Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Mekanisme Asset Recovery dalam Tindak Pidana Penipuan: Analisis Efektivitas Peran Jaksa Berdasarkan Prinsip Keadilan Restoratif Ishwara, Ade Sathya Sanathana; Masrur, Toha; Akhyar, Cut Fadhlan; Irwan, Muhammad; Gaol, Selamat Lumban
RIO LAW JURNAL Vol 6, No 2 (2025): Rio Law Jurnal
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/rlj.v6i2.1864

Abstract

ABSTRAK Tindak pidana penipuan merupakan salah satu kejahatan yang paling merugikan masyarakat karena selain menimbulkan kerugian material, juga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap sistem hukum. Salah satu tantangan utama dalam penanganannya adalah optimalisasi mekanisme asset recovery guna mengembalikan kerugian korban secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peran jaksa dalam proses asset recovery dengan menggunakan pendekatan prinsip keadilan restoratif, sehingga tidak hanya menitikberatkan pada penghukuman, tetapi juga pemulihan hak-hak korban. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, serta doktrin hukum yang relevan, kemudian dikaji melalui analisis kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan prinsip keadilan restoratif memberikan ruang bagi jaksa untuk berperan lebih aktif dalam memediasi kepentingan korban dan pelaku, mempercepat pengembalian aset, serta mengurangi potensi overkriminalisasi. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan regulasi, kapasitas sumber daya, serta resistensi paradigma hukum yang masih berorientasi pada retributif. Kesimpulannya, optimalisasi peran jaksa dalam asset recovery harus diarahkan pada sinergi antara mekanisme hukum positif dan pendekatan restoratif. Saran penelitian ini adalah perlunya penguatan regulasi dan pedoman teknis bagi jaksa, peningkatan kapasitas institusional, serta pengembangan model best practice agar asset recovery dapat berjalan lebih efektif dan berkeadilan.Kata Kunci: Asset Recovery, Jaksa, Keadilan Restoratif.
Pendekatan Integratif-Kultural: Strategi Pondok Pesantren Al Huda dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila Masrur, Toha
CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 02 (2025): CIVICS
Publisher : Program Studi PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/civics.v10i02.11422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi integratif-kultural yang diterapkan Pondok Pesantren Al Huda dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan degradasi nilai akibat globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen di lingkungan Pondok Pesantren Al Huda. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkap tiga strategi inti dalam penanaman nilai Pancasila. Pertama, integrasi melalui analogi nilai dalam pengajaran kitab kuning yang menghubungkan ajaran Islam dengan nilai-nilai Pancasila. Kedua, pembiasaan nilai melalui ritual dan aktivitas kehidupan sehari-hari di pesantren. Ketiga, keteladanan langsung (uswah hasanah) dari kyai dan ustadz yang menjadi model konkret implementasi nilai. Pendekatan integratif-kultural yang menyulam nilai Pancasila ke dalam jaringan kultural pesantren yang sudah ada terbukti efektif menciptakan internalisasi nilai yang alamiah, otentik, dan berkelanjutan. Model ini menawarkan alternatif dari pendekatan instruksional yang selama ini dominan, sekaligus menunjukkan bahwa pesantren dengan otoritas kultural kyainya dapat menjadi basis strategis penguatan ideologi Pancasila. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan model pendidikan karakter di Indonesia yang lebih kontekstual dan berbasis kearifan lokal.