Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Studi Evaluasi Manajemen Konstruksi Pekerjaan Galian Batu dengan Peledakan pada Bangunan Pelimpah Proyek Pembangunan Bendungan Budong-Budong Simamora, Waldemar Victoryno; Naufal, Aflahan; Herwindo, Wildan; Riyanto, Didit Puji
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 3, No 1 (2024): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v3i1.59

Abstract

Salah satu tujuan utama pembangunan infrastruktur di Indonesia oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal menjaga ketahanan pangan dan ketahanan air adalah pembangunan bendungan. Saat ini salah satu bendungan yang sedang masa konstruksi adalah Bendungan Budong–Budong. Dalam suatu konstruksi bendungan diperlukan pembangunan bangunan pelengkap untuk menunjang berdirinya suatu bangunan bendungan. Pada pembangunan struktur bangunan pelimpah terdapat item pekerjaan galian. Pada pekerjaan galian tersebut dikategorikan menjadi galian tanah mekanis, galian batu mekanis menggunakan alat Excavator Hydraulic Breaker, dan galian batuan keras menggunakan peledakan (blasting). Sistem galian batuan keras menggunakan blasting dilakukan dengan metode peledakan terbuka yang dilakukan dengan waktu terbatas atau saat tidak ada kegiatan operasi pekerjaan. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui metode pelaksanaan dan estimasi biaya yang diperlukan pada pekerjaan galian batu dengan peledakan (blasting) pada bangunan pelimpah Bendungan BudongBudong. Metode penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dengan melakukan observasi atau pengamatan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, metode pelaksanaan dalam pekerjaan peledakan (blasting) galian batuan keras pada bangunan pelimpah (spillway) proyek pembangunan Bendungan Budong-Budong meliputi persiapan, pengeboran (drilling), pengisian (charging), checklist, pengecekan lokasi peledakan, peledakan (blasting), loading dan hauling hasil peledakan. Dalam lima kali observasi yang telah dilakukan, estimasi biaya dalam pekerjaan peledakan ini sudah efisien sebesar 24,55% dengan pendapatan bersih sebesar Rp231.120.492,41.
SOSIALISASI PENERAPAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KABUPATEN SEMARANG Hetwisari, Tia; Herwindo, Wildan; Bumi, Ingerawi Sekaring; Patiroi, Andi; Aryani, Tri
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.8406

Abstract

Getasan is a sub-district in Semarang Regency, Central Java, Indonesia which is located on the slopes of Mount Merbabu between Salatiga City and Magelang Regency. Batur is one of the villages in the Getasan Sub-District and is famous as one of the vegetable-producing areas in Semarang Regency. Utilization of water resources for vegetables in Batur Village currently still relies heavily on conventional irrigation which requires quite a lot of water. The implementation of a drip irrigation system is expected to be an alternative to save water use, especially during the dry season, so that vegetable production can continue throughout the year. The drip irrigation system technology implemented in Batur Village, Getasan Sub-District, Semarang Regency, needs to be known and understood by the public. Therefore, socialization as a transfer of knowledge about drip irrigation technology is needed, including community involvement in the process of installing/creating a pilot application of a drip irrigation system in their area. The results achieved in implementing this community service are the delivery of information regarding the benefits of drip irrigation technology, drip irrigation design, as well as operational and maintenance patterns of drip irrigation networks.
Penilaian Kinerja Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat Indonesia Prasetyo, Wahyu; Nisa’, Febe Khoirun; Herwindo, Wildan
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 2 (2023): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i2.74

Abstract

Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Indramayu memiliki permasalahan dalam pembagian air yang tidak merata. Kelebihan air terjadi di bagian hulu dan kekurangan air terjadi di bagian hilir. Hal tersebut diakibatkan oleh penurunan prasarana fisik terutama saluran irigasi tersier dan kurang optimalnya kegiatan operasi dan pemeliharaan sehingga berpengaruh pada produktifitas tanam. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian kinerja saluran irigasi tersier untuk memeriksa kondisi saluran tersier khususnya saluran BD 5 Ki.2 di Daerah Irigasi Rentang. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi lapangan dengan melakukan penelusuran saluran irigasi tersier yaitu pengukuran dimensi penampang saluran, sedimentasi, serta panjang kerusakan saluran. Berdasarkan hasil walkthrough kondisi kinerja saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 menunjukkan bahwa kondisi saluran kurang baik dengan nilai kinerja saluran irigasi 52,81%.  Hasil pengukuran debit menggunakan metode apung di ruas BD 5 Ki.2-T1 (Q1) = 3,22 m3/s, ruas T1-T2 (Q2) = 1,43 m3/s, T2-K1 (Q3) = 0 m3/s. Sementara nilai debit rencana Q1 = 0,106 m3/s, Q2 = 0,072 m3/s dan Q3 = 0,042 m3/s. Penilaian kondisi kinerja saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 kurang baik dikarenakan terjadi penurunan debit aliran di saluran irigasi tersier BD 5 Ki.2 Daerah Irigasi Rentang.
Pengembangan Awal Alat Pemanen Alga Sistem Rotating Filtered-Drum Untuk Perbaikan Kualitas Air di Perairan Tergenang Bahri, Syamsul; Arisanto, Pranu; Suhardi, Suhardi; Herwindo, Wildan
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 2, No 2 (2023): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v2i2.76

Abstract

The phenomenon of overgrowth of green algae and cyanobacteria indicates a serious aquatic environmental problem from eutrophication. In aquatic ecosystems, algae are an integral part of the ecological system. But when there is abundant algae growth in the waters it causes the phenomenon of harmful alga blooms. Algae that were previously invisible, due to clumping, this group becomes invisible to the eye. The follow-up impact of the algae blooms is fish death, due to lack of oxygen at night. Algal masses that are swept by the wind onto the shores of bays and reservoir shores cause buildup and decay. Among the efforts that can be made in dealing with the phenomenon of abundant algae in waters is harvesting. In this study, the technique of harvesting by filtration and centrifugal rotation in a drum was applied. The purpose of this study was to design and build a filtration system algae harvester with a Rotating Filtered-Drum type. The results of preliminary research on filtration of water contaminated with algae from the facultative pond of the Bojongsoang-Bandung WWTP by gravity showed that the T 165 filter was able to reduce TSS levels as an indicator of algae by 72.85%. The Rotating Filtered-Drum tool requires further research for operational trials using pool water contaminated with algae. Keywords: algal blooming, lentic waters, euthrophic, green algae, cyanobacteria.
Penerapan Teknologi Destilasi Sebagai Alternatif Penyediaan Air Bersih Di Kabupaten Kendal Herwindo, Wildan; Bumi, Ingerawi Sekaring; Puspita, Annisa Sila; Sulistianingsih, Anis; Iryanti, Yuny; Bahri, Syamsul; Patiroi, Andi; Hetwisari, Tia
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): (Article on Progress)
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.569

Abstract

Coastal areas in northern Java are experiencing tidal flooding due to a combination of land subsidence, sea level rise, and climate change. This situation has a direct impact on the community's limited access to fresh water for domestic needs. The availability of seawater in the surrounding area can be utilized as an alternative source of clean water. An alternative that can applied to address this problem is distillation technology as an appropriate technology for processing seawater into fresh water. Distillation technology is relatively simple, does not require complex systems, and can be developed and replicated in various coastal locations. Through this community service activity, training was provided to the community on the working principlesand operation of distillation. The activity results have shown a positive response, showed by increased community understanding and skills in seawater treatment, as well as growing awareness of the importance of utilizing technologies.