Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Bayi Demam Pasca Imunisasi Diwilayah Kerja Puskesmas Buntu Malangka Kabupaten Mamasa Abidin, Urwatil Wusqa; Mukharrim, Muh Said; Hardianti, Hardianti
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.3205

Abstract

Demam setelah pemberian imunisasi merupakan suatu respon tubuh dari agen asing yang masuk ke dalam tubuh, dimana tubuh akan merespon dengan membentuk antibody terhadap agen asing tersebut. Demam pada bayi dapat ditangani dengan beberapa cara salah satunya melalui non farmokologi seperti bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres bawang merah terhadap bayi demam pasca imunisasi di Puskesmas Buntu Malangka. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan desain metode penelitian one group pretest and posttest design, sampel penelitian ini adalah 15 responden bayi yang demam setelah imunisasi di pilih secara accidental sampling. Hasil uji t berpasangan mean suhu tubuh sebelum 37,773 dan mean suhu tubuh sesudah kompres bawang merah 37,253, nilai significancy 0,000 (ρ < 0,005) maka Ha diterima dan Ho ditolak sehingga dapat diketahui Ada pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap bayi demam pasca imunisasi di Puskesmas Buntu Malangka. Untuk itu disarankan kepada petugas kesehatan maupun orang tua anak dapat menggunakan kompres bawang merah sebagai salah satu cara alternatif pengobatan dan tindakan lanjutan dirumah yang efektif untuk mengurangi dampak imunisasi seperti demam.                                                                                    
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENDERITA ASAM URAT Yusuf. S, Muh.; Abidin, Urwatil Wusqa; Liliandriani, Andi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.406 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1668

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakaukan pada tanggal 8 Januari 2020  pada warga Lingkungan Kiri-kiri dan Dara ditemukan 5 orang penderita asam urat, mereka belum menegetahui bahwa daun salam dapat menurunkan kadar asam urat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidanya pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada penderita di lingkungan Puskesmas Pekkabata Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan waktu Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita asam urat  di Lingkungan Puskesmas Pekkabata berjumlah 25 orang Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 5 orang Data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisa univariat dan analis abivariat. Hasil penelitian bahwa sampel kadar asam uratnya diatas batas normal yaitu 6,4 mg/dl sampai 7,6 mg/dl dan setelah diberi air rebusan daun salam, kadar asam urat sampel sudah dalam batas normal  yaitu 3,5 mg/dl sampai 4,5 mg/dl ada pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat  Hal ini dilihat  dari hasil  uji statistik Mc-Nemar P-Value = 0.023<0.05 menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan kadar asam urat antara sesudah diberi rebusan daun salam, dimana responden mengalami penuruna kadar asam urat setelah diberi rebusan daun salam.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN STUNTING DI PUSKESMAS MAMASA Abidin, Urwatil Wusqa; Permatasari, Rahmi; Yultrian, Stefani
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.3605

Abstract

Stunting berarti anak di bawah usia 5 tahun (bayi usia 5 tahun kebawah ) mengalami gagal tumbuh karena kurang gizi kronis, menyebabkan bayi sangat kecil pada seusianya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada kondisi yang alamiah (Natural Setting). Pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah sampel 90 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan secara kualitatif deskriktif.Hasil penelitiam ini menunujukan bahwa pemberian makanan tambahan telah sesuai dengan prosedur yang dimulai dengan pemantauan pertumbuhan hingga distribusi PMT ke balita gizi kurang. Akan tetapi, Pemberian makanan tambahan hanya diberikan pada saat posyandu melalui inisiatif kader posyandu dengan menarik iuran yang akan di alokasikan untuk memberikan PMT pada saat kegiatan posyandu setiap bulannya.Kisimpulkan bahwa pelaksanaan pemantauan pertumbuhan terkait program penanggulangan stunting telah berjalan dengan baik, pemantauan pertumbuhan dilakukan rutin setiap bulannya melalui posyandu ataupun pemantauan yang dilakukan di rumah anak balita stunting 
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAMASA KABUPATEN MAMASA Apriana, Apriana; Abidin, Urwatil Wusqa; Liliandriani, Andi
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.127 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.1675

Abstract

Stunting sudah menjadi salah satu permasalaha gizi besar yang dihadapi dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting sendiri merupakan status gizi yang disebabkan oleh malgizi kronik, sehingga anak balita stunting bisa menjadi indicator kunci dari kesehatan ibu dan anak. Berdasarkan data dari Puskesmas Mamasa, jumlah stunting pada tahun 2017 sebanyak 194 balita, tahun 2018 sebanyak 132 balita dan pada tahun 2019 sebanyak 264 balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mamasa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mamasa Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah balita di Puskesmas Mamasa. Penentuan besaran sampel dengan menggunakan rumus Slovin sehingga besar sampel adalah 159 balita. Hasil analisis diketahui, bahwa pengetahuan ibu berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa. (p = 0.001). Pemberian makanan pada balita berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa (p = 0.004). Riwayat penyakit infeksi berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mamasa Kabupaten Mamasa.(p = 0.006).
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS MASSENGA POLEWALI. Abidin, Urwatil Wusqa; Soerachmad, Yuliani; tahir, herlia
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4724

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu kondisi bayi lahir yang memiliki berat kurang dari 2500 gram. Organisasi Kesehatan Dunia juga melaporkan bahwa kekurangan berat badan saat lahir paling umum terjadi di negara berkembang di seluruh dunia, yaitu 96,5%. Angka kelahiran di Polewali Mandar total 8728 bayi yang mengalami BBLR sebanyak 489 bayi,  dimana 234 bayi berjenis kelamin laki-laki dan 255 bayi berjenis kelamin perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai kejadian BBLR di Puskesmas Massega Polewali. Jenis penelitian ini merupakan Deskriptif Kuantitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 312, pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 175 sampel.Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 175 responden secara keseluruhan adalah tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Massenga Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar tahun 2023 berada pada tingkat pengetahuan yang baik. 
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual Di SMA Negeri 1 Polewali Muhrima, Iin; Liliandriani, Andi; Abidin, Urwatil Wusqa
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 1 (2024): Peqguruang, Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.4738

Abstract

Penyakit menular seksual atau disebut juga penyakit kelamin merupakan penyakit yang dapat ditularkan dengan melakukan hubungan seksual baik itu melalui vaginal, anal ataupun oral. Selain itu, dapat pula di tularkan melalui transfuse darah dan penggunaan jarum suntik dengan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pada remaja SMA Negeri 1 Polewali tentang penyakit menular seksual. Jenis penelitian yang di gunakan yaitu penelitian quasi experiment dengan rancangan pre-test & post-test dengan diantarai oleh kegiatan penyuluhan. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sample sebanyak 24 responden. Berdasarkan hasil analisis yang di dapatkan tingkat pengetahuan remaja di SMA Negeri 1 Polewali Hasil pada kategori pengertian IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik sebanyak 15 responden (62.5%), Jenis – jenis IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (58.3%), Cara Penularan IMS diperoleh tingkat pengetahuan kurang sebanyak 10 responden (41.7%), Tanda dan gejala diperoleh tingkat pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (50%), Faktor Risiko diperoleh hasil sebanyak 11 responden (45.8%), Pencegahan IMS diperoleh tingkat pengetahuan baik 15 responden (62.5%). Peneliti berharap ditingkatkannya kerjasama antar sektor pendidikan dengan kesehatan agar dapat bekerjasama dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan khususnya mengenai penyakit menular seksual dan kesehatan reproduksi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI KECAMATAN ANREAPI Astuti, Astuti; Mukharrim, Muh. Said; Abidin, Urwatil Wusqa
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.3235

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 2 milyar kasus penyakit diare di seluruh dunia setiap tahun. Dari semua kematian anak balita karena penyakit diare, 78% terjadi di wilayah Afrika dan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare di wilayah kerja puskesmas anreapi kecamatan Anreapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya diare seperti tindakan ibu dalam memilih sumber air bersih yang digunakan untuk membuat makanan / minuman , namun tidak terdapat hubungan signifikan antara tindakan ibu dalam cara penyajian makanan terhadap kejadian diare. Atas dasar dari hasil penelitian ini maka disarankan bagi puskesmas, masyarakat dan bagi peneliti mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan judul pada penelitian dengan para petugas meningkatkan program-program yang telah dilaksanakan yang berkaitan dengan masalah penelitian tersebut, .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya diare seperti tindakan dalam memilih sumber air bersih yang digunakan untuk membuat makanan / minuman. terhadap kejadian diare pada Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Tahun 2022.Namun Berdasarkan hasil penelitian dan analisis variabel yang diteliti tentang kejadian diare terhadap warga Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.