Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MUTIARA PGSD

Perbedaan Hasil Belajar Antara Penggunaan Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Dengan Metode Ceramah Pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Heldie Bramantha; Ristin Meliandani
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.5

Abstract

Dalam pembelajaran Matematika, guru masih selalu menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang berlangsung mempunyai kesan monoton dan didominasi oleh guru. Pembelajaran yang demikian akan membuat siswa  jenuh. Model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat dijadikan model alternatif dalam pembelajaran Matematika. Dengan penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran Matemtika. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar Matematika antara penggunaan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD kecamatan Besuki.. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu quasi experimen design. Analisis statistik yang digunakan yaitu korelasi biserial untuk uji validitas dan cronbach’s alpha untuk  ujireliabilitas  instrumen.  Metode  lilliefors  untuk  menguji  normalitas data, metode Fisher untuk uji homogenitas dan uji t untuk uji hipotesis. Semua  penghitungan  tersebut  diolah  dengan  menggunakan  program MS.  Office  Excel  2007.  Hasil  penelitian  menunjukkan  rata-rata  skor  hasil belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 79,67 dan kelas kontrol sebesar 60,4. Ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai thitung = 6,127. Harga ttabel dengan dk = 53 dan α = 0,05 yaitu 2,0057. Hal ini berarti thitung > ttabel  (6,127 > 2,0067), sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar  Matematika  antara penggunaan  model  pembelajaran  Course  Review Horay (CRH) dengan metode ceramah pada siswa kelas III SD di gugus 2 kecamatan Besuki.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V di MI Jauharul Ulum Vidya Pratiwi; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 1 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan berpikir kritis siswa yang beragam. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam matematika, terutama dalam mengerjakan soal. Pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari menjadikan matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Matematika memiliki peranan penting dalam membentuk dan mengembangkan keterampilan berpikir nalar, logis, sistematis dan kritis. berpikir kritis adalah proses berpikir untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut bisa didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman atau komunikasi. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Peningkatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan karena berpikir kritis dan matematika merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Materi matematika dipahami melalui berpikir kritis dan berpikir kritis dilatih melalui serangkaian proses dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk mencoba meneliti, dengan mengambil judul ”Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas V Di MI Jauharul Ulum” Permasalahan yang dikemukakan adalah : bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika di MI Jauharul Ulum?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana yang diteliti adalah bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil peelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir siswa paling rendah berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 0 (tidak kritis) dan kemampuan berpikir paling tinggi berada pada Tingkat Kemampuan Berpikir (TBK) 1 (kurang kritis).
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada Siswa Sekolah Dasar Nurul Maulidya; Heldie Bramantha
MUTIARA PGSD Vol. 1 No. 2 (2024): MUTIARA PGSD
Publisher : CV. Sekawan Siji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63440/mutiarapgsd.v1i2.14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa mengunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada siswa kelas III Madrasah Ibtidaiyah Misbahul Jadid. Jenis penelitian ini adalah Penilitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 4 langkah yaitu perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian sebenyak 16 siswa.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tiap siklus dilakukan dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dalam pembelajaran matematika materi perbandingan pecahan. Pengumpulan data dalam penelitian yang dilakukan adalah berupa lembar soal dan lembar observasi guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa mengalami peningkatan. Sebelum adanya tindakan, siswa yang tuntas hanya 5 siswa atau sebesar 40,62%, pada siklus 1 jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 12 siswa dengan persentase 75 % dan pada siklus 2 menunjukkan bahwa terdapat 15 siswa yang tuntas dengan presentase 93,75 % sudah memenuhi KKM.