Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Masalah Himpunan Siswa SMP Kelas VII Ditinjau Dari Gender Indra Zulfayanto; Sinta Lestari; Tsamrotul Ilmiah; Mustangin
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2021): Mathline
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v6i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa perempuan dan laki-laki dalam menyelesaikan masalah himpunan. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberikan informasi tentang kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya masalah himpunan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Moyo Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 10. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Uji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode yaitu dengan membandingkan data hasil tes dengan hasil wawancara dengan subjek. Analisi data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, veririfikasi data dan penarikan kesimpulan. Dasar analisis data dalam penelitian ini menggunakan indikator kesalahan menurut Newman. Dari data penelitian diperoleh 5 kesalahan baik dari siswa laki-laki maupun perempuan, dengan persentase siswa laki-laki yaitu: kesalahan Reading error 70%, Comprehension error 80%, Transformation error 80%, Process skill error80%, Encoding error 80% . Sedangkan persentase dari siswa perempuan yaitu: kesalahan Reading error 5%,Comprehension error 95%, Transformation error 95%, Process skill error 95%, Encoding error 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang begitu mencolok antara kesalahan siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah himpunan kelas VII di SMPN 1 Moyo Utara.
PENGARUH DISPOSISI MATEMATIS DAN SELF CONCEPT TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Sinta Lestari; Ettie Rukmigarsari; Sikky El Walida
Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran Vol 16, No 19 (2021): Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.892 KB)

Abstract

 Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis dan self concept secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik, dan mengetahui pengaruh self concept terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada materi Aritmatika Sosial kelas VII SMP Islam Wajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Islam Wajak. Pemilihan sampel penelitian menggunakan non probability sampling dengan teknik sampling jenuh. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tes. Teknik analisis data dilakukan melalui limatahap, yaitu: uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas data, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh secara signifikan disposisi matematis dan self concept secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis, dimanabesar pengaruh disposisi matematis dan self concept secara bersama-sama terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis adalah 83,1%. Selanjutnya, ada pengaruh secara signifikan disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis, dimanabesar pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis adalah 42,1%. Terakhir, ada pengaruh secara signifikan self concept terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis, dimana besar pengaruh self concept terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis adalah 41%.Kata Kunci: Disposisi Matematis, Self Concept, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis
PELAKSANAAN PENEGAKAN SANKSI PIDANA DI BIDANG KETENAGAKERJAAN (Studi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur) Sinta Lestari
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Juli 2022
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinta Lestari, Budi Santoso, Syahrul Sajidin Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono Nomor 169 Malang e-mail: lsinta06@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penegakan sanksi pidana terhadap pengusaha/pemberi kerja yang diduga melakukan tindak pidana di bidang ketenagakerjaan. Penelitian ini menggunakan metodologi sosio legal dengan pendekatan yuridis sosiologis. Sedangkan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulakan bahwa penegakan sanksi pidana di bidang ketenagakerjaan merupakan tindakan represif yustisial sebagai langkah terakhir apabila tindakan preventif edukatif dan tindakan represif non yustisial tidak berhasil. Pengawasan tanpa adanya ancaman hukuman atau tindakan hukum akan melemahkan kredibilitas fungsi pengawasan ketenagakerjaan. Apabila Pengawasan Ketenagakerjaan hanya memiliki fungsi sebagai pemberi nasihat, maka Pengawas Ketenagakerjaan akan kehilangan otoritasnya. Pada saat yang bersamaan, pengawasan tanpa saran akan menjadi sangat legalistik dan akan menemui banyak ketakutan. Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah diatur mengenai perbuatan yang termasuk tindak pidana beserta sanksi pidana apabila ada yang melanggar, tetapi penegakan hukum ketenagakerjaan melalui sanksi pidana oleh Pengawas Ketenagakerjaan dan/atau sekaligus sebagai PPNS dilakukan secara Restorative Justice sedangkan pemberlakuan atau penjatuhan sanksi pidana dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan diterapkan secara Ultimum Remedium. Dari ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa sifat pidananya imperatif atau memiliki daya paksa dan telah memenuhi asas legalitas, sehingga ketika ada perbuatan yang diduga memenuhi unsur-unsur Pasal-Pasal tersebut maka upaya penyidikan mulai dilakukan, diikuti dengan penuntutan dan proses peradilan pidana. Namun, sebelumnya harus tetap mengedepankan tindakan preventif edukatif dan/atau represif non yustisial. Kata Kunci: Tindak Pidana di Bidang Ketenagakerjaan, Sanksi Pidana, Pengawas Ketenagakerjaan dan/atau sekaligus sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil ABSTRACT This research aims to analyze the enforcement of criminal sanctions imposed on employers/companies allegedly committing crimes regarding employment. This research employed socio-legal methods and socio-juridical approaches. Research data were analyzed using descriptive-qualitative techniques. The research results reveal that the enforcement of criminal sanctions in employment is a repressive judicial measure to be taken as the last step when preventive educative and repressive and non-judicial measures do not work. Supervision without any punishment or legal action will just weaken the credibility of the function of advisors, leading to disappearing authority. Similarly, supervision without any recommendations can be very legalistic and it will lead to fear. Law Number 13 of 2003 concerning Employment governs criminal offenses and sanctions imposed on violators, but the law enforcement in employment involving criminal sanctions imposed by employment supervisors and/or as an enquirer represented by a civil servant (PPNS) considers restorative justice, while sanction enforcement or imposition in Law Number 13 of 2003 concerning Employment is implemented according to Ultimum Remedium. The criminal provision set forth in Law Number 13 of 2003 concerning Employment is imperative and poses legal force; it meets legality principle, meaning that any indications relevant to what is set forth in law articles will lead further to inquiries, followed by a court trial, and preventive educative and/or repressive non-judicial remain to be prioritized. Keywords: criminal offenses in employment, criminal sanctions, employment supervision and/or enquirer represented by a civil servant.
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Masalah Himpunan Siswa SMP Kelas VII Ditinjau Dari Gender Indra Zulfayanto; Sinta Lestari; Tsamrotul Ilmiah; Mustangin
Mathline : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2021): Mathline
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/mathline.v6i1.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa perempuan dan laki-laki dalam menyelesaikan masalah himpunan. Manfaat dari penelitian ini yaitu memberikan informasi tentang kesalahan dalam menyelesaikan masalah matematika, khususnya masalah himpunan. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Moyo Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 10. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Uji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi metode yaitu dengan membandingkan data hasil tes dengan hasil wawancara dengan subjek. Analisi data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, veririfikasi data dan penarikan kesimpulan. Dasar analisis data dalam penelitian ini menggunakan indikator kesalahan menurut Newman. Dari data penelitian diperoleh 5 kesalahan baik dari siswa laki-laki maupun perempuan, dengan persentase siswa laki-laki yaitu: kesalahan Reading error 70%, Comprehension error 80%, Transformation error 80%, Process skill error80%, Encoding error 80% . Sedangkan persentase dari siswa perempuan yaitu: kesalahan Reading error 5%,Comprehension error 95%, Transformation error 95%, Process skill error 95%, Encoding error 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang begitu mencolok antara kesalahan siswa laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah himpunan kelas VII di SMPN 1 Moyo Utara.