Saleh, Irma Suryani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Akhfar, Kurniati; Bohari, Nurul Hidayah; Saleh, Irma Suryani; Musdalipa; Herianti
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v6i2.135

Abstract

Latar Belakang : Kekurangan Energi Kronik (KEK) dialami oleh orang yang menderita Kekurangan protein dan energi saat dalam masa kehamilan, sehingga bisa menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu dan janin. Ibu hamil berisiko menderita Kekurangan energi kronik yang bisa diamati dengan mengukur lingkar lengan (LILA) di bawah 23,5 cm menyebabkan gangguan kesehatan, faktor yang mempengaruhi adalah status kesehatan, faktor umur, asupan gizi, berat badan, faktor ekonomi dan pengetahuan.Tujuan: untuk mengetahui faktor resiko kekurangan energi kronik (KEK) di Puskesmas Ponre Kabupaten Bulukumba. Metode:Jenis peneliian kuantitatif, lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Ponre Kabupaten Bulukumba , pada bulan April-Juni 2023.jumlah sampel yang diambil adalah 40 ibu hamil yang dimasukkan sesuai kriteria inklusi dan kriteria eksklusi dengan teknik pengambilan sampel menggunaan Purposive sampling. Instrumen studi yang dipakai adalah Kuesioner .Hasil penelitian: Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pendidikan (p=0, 001) dan pendapatan (p=0, 00) berhubungan dengan kejadian KEK. Di lain sisi paritas (p=0, 822) dan riwayat penyakit infeksi (p=100) tidak memiliki hubungan dengan kejadian KEK. Didapatkan 27 ibu hamil (67.5%) yang berpendidikan SD dan SMP, 2 ibu hamil (5.0 %) yang berpendidikan S1.3 ibu hamil (7.5%) yang memiliki pemasukan tinggi , 27 ibu hamil (67.5%)yang memiliki pemasukan rendah.18 ibu hamil (45.0%) yang diklasifikasikan paritas primipara, 22 ibu hamil (55.0%)yang diklasifikasikan paritas multipara.40 ibu hamil (100%)yang tidak menderita penyakit infeksi.17 ibu hamil (42.5%)yang tidak menderita KEK dan 23 (57.5%)yang menderita KEK. Kata Kunci: Kehamilan, Kekurangan Energi Kronik, Gizi
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL Akhfar, Kurniati; Komariyah, Siti; Saleh, Irma Suryani; Jusniati; Ramli, Kamrianti
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i1.174

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu hamil, terutama di negara berkembang. KEK terjadi akibat kekurangan asupan energi dan protein secara kronis. Di Indonesia, prevalensi KEK pada ibu hamil masih cukup tinggi. Berdasarkan data Puskesmas Balibo, terjadi 8 kasus KEK dari 38 ibu hamil pada tahun 2023. Faktor-faktor seperti pengetahuan, asupan gizi, indeks massa tubuh (IMT), pekerjaan, dan jarak kehamilan diduga berperan terhadap kejadian KEK. Tujuan: Mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balibo Kabupaten Bulukumba tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel sebanyak 20 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil: Prevalensi KEK sebesar 50%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,001), asupan gizi (p = 0,002), dan IMT (p = 0,025) dengan kejadian KEK. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pekerjaan (p = 1,000) dan jarak kehamilan (p = 1,000) dengan KEK. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian KEK (p = 0,001; OR = 0,395). Kesimpulan : ibu hamil dengan pengetahuan kurang memiliki peluang lebih besar mengalami KEK dibandingkan dengan ibu yang berpengetahuan baik.
PERAN TEKNIK ENDORPHIN MASSAGE DALAM MENDUKUNG INVOLUSIO UTERUS PADA IBU POSTPARTUM Akhfar, Kurniati; Saleh, Irma Suryani; Ramli, Kamrianti; Azis, Masyita
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i2.224

Abstract

Latar Belakang: Involusio uterus adalah berangsur-angsur menjadi kecil sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. Setelah plasenta lahir uterus merupakan alat yang keras karna kontraksi dan retraksi,otot-ototnya. Fundus uteri 3 jari dibawah pusat. Oleh karena itu, endorphin massage salah satu faktor yang membantu rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali kemasa pra-hamil dan mengurangi resiko perdarahan sehingga sesudah 2 hari ini uterus mengecil dengan cepat dan pada hari ke 10 tidak teraba lagi dari luar. Tujuan : penelitian ini adalah untuk Mengetahui Pengaruh Endorphin Massage Terhadap Involusio Uteri pada Ibu Post Partum di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda Makassar dan wilayah kerjanya. Metode: penelitian yang digunakan adalah Quasi-Eksperiment dimana populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu Post Partum yang melahirkan nomal di Rumah Sakit ibu dan Anak Ananda Makassar, sampel berjumlah 30 orang yang diambil melalu teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis menggunakan uji statistik Mann Whitney. Hasil: penelitian yang dilakukan menunjukan ada pengaruh endorphin massage terhadap involusio uteri pada ibu post partum di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda Makassar dan wilayah kerjanya dimana didapatkan nilai r = 0,000 < a = 0,05 dengan demikian maka H0 di tolak. Kesimpulan: Hasil menunjukkan endorphin massage memberikan pengaruh pada perubahan involusio uteri yang telah di berikan kepada 15 ibu postpartum dengan perubahan involusio uteri ada yang cepat dan ada yang lambat