Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

BUDAYA LOKAL SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INGGRIS PARIWISATA Sri Ariani; Eddi Novra
Menara Ilmu Vol 15, No 2 (2021): VOL. XV NO. 2 APRIL 2021
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v15i2.2596

Abstract

Di dalam SKKNI sektor industri pariwisata, salah satu unit kompetensi yang harus dimiliki untuk dapat bekerja di dunia pariwisata adalah menguasai pengetahuan tentang destinasi dan atraksi wisata baik alam, buatan manusia maupun keunikan budaya yang berada di daerah mereka bekerja. Unit kompetensi lainnya adalah mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris pada tingkat operasional. Oleh karena itu Fakultas Pariwisata harus dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi tersebut. Namun, sayangnya beberapa materi ajar bahasa Inggris pariwisata yang ada kurang sesuai dengan kebutuhan siswa karena membahas tentang objek wisata atau atraksi wisata yang berada di luar negeri. Padahal menyampaikan atraksi lokal khususnya kebudayaan lokal seperti kebudayaan Minangkabau dengan menggunakan bahasa Inggris yang benar bukan hal yang mudah karena banyak menggunakan kiasan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisa destinasi, atraksi dan budaya lokal khususnya Minangkabau yang seharusnya menjadi bagian dari materi ajar bahasa Inggris pariwisata untuk mahasiswa Fakultas Pariwisata Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptive kualitatif dari bulan Maret hingga November 2020 dengan melakukan focus group discussion dengan tiga pelaku wisata dan mewawancarai empat orang pemangku adat di Sumatera Barat serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa materi ajar bahasa Inggris Pariwisata tidak hanya sekedar gambaran tentang destinasi wisata di Sumatera Barat tetapi juga sejarah yang melatar belakanginya dan juga makna budaya yang terkandung dibalik atraksi tersebut. Kata kunci: Budaya Minangkabau, Bahasa Inggris Pariwisata, English for Specific Purposes
TEH TALUA, DAYA TARIK WISATA SUMATERA BARAT Eddi Novra; Sri Ariani
Menara Ilmu Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i1.2111

Abstract

Teh talua atau teh telur merupakan minuman tradisional Sumatera Barat yang sudah menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner provinsi ini.Selain rasanya yang nikmat, teh talua ini juga memiliki kandungan nutrisi yang dapat berfungsi untuk meningkatkan stamina.Namun sayangnya belum ada satupun penelitian yang membahas tentang sejarah dan khasiat yang dikandung oleh minuman traditional ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi yang lebih dalam tentang sejarah, bahan – bahan, cara pembuatan, khasiat serta pengembangan – pengembangan yang telah dilakukan terhadap teh talua.Penelitian ini dilaksanakan dari Mei hingga Juli 2019 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Dari hasil wawancara dan observasi diperoleh hasil bahwa teh talua sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai minuman energi para pekerja tanam paksa karena terbuat dari kuning telur dan teh. Sekarang tampilan teh talua sudah berkembang dari teh talua bertingkat dua hinggabertingkat lima. Kata Kunci : Daya Tarik Wisata;Penambah Stamina
MODEL PENGEMBANGAN POTENSI WISATA DI TABEK GADANG MENJADI DAYA TARIK WISATA BUKIK BATABUAH Eddi Novra; Winda Diana; Siswara Siswara
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 No. 2 Edisi 3 Januari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9446.009 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i2.1570

Abstract

Identifikasi masalah dalam penelitian ini yaitu Tabek Gadang memiliki potensi wisata tetapi belum dijadikan dan dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Belum tersedianya  sarana  dan  prasarana  yang  memadai.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui kondisi wilayah geografis, sosial dan budaya di Tabek Gadang yang dapat mendukung pengembangan wisata,dan untuk mengetahui model pengembangan wisata di Tabek  Gadang dijadikan sebagai daya tarik wisata. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan Observasi, wawancara, dokumentasi dan pencarian data di internet. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara dan pedoman observasi.Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis kualitatif memiliki empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan langkah terakhir yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dilihat berdasarkan kondisi geografis, sosial dan budaya di Tabek Gadang. Potensi yang ditemui seperti keindahan alam, kekayaan flora dan fauna, sosial budaya masyarakat dan tradisi di tabek Gadang. Sarana dan prasarana di Tabek Gadang sudah ada, namun tidak dikelola dengan baik.  Karena  potensi  di  Tabek  Gadang  yaitu  perbukitan,  perkebunan  hutan  lindung  maka diciptakan sebuah model pengembangan Agrowisata di Tabek Gadang. Berdasarkan  dari  hasil  penelitian  di  Tabek  Gadang  maka  peneliti  bermaksud  ingin memberikan saran kepada Pemerintah Nagari Bukik Batabuah, supaya agar dapat mengembangkan Tabek Gadang menjadi Destinasi Wisata dan mengembangkan potensi-potensi yang ada. Peneliti juga menyarankan agar pemerintah dan masyarakat setempat mengelola dan merawat sarana dan prasana di Tabek  Gadang.  Serta  menambah  fasilitas  lain  seperti tempat  sampah,  transportasi umum, penginapan, dll.
EVALUASI PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI OBJEK WISATA TAMAN MARGA SATWA BUDAYA KINANTAN (TMSBK) KOTA BUKITTINGGI Winda Diana; Eddi Novra; Yenny Yenny
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.269 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1571

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengevaluasi  pengembangan  fasilitas wisata terhadap kepuasan pengunjung objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Kota Bukittinggi. Jenis penelitian terapan ini adalah penelitian evaluasi dengan metode kuantitatif yaitu mengumpulkan data dengan cara wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung TMSBK Kota Bukittinggi berjumlah 100 responden. Untuk konsep perhitungannya terdapat uji validitas  instrument,  uji  realibitas,  populasi,  sampel,  skala  likert,  koefisien korelasi, determinasi dan persamaan regresi. Pengujian indikator atau kuesioner berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan indikator fasilitas yaitu perencanaan ruang, perlengkapan/ perabotan, tata cahaya dan warna, pesan - pesan yang disampaikan secara grafis serta unsur pendukung memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Pengembangan fasilitas yang ada pada objek wisata TMSBK telah berhasil dalam meningkatkan kepuasan pengunjung namun masih ada beberapa fasilitas yang perlu ditingkatkan untuk kedepannya.
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMANDU WISATA LOKAL WISATA SARIBU GONJONG MELALUI PELATIHAN TEKNIK KEPEMANDUAN Novra, Eddi; Riyanda, Riko; Sasmira, Sasmira
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 1 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2073

Abstract

An important component in tourism activities is a tour guide or better known as a tour guide A tour guide is someone whose job is to lead a tour and provide for the needs of tourists. Tour guides must have competence in the form of knowledge, skills and experince as well as behaviors that must be owned, internalized, and mastered by tour guides in develoving profesionalis of good service to vistting tourists. Because it is not only related to serviece but also related to tourist satistification. The purpose of this research is to increase  the knowledge of local tour guides about guiding techniques and identify effevtive form of guideng techniques to increase the competence of local tour guides. Becausa it is only related to service but also related to tourist satisfaction. The purpose of this research is to increase the knowledge of local tour guides about guiding techniques and identify effevtive form of guiding techniques to increase the competence of local tour guides. This type of research is qualitative with the action methode wiyg the object of research being local tour guides in sarugo tourism village. The informants for this research were Ninik Mamak, Wali Jorong, ok dawirs, and local tour guides in Sarugo Tourism Village. The result showed that local tour guides in the Saribu Gonjong Tourism village had worked as local tour guides but dis not quality the competence standards and the importace of holding training and inviting competent resource person to improve the competence of local guides.Keyword: improvement of competence, tour guide, tourism village
Kuliah Kerja Nyata Menjunjung Tinggi Nilai Kearifan Lokal Menuju Nagari Berkemajuan Novra, Eddi; Riyanda, Riko
PUAN INDONESIA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Puan Indonesia vol 6 no 1 Juli 2024
Publisher : ASOSIASI IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/jpi.v6i1.256

Abstract

This article discusses service activities carried out by KKN Implementing Agency Lecturers and Field Supervisors who collaborate to provide community service in the form of providing provision, training and empowerment to KKN students in order to contribute to the community in North Lintau Buo District. This activity has the theme Real Work Lectures Upholding the Value of Local Wisdom Towards a Progressive Nagari. The future achievement is that this service activity in the form of KKN can provide benefits to the surrounding community through the cross-study knowledge that students have obtained and then apply it for 40 days in the field.
THE INFLUENCE OF TOUR GUIDES ON THE PROGRESS OF TOURISM IN WEST SUMATRA Novra, Eddi; Diana, Winda; Abdi, Moch
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 1 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2811

Abstract

West Sumatra is a prominent tourist destination in Indonesia, known for its rich cultural heritage and natural beauty. This study investigates the role of tour guides in enhancing tourist satisfaction and advancing tourism development in the region. A mixed-methods approach was employed, involving surveys with 200 tourists and interviews with 20 professional tour guides. The results indicate high tourist satisfaction levels, with 91% expressing overall satisfaction and 89% appreciating the quality of cultural information. However, challenges such as language barriers, lack of training, and limited technological access were identified as significant issues faced by tour guides. Key tourism indicators, including tourist arrivals, hotel occupancy rates, and average stay durations, showed steady growth from 2021 to 2024, highlighting the positive impact of tour guide services. The study underscores the need for targeted professional development, improved promotional strategies, and technological integration to address these challenges and sustain tourism growth. Recommendations for future research and practical strategies to enhance the role of tour guides are provided. Keywords: Tourist Satisfaction, Tour Guides, Tourism Development, Cultural Heritage, West Sumatra
Pengaruh Professionalism, Realibility, Attitudes, Accessibility, Service Recovery Dan Servicescape Terhadap Brand Image Destinasi Wisata Luak Gadang Bukik Baka Park Kamang Hilia silvy; Novra, Eddi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 4 No 1 (2025): jURNAL PENELITIAN mULTIDISIPLIN
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the influence of factors affecting the brand image of Bukik Baka Park tourist destination in Kanagarian Kamang Hilia, Agam Regency. This research uses a descriptive method with a quantitative approach and uses SEM-PLS to analyze data collected through questionnaires. The results showed that of the six independent variables tested, namely professionalism, reliability, attitudes, accessibility, service recovery, and servicescape, there were two variables that had a significant influence on the brand image of Bukik Baka Park tourist destination, namely attitudes and servicescape. These findings indicate that tourist attitudes towards the tourist destination and the quality of the physical environment of the tourist destination have a strong influence on brand image. This study recommends that the managers of Bukik Baka Park tourist destination focus on efforts to improve positive tourist attitudes and improve the quality of servicescape to enhance brand image and attract more tourists.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Potensi Lokal Di Jorong Gantiang Nagari Koto Tangah Sumatera Barat Abdi, Moch; Novra, Eddi
Menara Pengabdian Vol 5, No 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jmp.v5i1.6806

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam upaya pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal. Desa yang menjadi lokasi kegiatan memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal sebagai daya tarik wisata. Melalui pendekatan partisipatif, tim pengabdi melakukan serangkaian kegiatan, termasuk pelatihan pengelolaan wisata, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat, serta pendampingan dalam identifikasi dan pengemasan potensi lokal menjadi produk wisata. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara berkelanjutan, serta terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif. Dengan terbangunnya kesadaran dan kemampuan masyarakat, desa memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya setempat. 
Peran Wirausaha Lokal Dalam Perencanaan Dan Pengelolaan Area Umum Sebagai Daya Tarik Destinasi Wisata Berkelanjutan Tapian Tabiang Barasok Bukittinggi Azwita, Sylvi Nezi; Yuliani, Rozi; Novra, Eddi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6907

Abstract

Penelitian ini membahas isu krusial mengenai keterlibatan wirausaha lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya dalam konteks perencanaan dan pengelolaan area umum yang menjadi daya tarik destinasi wisata. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana peran aktif wirausaha lokal dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata melalui pengelolaan fasilitas publik, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang mereka hadapi dalam proses tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap pelaku wirausaha lokal yang beraktivitas di sekitar area wisata Tapian Tabiang Barasok, Bukittinggi. Informan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatannya dalam aktivitas pariwisata lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirausaha lokal memainkan peran penting dalam pemeliharaan kebersihan, penyediaan fasilitas penunjang, serta pengembangan atraksi lokal berbasis budaya dan lingkungan. Namun, keterbatasan akses terhadap kebijakan perencanaan, minimnya dukungan pendanaan, serta koordinasi yang belum optimal dengan pihak pemerintah menjadi kendala utama yang dihadapi.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan wirausaha lokal dalam pengelolaan area umum dapat memperkuat nilai keberlanjutan destinasi, asalkan didukung dengan kebijakan kolaboratif, pelatihan manajerial, dan kemitraan strategis antara pelaku usaha, masyarakat, dan pemerintah daerah.Kata kunci: wirausaha lokal, destinasi wisata berkelanjutan, area umum, pengelolaan pariwisata, partisipasi masyarakat