Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Buana Ilmu

PENGARUH PARAMETER TEMPERATUR QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO REAR HUB SPINDLES Murtalim; Fathan Mubina Dewadi; Amir; Wanri Saputra Sigalingging
BUANA ILMU Vol 5 No 2 (2021): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i2.1507

Abstract

Perkembangan teknologi terutama dalam pengerasan logam mengalamai kemajuan yang sangat pesat. Perlakuan panas didefenisikan sebagai kombinasi operasi pemanasan dan pendinginan yang terkontrol dalam keadaan padat untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada baja/logam atau paduan. Salah satu metode perlakuan panas tersebut dengan proses quenching. Proses perlakuan ini pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu, lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat, baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perubahan sifat mekanik dan struktur mikro yang terjadi pada material rear hub spindle yang digunakan untuk gigi power thresher setelah megalami proses perlakuan panas dengan media pendinginan oli. Dari hasil pengujian kekuatan bahan memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tertingi terdapat pada specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekuatan 602,46 N/mm2 dan nilai kekuatan terkecil pada spesimen uji yang diberi proses perlakuan panas pada temperatur 825 0C dengan nilai kekuatan tarik 537,50 N/mm2. Nilai kekerasan bahan tertinggi terdapat pada spesimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 875 oC dengan nilai kekerasan 219 HVN dan nilai kekerasan terkecil terjadi specimen uji yang diberi perlakuan panas pada temperatur 825 oC dengan nilai kekerasan 168 HVN. Dari hasil pengujian mikro struktur memperlihatkan bahwa diameter butiran bahan menunjukkan menurunnya diameter butiran selama proses hardening dengan quenching oli dimana semakin kecil diameter butiran maka sifat mekanis bahan meningkat. Kata Kunci : Rear Hub Spindles, Perlakuan panas, Sifat Mekanik, Struktur mikro
PEMODELAN REAKTOR BIOGAS MENGGUNAKAN MODEL SISTEM DINAMIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN BIAYA PEMBUATAN Amir; Murtalim
BUANA ILMU Vol 6 No 1 (2021): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v6i1.2004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model sistem dinamik yang menggambarkan hubungan sub-sistem proses biogas, sosial ekonomi, dan sumber bahan bakar alternatif pada reaktor biogas. Sumber bahan biogas pada penelitian ini adalah kotoran sapi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membuat prediksi kondisi dan produksi biogas untuk 5 tahun ke depan. Model disusun menggunakan pendekatan sistem dinamik. Variabel yang menjadi faktor dalam model adalah jumlah dan komposisi kotoran sebagai bahan alternatif, proses kimia pada reaktor biogas, dan kondisi sosial ekonomi peternak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran tentang proses reaksi biogas, sehingga dapat memprediksi produksi dan efisiensi yang dihasilkan dari reaktor biogas. Penelitian ini juga diharapkan mampu memprediksi ukuran dan spesifikasi biogas yang efektif sehingga dapat memberikan masukan untuk rekayasa reaktor biogas. Kata kunci: Biogas; digester; kotoran sapi; sistem dinamik.
ANALISIS KERUSAKAN PADA RANTAI CONVEYOR Amir; Murtalim; Muhammad chusnan Apriyanto; Muhamad Arif Rahman; Abel Alfarez
BUANA ILMU Vol 5 No 1 (2020): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v5i1.2005

Abstract

Conveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain. Conveyor banyak dipakai di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan. Banyak jenis coveyor yang di gunakan di dunia industri di antara nya conveyor yang berbentuk rantai dengan disc teplon di selang satu setiap rangkaian rantai nya yang berjalan di dalam pipa. Untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bagian rantai vonveyor tersebut, maka dilakukan beberapa pengujian seperti pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan. Berdasarkan pengamatan secara visual dan Pengujian komposisi kimia, Pengujian metalografi, pengujian kekerasan, dan analisa terhadap material rantai konveyor yang mengalami patah/putus, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Penyebab terjadinya patah/putusnya rantai konveyor yaitu dikarenakan material rantai konveyor tersebut memiliki konsentarsi tegangan dan kekerasan yang tinggi sehingga menjadi daerah yang rawan dan kritis terhadap fatique akibat tidak adanya PWHT (Post Welding Heat Treatment), tinginya nilai kekerasan pada daerah HAZ ini dapat mengakibatkan dearah tersebut semakin rentan terhadap putusnya material rantai konveyor tersebut. Kata kunci: rantai, conveyor, komposisi kimia, metalografi, kekerasan
OPTIMASI JUMLAH, POSISI, DAN DIAMETER NOZEL TURBIN PELTON MELALUI ANALISIS QFD DAN UJI EKSPERIMENTAL Murtalim; Amir; Sukarman; Karyadi; Agus Supriyanto; Khoirudin; Sugiharto; Toto Supriyono; Muhamad Abdika Mafruh; Fachrizal Ahmad Setiawan; Amar
BUANA ILMU Vol 6 No 1 (2021): Buana Ilmu
Publisher : Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bi.v6i1.2091

Abstract

Penduduk Indonesia belum sepenuhnya mendapat layanan penerangan listrik, terutama yang berada di daerah terpencil dan berada di lereng-lereng bukit, sementara di lokasi tersebut terdapat potensi energi yang cukup untuk mengerakkan turbin air sebagai penggerak generator listrik. Turbin pelton adalah salah satu jenis turbin impuls yang performancenya dipengaruhi oleh debit air, nosel, dan jumlah sudu, atas dasar tersebut penulis menyajikan artikel yang menerapkan metode quality function deployment (QFD) dan pengujian eksperimental terhadap prototipe turbin pelton di laboratorium Universitas Buana Perjuangan Karawang. Langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi studi literatur dan lapangan, perancangan, pembuatan alat uji, pengujian, analisis data, dan kesimpulan. Variasi pengujian berdasarkan pada diameter, posisi dan jumlah nosel terhadap sudu turbin yang berjumlah 12 buah dan berdiameter150 mm, sedangkan untuk pembangkit listriknya menggunakan generator mini berdaya 350 watt. Hasil pengujian yang diperoleh adalah daya input (Pin) terbesar dengan nilai 73,6 watt terdapat pada dn 9 mm dengan posisi nozel atas dan bawah dan jumlah nozel 2 buah. Daya turbin (Pt) ) terbesar dengan nilai 70,1 watt terdapat pada dn= 6 mm, posisi nosel di atas dan jumlah nozel 1 buah, efisiensi turbin (ηt) terbesar dengan nilai 95,4 % terjadi pada dn = 9 mm dengan jumlah nosel 1 buah dengan posisi nosel di atas, daya generator (Pgen) terbesar 11,7 watt terjadi pada dn = 9 mm dengan jumlah nosel 1 buah dengan posisi nosel di atas, effisiensi generator (ηgen) terbesar dengan nilai 17,9 % terjadi pada dn = 9 mm dengan jumlah nosel 1 buah dengan posisi nosel di atas dan efisiensi sistem terbesar (ηsis) 17,1% terjadi pada dn = 9 mm dengan jumlah nosel 1 buah d posisi nosel di atas. Kata kunci: Turbin pelton, quality function deployment (QFD), pengujian eksperimental