Articles
PENGARUH METODE MASSAGE EFFLURAGE TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI PADA PERSALINAN KALA I DI KLINIK MIMI SM. RAJA MEDAN TAHUN 2018
NURHAMIDA FITHRI
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.573 KB)
|
DOI: 10.55541/emj.v1i2.61
ABSTRACTAll women experience pain during labor, this is a physiological process. One method that is very effective in overcoming it is by massage, namely the effleurage method and the method of abdominal lifting, which is one of the nonpharmacological methods carried out to reduce labor pain. Women who get the massage method during labor experience decreased anxiety, reduced pain, and significantly shorter labor times. The purpose of this risearch was to identify the effect of massage methods on reducing the intensity of pain in the first stage of labor before and after the intervention. This risearch uses a quasi-experimental design that is one group pretest-posttest. The number of samples in this risearch were 10 people. The data analysis used is the t-dependent, from the results of the t-dependent test, the intensity of the pain before the massage method effleurage averages 6.10 after the effleurage massage method is obtained, the average is 3.90. The average value of the difference in effleurage massage method is 2,200. Then it can be concluded that there is a significant difference between the intensity of pain before and after intervention (p value <0,0001). From the results of this risearch, it is known that the massage method is effective in reducing the intensity of pain in the first stage of labor. From the results of this risearch it was stated that the massage method can be used as an intervention in midwifery care for the mother. Keywords: Massage Method, Pain Intensity, First Stage of labor
KB Acceptors Inject 3 Months With Compliance Repeat Visits at Mogang Health Center, Samosir Regency
Nurhamida Fithri;
Junita Manullang;
Faradita Wahyuni
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pena Cendekia Insani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Objectives: Injectable contraception for 3 months is Depo Medroxyprogesterone Acetate (Depoprovera), containing 150 mg of DMPA. Given every 3 months by injection intramuscularly (IM) in the buttocks area. Motivation has a very important role because with motivation it can be expected that every employee has the desire to work hard to achieve the results achieved with high overall resources used. This study aims to determine the relationship between knowledge and motivation with follow-up visits at Mogang Health Center, Samosir Regency. Method: This study used a cross-sectional design. The population in this study were all family planning acceptors who visited the Mogang Health Center, Samosir Regency from January to March 2022 as many as 80 people. And a sample of 45 people. Data analysis using chi square test. Result: The results showed that there was a correlation between the motivation of 3 months injection family planning acceptors and the adherence to repeat visits (p = 0.000). The results showed that of the 25 injection family planning acceptors who had positive motivation, there were 18 people (40%) who were obedient to the repeat visits and 7 people (15.46%) who were not obedient to the repeat visits. Of the 20 injection family planning acceptors who had negative motivation, there were 20 people (44.44%) who did not comply with the repeat visit. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between the motivation of 3 months injection family planning acceptors and the compliance of repeat visits at the Mogang Health Center, Samosir Regency.
KB Acceptors Inject 3 Months With Compliance Repeat Visits at Mogang Health Center, Samosir Regency
Nurhamida Fithri;
Junita Manullang;
Faradita Wahyuni
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pena Cendekia Insani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Objectives: Injectable contraception for 3 months is Depo Medroxyprogesterone Acetate (Depoprovera), containing 150 mg of DMPA. Given every 3 months by injection intramuscularly (IM) in the buttocks area. Motivation has a very important role because with motivation it can be expected that every employee has the desire to work hard to achieve the results achieved with high overall resources used. This study aims to determine the relationship between knowledge and motivation with follow-up visits at Mogang Health Center, Samosir Regency. Method: This study used a cross-sectional design. The population in this study were all family planning acceptors who visited the Mogang Health Center, Samosir Regency from January to March 2022 as many as 80 people. And a sample of 45 people. Data analysis using chi square test. Result: The results showed that there was a correlation between the motivation of 3 months injection family planning acceptors and the adherence to repeat visits (p = 0.000). The results showed that of the 25 injection family planning acceptors who had positive motivation, there were 18 people (40%) who were obedient to the repeat visits and 7 people (15.46%) who were not obedient to the repeat visits. Of the 20 injection family planning acceptors who had negative motivation, there were 20 people (44.44%) who did not comply with the repeat visit. Conclusion: From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between the motivation of 3 months injection family planning acceptors and the compliance of repeat visits at the Mogang Health Center, Samosir Regency.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KELANCARAN PENGELUARAN ASI DI PUSKESMAS SOPOSURUNG KAB. TOBA TAHUN 2024
Nurhamida Fithri
Excellent Midwifery Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Vol. 7 No. 1 (2024) EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam mendukung pemenuhan produksi ASI bagi bayi secara optimal harusnya sesuai dengan yang diharapkan, maka faktor yang sangat menentukan dalam pemberian ASI salah satunya ialah perawatan payudara sejak kehamilan dan setelah melahirkan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara terhadap Kelancaran Produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Soposurung Kecamatan. Balige Kebupaten. Toba Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan ialah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling sehingga diperoleh sampel seluruh ibu nifas di Puskesmas Soposurung berjumlah 32 sample.Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian dari 32 orang ibu nifas menunjukkan, responden dengan pengetahuan baik dan mengalami ASI lancar berjumlah 15 orang (46,9%), responden dengan pengetahuan baik dan mengalami ASI tidak lancar berjumlah3 orang (9,4%). Sementara responden dengan pengetahuan kurang dan mengalamiASI lancar berjumlah 5 orang (15,6%), dan responden dengan pengetahuan kurang serta mengalami ASI tidak lancar berjumlah 14 orang (43,8%). Hasil uji chi-square dengan p-value= 0,006 < α (α= 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawatan payudara dengan kelancaran pengeluaran ASI di Puskesmas Soposurung. Kepada petugas kesehatan di Puskesmas Soposurung diharapkan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatannya tentang pentingnya perawatan payudara kepada ibu nifas dalam meningkatkan kelancaran ASI sehingga meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta kualitas pada tempat peneliti. Kata Kunci: Pengetahuan, ibu nifas, perawatan payudara, kelancaran ASI
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II Dengan Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Pakkat Kecamatan Pakkat
,, Yanti;
Fithri, Nurhamida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.8865
Kehamilan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan janin yang dimulai dengan konsepsi sampai lahirnya janin yang mempengaruhi keadaan fisik, mental, dan sosial ibu. Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/ periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trismester II Dengan Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Pakkat Kecamatan Pakkat Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibuhamil di Puskesamas Pakkat sebanyak 165 orang, Sampel sebanyak 117 orang sesuai rumus Slovin. Instrumen Penelitian ini menggunakan angket kuesioner. Pengolahan data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value untuk Pengetahuan=0,05. Terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Disarankan tenaga kesehatan bisa mengoptimalisasi fungsi posyandu kepada ibu hamil serta dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kualitas kesehatan masyarakat khususnya mengenai tanda bahaya kehamilan dengan cara melakukan penyuluhan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan pengembangan penelitian dengan variabel-variabel yang lain seperti motivasi terhadap ibu hamil dan lain-lain.
Pengaruh Konseling Keluarga Berencana (KB) Dengan Metode Individual Direktif Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Pus Di Puskesmas Silinda
Fithri, Nurhamida;
Pasaribu, Selli M
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.8854
Peran petugas kesehatan dalam merealisasikan program pelayanan KB di tengah masyarakat salah satunya memberikan konseling KB. Konseling keluarga berencana (KB) membantu akseptor khususnya pasangan usia subur dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang digunakan dengan pilihannya. Metode konseling merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu hasil penyuluhan secara optimal, salah satu metodenya adalah metode individual direktif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konseling KB dengan metode individual direktif terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada PUS di Puskesmas Silinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, populasi PUS yang akan menjadi akseptor KB. Sanpel pada penelitian ini sebanyak 30 PUS yang akan menjadi akseptor KB, yang dipilih dengan Purposive sampling. pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan dan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan di Puskesmas Silinda. Data yang telah dikumpulkan, diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan (1) hampir semua akseptor KB memilih menggunakan alat kontrasepsi setelah menerima konseling sebanyak 23 orang (76,6%). (2) hasil analisis chi square didapat p sebesar 0,016 artinya ada pengaruh yang bermakna antara konseling dengan pemilihan alat kontrasepsi pada PUS di wilayah kerja Puskesmas Silinda. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat melalui penyuluhan mengenai alat kontrasepsi
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Puskesmas Sigambal
Fithri, Nurhamida;
P, Yuni Vivi Santri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i2.9748
Lansia merupakan suatu kelompok penduduk yang cukup rentan terhadap masalah baik masalah ekonomi, sosial, budaya, kesehatan maupun psikologis yang menyebabkan lansia menjadi kurang mandiri dan tidak sedikit lansia yang membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau SelatanTahun 2022.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau Selatan Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau Selatan sebanyak 125 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan accidental sampling yaitu lansia yang kebetulan datang berobat ke puskesmas Sigambal pada saat penelitian yaitu sebanyak 34 orang. Pengolahan data terdiri dari proses editing, coding, eentry, cleaning dan tabulating. Analisis data terdiri dari analinis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan Tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia dengan nilai uji chi square. Ada hubugan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Posyandu Lansia dengan nilai uji chi square 0,009. Diharapkan kepada anggota keluarga agar dapat meluangkan waktu serta mengajak lansia untuk mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas/posyandu tentang posyandu lansia sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para lansia dan keluarga.
Pengaruh Konseling Keluarga Berencana (KB) Dengan Metode Individual Direktif Terhadap Pemilihan Alat Kontrasepsi Pada Pus Di Puskesmas Silinda
Fithri, Nurhamida;
Pasaribu, Selli M
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.8854
Peran petugas kesehatan dalam merealisasikan program pelayanan KB di tengah masyarakat salah satunya memberikan konseling KB. Konseling keluarga berencana (KB) membantu akseptor khususnya pasangan usia subur dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang digunakan dengan pilihannya. Metode konseling merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya suatu hasil penyuluhan secara optimal, salah satu metodenya adalah metode individual direktif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konseling KB dengan metode individual direktif terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada PUS di Puskesmas Silinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, populasi PUS yang akan menjadi akseptor KB. Sanpel pada penelitian ini sebanyak 30 PUS yang akan menjadi akseptor KB, yang dipilih dengan Purposive sampling. pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan dan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan di Puskesmas Silinda. Data yang telah dikumpulkan, diolah dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan (1) hampir semua akseptor KB memilih menggunakan alat kontrasepsi setelah menerima konseling sebanyak 23 orang (76,6%). (2) hasil analisis chi square didapat p sebesar 0,016 artinya ada pengaruh yang bermakna antara konseling dengan pemilihan alat kontrasepsi pada PUS di wilayah kerja Puskesmas Silinda. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat melalui penyuluhan mengenai alat kontrasepsi
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Pengetahuan Lansia Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Puskesmas Sigambal
Fithri, Nurhamida;
P, Yuni Vivi Santri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i2.9748
Lansia merupakan suatu kelompok penduduk yang cukup rentan terhadap masalah baik masalah ekonomi, sosial, budaya, kesehatan maupun psikologis yang menyebabkan lansia menjadi kurang mandiri dan tidak sedikit lansia yang membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau SelatanTahun 2022.Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi cross sectional yang digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau Selatan Tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di Puskesmas Sigambal Kecamatan Rantau Selatan sebanyak 125 orang. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan accidental sampling yaitu lansia yang kebetulan datang berobat ke puskesmas Sigambal pada saat penelitian yaitu sebanyak 34 orang. Pengolahan data terdiri dari proses editing, coding, eentry, cleaning dan tabulating. Analisis data terdiri dari analinis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan Tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan Posyandu Lansia dengan nilai uji chi square. Ada hubugan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Posyandu Lansia dengan nilai uji chi square 0,009. Diharapkan kepada anggota keluarga agar dapat meluangkan waktu serta mengajak lansia untuk mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan di puskesmas/posyandu tentang posyandu lansia sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para lansia dan keluarga.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester II Dengan Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Pakkat Kecamatan Pakkat
,, Yanti;
Fithri, Nurhamida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/best.v7i1.8865
Kehamilan adalah suatu proses pertumbuhan dan perkembangan janin yang dimulai dengan konsepsi sampai lahirnya janin yang mempengaruhi keadaan fisik, mental, dan sosial ibu. Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/ periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Trismester II Dengan Tanda Bahaya Kehamilan Di Puskesmas Pakkat Kecamatan Pakkat Tahun 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibuhamil di Puskesamas Pakkat sebanyak 165 orang, Sampel sebanyak 117 orang sesuai rumus Slovin. Instrumen Penelitian ini menggunakan angket kuesioner. Pengolahan data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value untuk Pengetahuan=0,05. Terdapat hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan. Disarankan tenaga kesehatan bisa mengoptimalisasi fungsi posyandu kepada ibu hamil serta dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan kualitas kesehatan masyarakat khususnya mengenai tanda bahaya kehamilan dengan cara melakukan penyuluhan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan pengembangan penelitian dengan variabel-variabel yang lain seperti motivasi terhadap ibu hamil dan lain-lain.