sumber mata air. Pemberian materi berupa ceramah dan praktik umum secara langsung dan berkala sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih. Tingkat persente pemahaman masyarakat sekitar rata-rata 19.2% sebelum dilakukan pengabdian dan meningkat rata- rata menjadi 89% setelah dilakukan pengabdian. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan air bersih yang lebih efisien dibanding sebelumnya seperti penampungan air hujan perubahan kebiasaan penggunaan air bersih.Abstract: This community service aims to educate the community about mitigation efforts against drought disasters in the local village area so as to improve the community's soft skills in dealing with potential natural disasters as well as hard skills in efficient clean water management. The method used is the resistivity sounding method or VES (Vertical Electric Sounding). The community service activity was attended by the Brawijaya University Geophysical Engineering Community Service Team of around 5 people with profiles as geophysicists and geologists, the SEMAIN Foundation of around 10 people with the ability to harmonize the relationship between experts and residents and assist in clean water counseling and local residents as actors in the activity. The results of the community service are manifested in the form of a groundwater distribution map that can be used as a reference for drilling springs. The provision of material in the form of lectures and general practices directly and periodically so as to increase awareness of the importance of clean water. The level of understanding of the surrounding community averaged 19.2% before the community service was carried out and increased to an average of 89% after the community service was carried out. This is evidenced by the use of clean water that is more efficient than before such as rainwater collection changes in clean water usage habits.