Durenan Road in Trenggalek Regency is classified as a primary arterial road that plays a critical role in inter-city connectivity but is prone to pavement deterioration due to high traffic volumes, especially from heavy vehicles. This study aims to evaluate the extent of pavement damage using the Pavement Condition Index (PCI) method and propose suitable maintenance strategies. A quantitative research approach was adopted by conducting a visual field survey along a 1-kilometer road section, divided into ten 100-meter segments. Data were collected on types of damage, severity levels, and dimensions, followed by calculations of damage density, deduct value (DV), total deduct value (TDV), and corrected deduct value (CDV) to determine the PCI for each segment. Results showed common damage types such as potholes, alligator cracking, and patching, with varying severity. The average PCI value was 52, categorized as “Fair,” while the lowest segment recorded a PCI of 22, classified as “Very Poor.” The study recommends periodic maintenance including crack sealing, pothole repair, and light overlay for deteriorated segments. Improvements to roadside drainage systems are also advised to prevent water-related damage. The PCI method proved effective in assessing pavement conditions and prioritizing road maintenance actions in a structured and data-driven manner. Abstrak Jalan Durenan di Kabupaten Trenggalek merupakan jalan arteri primer yang vital sebagai penghubung antar kota, namun mengalami kerusakan akibat tingginya volume lalu lintas, terutama kendaraan berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) serta memberikan rekomendasi penanganan yang tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei visual lapangan terhadap segmen jalan sepanjang 1 km yang dibagi menjadi 10 segmen, dilanjutkan dengan perhitungan Density, Deduct Value (DV), Total Deduct Value (TDV), dan Corrected Deduct Value (CDV) untuk memperoleh nilai PCI masing-masing segmen. Hasil menunjukkan jenis kerusakan dominan berupa lubang, retak acak, dan tambalan dengan tingkat keparahan bervariasi. Nilai PCI rata-rata adalah 52 yang masuk kategori “Sedang (Fair)”, dengan segmen terburuk mencapai nilai 22. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan dilakukan pemeliharaan rutin seperti penambalan, pengisian retak, dan rehabilitasi ringan berupa overlay pada segmen dengan kerusakan signifikan. Selain itu, sistem drainase juga perlu ditingkatkan untuk mencegah kerusakan berulang akibat genangan air. Metode PCI terbukti efektif dalam mengevaluasi kondisi jalan dan membantu penentuan prioritas perbaikan infrastruktur secara tepat guna.