Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Berbasis Alat Peraga Pada Rangkaian Listrik Sederhana di Sekolah Dasar Negeri 5 Jatimulyo, Lampung Selatan Pratiwi, Tisar Dewi; Putri, Mega Aulia; Yakin, Ainol; Apriana, Apriana; Hanan, Ridho; Nurbaiti, Novalia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret IN PROGRESS
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7947

Abstract

Pelatihan berbasis alat peraga merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa sekolah dasar memahami konsep sains yang bersifat abstrak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SD Negeri 5 Jatimulyo terhadap konsep rangkaian listrik sederhana melalui pelatihan berbasis alat peraga, mengenalkan fungsi komponen listrik, memahami hubungan antara sumber energi, pengantar dan beban, serta mengembangkan keterampilan proses sains siswa melalui aktivitas rangkaian seri dan paralel. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dasar tentang komponen listrik, simulasi penggunaan alat peraga, serta praktik penyusunan rangkaian seri dan paralel secara berkelompok. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 60 pada pre-test menjadi 85 pada post-test, serta peningkatan nilai minimum dari 20 menjadi 70. Selain itu, sebanyak 80% siswa memperoleh nilai di atas 70 pada post-test. Ha ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis alat peraga efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep rangkaian listrik sederhana dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran sains yang aplikatif di sekolah dasar.
Inovasi Media Pembelajaran Roket Air untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Tekanan dan Gaya pada Siswa SD Negeri 5 Jatimulyo, Lampung Selatan Pratiwi, Tisar Dewi; Putri, Mega Aulia; Nurbaiti, Novalia; Damayanti, Elvina; Apriana, Apriana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1155

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan (IPA) di sekolah dasar memerlukan pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman langsung agar siswa mampu memahami konsep-konsep sains secara konkret. Namun, pembelajaran IPA masih sering didominasi metode ceramah sehingga minat dan pemahaman siswa belm berkembang secara optimal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep tekanan udara dan gaya pada siswa SD Negeri 5 Jatimulyo, Lampung Selatan melalu pemanfaatan alat peraga roket air. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan eduktif-partisipatif dengan melibatkan siswa secara aktif salam proses pembuatan dan peluncuran roket air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai hasil belajar, perbaikan nilai minimum, serta meningkatnya keaktifan dan antusiasme siswa dalam pembelajaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga roket air efektif sebagai media pembelajaran IPA yang kontekstual dan mampu meningkatkan pemahaman konsep sains siswa sekolah dasar.
Identifikasi Ketebalan Lapisan Lapuk pada Area Rawan Longsor Menggunakan Metode Seismik Refraksi (Studi Kasus: Desa Kalirejo Kabupaten Kulonprogo) Muhardi Muhardi; Radhitya Perdhana; Muhammad Reza July Utama; Mitranikasih Laia; Tisar Dewi Pratiwi; Randha Ayu Nurwulandari
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v8i2.251

Abstract

Abstract. Kalirejo Village, Pengasih District, Kulonprogo Regency, is an area that is prone to landslides. The purpose of this study is to identify the weathering layer thickness, which is one of the triggering factors for landslides. This study was conducted using the seismic refraction method by applying two lines. Line 1 uses 24 geophones, has a distance of 1 meter between geophones, while Line 2 uses 24 geophones, has a distance of 2 meters between geophones. The results showed that the velocity of seismic wave propagation in the weathering layer for Line 1 was 400 m/s, and in the slip surface was 2,300 m/s. The weathering layer thickness on Line 1 is 7.6 - 9.8 meters and the slope is steep so that this location is predicted to have a potential landslide. While the velocity of seismic wave propagation in the weathering layer for Line 2 was 300 m/s, and in the slip surface was 2,200 m/s. The weathering layer thickness on Line 2 is at less than 2 meters, so this location is predicted not to have a landslide potential even though the slope is steep
Pengujian Kualitas Air Kemasan Minieral dengan Pengukuran Indeks Biasa Air Menggunakan Metode Difraksi Fraunhofer Tisar Dewi Pratiwi; Radhitya Perdhana; Mitranikasih Laia; Rohmawati Metaningrum
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 12 No. 02 (2024): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v12i02.406

Abstract

On a laboratory scale, water quality measurements generally use the degree of acidity (pH) and wather index. This study aims to implement simple physics equations with the tools we make by applying the principle of light diffraction. One of the parameters to determine the level of water quality can be through the measurement of the water index. We use the single-slit Fraunhofer diffraction method to measure the water index in mineral bottled water, including Tripanca, Grand and Aqua. Then the results are compared with the results of measuring the water index in turbid water. The results we obtained showed that Tripanca bottled water was 1.34 ± 0.16, Grand was 1.36 ± 0.39 and Aqua was 1.32 ± 0.51. Turbid water measurements get a water index value of 1.62 ± 0.003. When compared with the laboratory water index value of 1.33, the average bottled water has a water index that is lower than the laboratory water index, and turbid water has a water index that is greater than the laboratory water index. This is because the greater the value of the refractive index of water, it will inhibit light from entering the water medium, thereby reducing the quality of the water.   Keywords: Light diffraction, Refractive index of water, Water Mineral Content, Linear regression.
Pencegahan Kejadian Stunting Melalui Analisis Faktor pH Kualitas Air Minum Rumah Tangga Tisar Dewi Pratiwi; Yunita Widia Putri; Dewi Rakhmatia Nur
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i01.459

Abstract

Stunting is a social urgency in Indonesia that affects the development of health and intelligence of children. Based on data from the Ministry of Home Affairs the percentage of stunted toddlers in Bandar Lampung City is 0.8% or 520 toddlers of the 63,998 toddlers in all Bandar Lampung City Districts. Clean water is one of the causes of stunting. To find out the level Cleanliness of drinking water can be done by measuring the pH value using litmus paper. However, pH measurements are more accurate using Primary standard for calibrating glass electrodes and pH meters. This research aims to map and analyze the pH factors of drinking water as well as the mineral content of the water, so it is hoped that it can be used as a reference or rejection measure against the Bandar Lampung City government and the local community planning health services and human resources. The method This research carried out a survey the pH and metal content of water used for drinking and cooking in households in 19 sub-districts. The results of pH and electrolysis testing showed that the pH and water content in Bandar Lampung City varied greatly from 3.61 to 8.5. On the map, 95 measurement points are spread across sub-districts throughout Bandar Lampung City, with data interpolation tending to be colored yellow, green and blue. This is predicted because several areas in Bandar Lampung City are well maintained so that water quality is maintained and several other areas have experienced pollution and the water in these areas contains dangerous chemicals and even heavy metals.   Keywords: Water, Toddlers, pH, Mineral content of water, Stunting.  
Analisis Kawasan Pembangunan Bandara Udara Internasional Yogyakarta dalam Kajian Seismik Refraksi Tisar Dewi Pratiwi; Mitranikasih Laia; Rohmawati Metaningrum
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.461

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui studi awal dalam proses perencanaan pembangunan bandara udara internasional pada kawasan Yogyakarta khususnya di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Pembangunan bandara udara seharus mempertimbangkan beban berat pada masing-masing pesawat terbang yang akan beroperasi dikawasan tersebut dan dapat mengkaji struktur lapisan bawah permukaan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu menentukan kondisi lapisan bawah permukaan berdasarkan analisis kecepatan gelombang (Vp) dengan menggunakan metode seismik refrkasi. Pengukuran diakukan sebanyak sebelas lintasan dengan panjang lintasan yang diambil sebesar 92 meter. Data dari penelitian ini diolah menggunakan metode Hagiwara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu  pasir lepas dan endapan pasir. Sedangkan lapisan kedua yang diduga sebagai sand yang lebih kompak, lebih basah dan terdapat campuran lempung ditutupi oleh sand yang cukup tebal. Kondisi pembangunan bandara udara khususnya pada landasan pacu yang relatif datar dari aspek litologinya maka kondisi tersebut kurang medukung dalam segi pembangunan. Hal ini terjadi karena kondisi landasan pacu lebih dominan lapuk, lepas, sehingga diperlukan adanya proses pengerasan terlebih dahulu dengan kualitas yang    tinggi.   Kata kunci: Seismik Refraksi, Metode Hagiwara, Struktur Bawah Permukaan, Karakterisasi Geoteknik, Litologi