Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Restoran di Kabupaten Garut Astuti, Sri; Alkautsar, Muslim; Ungkari, Marti Dewi
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v5i1.1710

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan wajib pajak restoran di Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan berupa angket dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak restoran di Kabupaten Garut tahun 2018 mendapatkan kriteria kurang patuh, sedangkan setiap kriteria kepatuhan wajib pajak yang diukur dari aspek pemenuhan kepatuhan formal dan material memiliki kriteria kepatuhan, kepatuhan wajib pajak dinilai dari aspek kepatuhan. kesadaran wajib pajak mendapatkan kriteria. kurang patuh dan kepatuhan wajib pajak dinilai dari aspek pemahaman peraturan perundang-undangan memiliki kriteria tidak patuh.
Analisis Proses Pemungutan Pajak Hiburan di Kabupaten Garut Sanita, Putri Seni; Alkautsar, Muslim; Basit, Acep Abdul
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v6i1.1723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemungutan pajak hiburan di kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut Jl Otto Iskandardinata No.278, Tarogong Kidul, Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dari wawancara dengan petugas Bapenda Kab. Garut dan wajib pajak hiburan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan dokumen lainnya. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam proses pemungutan pajak hiburan dilakukan dengan sistem Self Assessment dan prosedur pemungutan telah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada, namun masih terdapat wajib pajak yang tidak mau mendaftarkan usahanya dan masih terdapat wajib pajak yang telat membayar pajaknya.
Analisis Proses Pemungutan Pajak Hotel di Kabupaten Garut Yuliana, Lina; Alkautsar, Muslim; Nurlaela, Lina
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v6i2.1730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang dilaksanakan dalam pemungutan pajak hotel dan untuk mengetahui hambatan dalam pemungutan pajak hotel. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan jenis data kualitatif. Konsep penelitian yang digunakan yaitu 4 informan dari pihak BAPENDA dengan fokus penelitian pada proses pemungutan. Sumber data yang digunakan adalah sumber primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksidata, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi.Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa prosedur pemungutan yang dilaksanakan telah sesuai dengan UU No 28 Tahun 2009, namun tetap ada hambatan yang disebabkan oleh wajib pajak itu sendiri yaitu kurangnya kesadaran baik dalam pendaftaran, pelaporan maupun pembayaran, kurangnya pemahaman dan ketidakjujuran dalam melaporkan omzet.
Analisis Penentuan Tarif Poliklinik Menggunakan Metode Activity Based Costing Pada Klinik Sehat Bagendit Nurfadillah, Fatimah Nida; Alkautsar, Muslim; Syakinah, Fitri
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v8i1.3055

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tarif poliklinik dengan menggunakan metode activity based costing. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan dengan cara wawancara, dan dokumentasi dengan mengolah data secara reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan tarif poliklinik menggunakan metode activity based costing memiliki tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan tarif yang berlaku saat ini. Hal ini disebabkan perhitungan tarif poliklinik yang berlaku saat ini hanya menggunakan satu cost driver sedangkan metode activity based costing menggunakan lebih dari satu cost driver.
Analisis Penerapan PSAK 24 terhadap Imbalan Kerja Jangka pada PT. Campina Ice Cream Industry TBK Fadhlurrahman, Fakhri Rizki; Alkautsar, Muslim; Nurlaela, Lina
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i1.3144

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat memahami dan menganalisis penerapan PSAK 24 pada karyawan jangka pendek. keuntungan dari PT.Campina Ice Cream Industry Tbk.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan PT. Campina Ice Cream Industry Tbk pada tahun 2020. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dan penelitian dokumenter guna memperoleh data yang akurat. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan pengukuran dan pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk telah mematuhi PSAK No. 24 terhadap imbalan kerja jangka pendek dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai perbandingan PSAK 24 dan SAK EP khususnya imbalan kerja jangka pendek. Dalam penelitian ini penulis fokus pada PSAK 24 sesuai dengan judul penelitian. Untuk cuti berbayar PT. Campina Ice Cream Industry Tbk mengaku terbagi dalam dua kategori, yakni Cuti Akumulasi dan Cuti Tidak Akumulasi. Untuk bagi hasil dan bonus, perusahaan mempunyai kewajiban konstruktif atau hukum untuk membayar bonus tersebut dan terdapat praktik pemberian bonus tersebut di masa lalu. Hal ini terlihat dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai pengakuan dan pengukuran serta pengungkapan imbalan kerja jangka pendek pada PT. Campina Ice Cream Industry Tbk.
Analisis Laju Pertumbuhan Penerimaan Pajak Restoran dan Hotel di Kabupaten Garut Natasya, Geva; Alkautsar, Muslim; Nurlaela, Lina
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v7i2.3146

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui laju pertumbuhan penerimaan pajak, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. mempengaruhi perubahan laju pertumbuhan penerimaan pajak, dan mengetahui upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah dengan fokus pada dua objek pajak daerah yaitu pajak restoran, dan pajak hotel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan kualitatif Pendekatan Sumber data penelitian diperoleh dari Data Sasaran dan Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (Sekunder).Teknik pengumpulan data menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research), dokumentasi, dan wawancara.Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, display , dan penarikan kesimpulan. Alat analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pertumbuhan penerimaan pajak selama 5 tahun dari tahun 2017-2021 dan rata-rata tingkat pertumbuhan pajak restoran dan pajak hotel berada pada kisaran kriteria tidak berhasil. Hal ini diperkuat dengan analisis SWOT, rumusan strategi yang dihasilkan dari analisis tersebut adalah terdapat hal-hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan yaitu dengan meningkatkan dan mempertahankan pengelolaan pajak restoran dan hotel, meningkatkan kerjasama dengan lembaga atau swasta. pihak, dan membentuk program intensifikasi dan ekstensifikasi. Faktor yang menghambat penerimaan pajak daerah adalah pandemi COVID-19, pendataan wajib pajak yang tidak merata, dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak yang terutang. Upaya yang dilakukan Bapenda adalah dengan menambah petugas baru dan memberikan bimbingan teknis kepada pemungut pajak yang bertugas melakukan pendataan, pemeriksaan, dan pemungutan pajak. Serta memberikan kebijakan relaksasi selama 3 bulan untuk meringankan pengusaha baik hotel maupun restoran di masa pandemi, serta melakukan penegasan hukum dan sanksi.
Implementasi Kebijakan Pemungutan Pajak Reklame Di Kabupaten Garut Hardianti, Tantri; Alkautsar, Muslim; Syakinah, Fitri
Jurnal Wahana Akuntansi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Wahana Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jwa.v8i1.3172

Abstract

Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemungutan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori George Edward III. Pajak reklame adalah salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat potensial untuk pembiayaan tinggi dari warga Negara Indonesia yang mempunyai kewajiban perpajakan dan juga sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metodologi kualitatif pendekatan deskriptif.  Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemungutan pajak reklame di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut sudah berjalan cukup baik diantaranya yaitu sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Sedangkan ditinjau dari komunikasi masih kurang optimal karena terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan pada Badan Pendapatan Daerah. Selain itu terdapat kendala yang peneliti temukan dalam pemungutan pajak reklame ini seperti kurangnya sosialisasi tentang pemungutan pajak reklame dan kurangnya tingkat kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak. Maka dari itu, upaya yang perlu dilakukan yaitu sosialisasi yang berkala oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Garut setidaknya 3 kali dalam setahun.
Strategies to Enhance the Productivity of Yellow Bean Coffee Through Seed Certification and Value-Added Nursery Practices Hermina, Tinneke; Alkautsar, Muslim; Romdhon, Mochamad; Fauziah, Hanifah; Basit, Acep Abdul
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i1.1933

Abstract

This study aims to develop strategic approaches to enhance the productivity of Yellow Caturra coffee cultivated in Mount Mandalagiri, Garut Regency, Indonesia. Since 2012, Mandalagiri coffee farmers have experienced a decline in yields, primarily due to the use of seedlings that are not well-suited to the volcanic soil conditions of the region. Although the area possesses significant potential for coffee cultivation expansion through the national social forestry programme, the availability of certified Yellow Caturra seedlings remains limited. This research employed a qualitative descriptive approach to obtain an in-depth understanding of the certification process for Yellow Caturra nurseries and the potential value added from nursery activities to improve productivity. Data were analysed using the SOAR framework (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) to identify strategic priorities for sustainable productivity enhancement. The findings highlight three main strategies: (1) the selection of superior Yellow Caturra parent plants and the integration of Good Agricultural Practices (GAP) within nursery operations to ensure seed certification; (2) capacity building and skill enhancement for seed breeders to strengthen the quality and scalability of seedling production; and (3) the promotion of Yellow Caturra coffee as Garut’s distinctive specialty product. These strategies underline the critical roles of certification, human resource development, and regional branding in improving productivity and ensuring the long-term sustainability of coffee cultivation in Mandalagiri.
Strategies to Enhance the Productivity of Yellow Bean Coffee Through Seed Certification and Value-Added Nursery Practices Hermina, Tinneke; Alkautsar, Muslim; Romdhon, Mochamad; Fauziah, Hanifah; Basit, Acep Abdul
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i1.1933

Abstract

This study aims to develop strategic approaches to enhance the productivity of Yellow Caturra coffee cultivated in Mount Mandalagiri, Garut Regency, Indonesia. Since 2012, Mandalagiri coffee farmers have experienced a decline in yields, primarily due to the use of seedlings that are not well-suited to the volcanic soil conditions of the region. Although the area possesses significant potential for coffee cultivation expansion through the national social forestry programme, the availability of certified Yellow Caturra seedlings remains limited. This research employed a qualitative descriptive approach to obtain an in-depth understanding of the certification process for Yellow Caturra nurseries and the potential value added from nursery activities to improve productivity. Data were analysed using the SOAR framework (Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results) to identify strategic priorities for sustainable productivity enhancement. The findings highlight three main strategies: (1) the selection of superior Yellow Caturra parent plants and the integration of Good Agricultural Practices (GAP) within nursery operations to ensure seed certification; (2) capacity building and skill enhancement for seed breeders to strengthen the quality and scalability of seedling production; and (3) the promotion of Yellow Caturra coffee as Garut’s distinctive specialty product. These strategies underline the critical roles of certification, human resource development, and regional branding in improving productivity and ensuring the long-term sustainability of coffee cultivation in Mandalagiri.