Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktivitas Ekstrak dan Fraksi Daun Mahoni (Swietenia Mahagoni (L.) jacq pada Sel Hena Sari, Diah Komala
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v13i1.85

Abstract

Di antara jenis kanker pada wanita, Kanker serviks atau leher rahim merupakan penyebab kematian yang terbesar pada wanita di negara-negara berkembang. Tanaman herbal dijadikan penelitian sangat berkembang luas untuk menjadi alternatif terapi yang dianggap lebih efektif dengan efek samping yang minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak dan fraksi (Swietenia mahagoni (L.) Jacq.) pada sel hela. Penelitian ini menggunakan sel HeLa sebagai objek dan menggunakan beberapa konsentrasi dari ekstrak dan fraksi daun mahoni. Konsentrasi dari ekstrak etanol dan fraksi etil asetat memakai kadar konsentrasi 320µg/ml;160 µg/ml;80 µg/ml;40 µg/ml;20 µg/ml, sedangkan untuk fraksi etanol air dan fraksi n-heksan memakai kadar konsentrasi 160 µg/ml;80 µg/ml;40 µg/ml;20 µg/ml, untuk cisplatin memakai kadar dosis 200;100;50;25. Hasil yang didapatkan nilai IC ekstrak ethanol sebesar 236,33 µg/ml; fraksi n-heksan 130,05 µg/ml; fraksi etil asetat 63,5 µg/ml; fraksi ethanol air 164 µg/ml. Sehingga dari hasil IC 50 50 diketahui fraksi aktif dari daun mahoni adalah fraksi etil asetat. Setelah penelitian disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun mahoni memiliki aktivitas sitotoksik.
Pemeriksaan Gula Darah untuk Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Diabetes mellitus di Desa Sungsang IV Iqbal, Muhammad; Widayanti, Gusti Ayu; Sari, Diah Komala; Arifah, Nur; Aprillia, Ina
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.6827

Abstract

Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya tinggi di masyarakat, namun sering luput dikenali pada tahap dini. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak awal. Masyarakat pesisir, termasuk Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, memiliki keterbatasan akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin sehingga upaya deteksi dini menjadi sangat penting. Program pengabdian ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan diabetes melalui pemeriksaan gula darah dan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), pengisian kuesioner terkait identitas dan riwayat kesehatan, serta edukasi langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Sebanyak 32 peserta berusia 22–70 tahun mengikuti kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan sebagian besar peserta memiliki kadar gula darah normal, namun terdapat beberapa dengan kadar tinggi dan rendah yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Edukasi yang diberikan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kondisi kesehatannya serta pentingnya pola makan dan gaya hidup sehat. Kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan gula darah rutin sebagai langkah pencegahan diabetes dan mendukung SDG 3.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Sungsang IV melalui Skrining Tekanan Darah untuk Pencegahan Hipertensi dan Hipotensi Ayu, Gusti; Arifah, Nur; Aprillia, Ina; Sari, Diah Komala; Iqbal, Muhammad
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v10i1.6844

Abstract

Kelainan tekanan darah, baik hipertensi maupun hipotensi, merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini. Masyarakat pesisir memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan tekanan darah akibat pola konsumsi dan gaya hidup tertentu. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui skrining tekanan darah dan edukasi kesehatan. Kegiatan dilakukan pada hari Minggu pagi dan diikuti oleh 32 orang masyarakat dengan rentang usia 22–70 tahun. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter serta pemberian edukasi secara langsung berdasarkan hasil pemeriksaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 21,9% peserta terindikasi mengalami hipertensi dan 3,1% hipotensi, sementara 75% lainnya berada pada kategori tekanan darah normal. Peserta dengan hipertensi umumnya berada pada usia lanjut dan memiliki riwayat penyakit penyerta, sedangkan hipotensi ditemukan pada usia muda dengan faktor risiko tertentu. Antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat selama kegiatan menunjukkan respons yang positif terhadap program ini. Kegiatan skrining dan edukasi tekanan darah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kelainan tekanan darah.