Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Implementasi Kegiatan Imunisasi Posyandu dengan Menggunakan Juknis Imunisasi pada masa Pandemi Covid -19 Permatasari, Rahmi; Liliandriani, Andi
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 3 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i3.526

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari kegiatan posyandu khususnya kegiatan imunisasi posyandu dimasa Pandemi Covid-19. Peneliti ini bersifat deskriptif non eksperimental, menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan survey lapangan serta wawancara mendalam pihak posyandu dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan imunisasi posyandu Puskesmas Matakali. Pengambilan sampel manggunakan teknik purposive sampling hingga informasi yang dibutuhkan terpenuhi dan dilanjutkan dengan triangulasi data dan triangulasi sumber. Triagulasi data dilihat dari buku panduan yang di lihat dari Juknis Imunisasi pada Masa Pandemi Covid 19 yang dikeluarkan oleh Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI tahun 2020.Hasil penelitian menunjukan kegiatan imunisasi posyandu Puskesmas Matakali dimasa pandemic Covid-19 tetap dilaksanakan sesuai dengan prosedur imunisasi masa pandemic seperti tetap menjaga jarak antar peserta, memastikan peserta dan tenaga kesehatan dalam keadaan sehat mengatur jumlah peserta dan mengatur posisi tempat duduk, menyiapkan keperluan cuci tangan dan menghimbau masyarakat membawa kain sendiri untuk penimbangan dacin. Sempat terjadi penundaan kegiatan imunisasi di awal pandemi karena adanya pembatasan kegiatan. Selain itu untuk pasokan hazmat juga terbatas mengalami keterbatasan sehingga APD yang digunakan untuk imunisasi selanjutnya menggunakan APD lain seperti sarung tangan, apron, penutup kepala, dan protokol 3M. Kesimpulan yaitu posyandu Puskesmas Matakali menjalankan kegiatan imunisasi berdasarkan Juknis Imunisasi pada Masa Pandemi Covid 19
PERILAKU PERAWAT TERHADAP KEWASPADAAN UNIVERSAL DI UNIT GAWAT DARURAT PUSKESMAS MATAKALI KECAMATAN MATAKALI PADA MASA PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE 19 (COVID 19) Liliandriani, Andi; Asri, Asri; Hidayah, Nurul
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.675 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.2559

Abstract

Kewaspadaan Universal  yaitu langkah sederhana untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi yang ditularkan melalui darah dan cairan tubuh diantaranya pasien dan petugas kesehatan. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Matakali bahwa jumlah  dilaporkan pada bulan Februari 2021 terdapat 50 kasus terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID 19), dimana terdapat pula di ruang unit gawat darurat sebanyak 2 orang yang terinfeksi. Tujuannya yaitu mengetahui Perilaku Perawat Terhadap Kewaspadaan Universal di Unit Gawat Darurat Puskesmas Matakali Kecamatan Matakali Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 19 (COVID 19). Penelitian yang digunakan yaitu Deskriptif dengan pendekatan Observasional. Sedangkan populasi yaitu 24 perawat pelaksana di Unit Gawat Darurat diambil dengan cara Total Sampling. Cara pengambilan data dengan kuesioner dan menganalisisnya dengan analisis univariat distribusi frekuensi. Penerapan kewaspadaan universal yang dilakukan  berdasarkan perilku cuci tangan  lebih banyak terdapat dalam kategori baik  sekitar 23 orang ( 95,8%), memakai Alat Pelindung Diri (APD) lebih banyak terdapat dalam kategori baik sekitar 22 orang (91,7%), penegelolaan  alat kesehatan bekas pakai lebih banyak terdapat dalam kategori baik sekitar 21 orang (87,5 %),  Pengelolaan jarum suntik dan benda tajam sekitar 21 orang ( 87,5%) dan  Pengelolaan limbah infeksius lebih banyak terdapat sekitar 22 orang (91,7%). Sehingga  dapat disimpulkan bahwa Kewaspadaan Universal berperan penting untuk setiap tenaga kesehatan termasuk perawat guna untuk mencegah terjadinya peningkatan penyakit coronavirus disease 19 (COVID 19).
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENDERITA ASAM URAT Yusuf. S, Muh.; Abidin, Urwatil Wusqa; Liliandriani, Andi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.406 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1668

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakaukan pada tanggal 8 Januari 2020  pada warga Lingkungan Kiri-kiri dan Dara ditemukan 5 orang penderita asam urat, mereka belum menegetahui bahwa daun salam dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidanya pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada penderita di lingkungan Puskesmas Pekkabata Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan waktu Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita asam urat  di Lingkungan Puskesmas Pekkabata berjumlah 25 orang Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 5 orang Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisa univariat dan analis abivariat. Hasil penelitian bahwa sampel kadar asam uratnya diatas batas normal yaitu 6,4 mg/dl sampai 7,6 mg/dl dan setelah diberi air rebusan daun salam, kadar asam urat sampel sudah dalam batas normal  yaitu 3,5 mg/dl sampai 4,5 mg/dl ada pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat  Hal ini dilihat  dari hasil  uji statistik Mc-Nemar P-Value = 0.023<0.05 menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kadar asam urat antara sesudah diberi rebusan daun salam, dimana responden mengalami penuruna kadar asam urat setelah diberi rebusan daun salam.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMASA KABUPATEN MAMASA Apriana, Apriana; Abidin, Urwatil Wusqa; Liliandriani, Andi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.127 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1675

Abstract

Stunting sudah menjadi salah satu permasalaha gizi besar yang dihadapi dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting sendiri merupakan status gizi yang disebabkan oleh malgizi kronik, sehingga anak balita stunting bisa menjadi indicator kunci dari kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data dari Puskesmas Mamasa, jumlah stunting pada tahun 2017 sebanyak 194 balita, tahun 2018 sebanyak 132 balita dan pada tahun 2019 sebanyak 264 balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mamasa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mamasa Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah balita di Puskesmas Mamasa. Penentuan besaran sampel dengan menggunakan rumus Slovin sehingga besar sampel adalah 159 balita. Hasil analisis diketahui, bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa. (p = 0.001). Pemberian makanan pada balita berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa (p = 0.004). Riwayat penyakit infeksi berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa Kabupaten Mamasa.(p = 0.006).
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Di SMA Negeri 1 Polewali Muhrima, Iin; Liliandriani, Andi; Abidin, Urwatil Wusqa
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4738

Abstract

Penyakit menular seksual atau disebut juga penyakit kelamin merupakan penyakit yang dapat ditularkan dengan melakukan hubungan seksual baik itu melalui vaginal, anal ataupun oral. Selain itu, dapat pula di tularkan melalui transfuse darah dan penggunaan jarum suntik dengan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada remaja SMA Negeri 1 Polewali tentang penyakit menular seksual. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test & post-test dengan diantarai oleh kegiatan penyuluhan. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sample sebanyak 24 responden. Berdasarkan hasil analisis yang di dapatkan tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 1 Polewali Hasil pada kategori pengertian IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 responden (62.5%), Jenis – jenis IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (58.3%), Cara Penularan IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 10 responden (41.7%), Tanda dan gejala diperoleh tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (50%), Faktor Risiko diperoleh hasil sebanyak 11 responden (45.8%), Pencegahan IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik 15 responden (62.5%). Peneliti berharap ditingkatkannya kerjasama antar sektor pendidikan dengan kesehatan agar dapat bekerjasama dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan khususnya mengenai penyakit menular seksual dan kesehatan reproduksi.