Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas SIBUNDA Dalam Meningkatkan Perilaku Pemberian Makan Batita Untuk Pencegahan Stunting dan Wasting Septiana, Nenty; Hasrati Nizami, Nevi; Asniar, Asniar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/aa7cps08

Abstract

Permasalahan stunting dan wasting masih menjadi perhatian. Kondisi ini berdampak langsung pada tumbuh kembang batita dan berisiko kematian. Keterbatasan pemantauan gizi dan rendahnya keterlibatan ibu dalam mengatur dan mengawasi asupan nutrisi harian batita menjadi hambatan dalam upaya pencegahan stunting dan wasting. Untuk itu, diperlukan penerapan inovasi berbasis teknologi dalam pengaturan asupan makanan batita dalam bentuk aplikasi berbasis android. Metode pelaksanaan terdiri atas beberapa tahapan yaitu (1) tahap persiapan (FGD, pembuatan aplikasi), (2) pelaksanaan (skrining, sesi edukasi stunting wasting, diskusi, sosialisasi aplikasi SIBUNDA, dan pendampingan ujicoba aplikasi), (3) evaluasi secara deskriptif kuantitatif pada 30 ibu batita. Hasil menunjukkan peningkatan ketepatan pemberian makan batita dari 36,7% menjadi 80% dengan respon peserta terhadap inovasi SIBUNDA sangat positif, mencerminkan tingginya penerimaan dan kemudahan penggunaan aplikasi. Pemanfaatan teknologi digital membantu memudahkan pemantauan pertumbuhan batita dan membantu ibu dalam menyusun menu harian serta peningkatan perilaku ibu dalam pemberian makan batita. Dengan demikian, implementasi SIBUNDA efektif dalam meningkatkan perilaku ibu tentang pola pemberian makan batita untuk pencegahan stunting dan wasting. Disarankan agar aplikasi ini dapat dikembangjan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dalam program posyandu untuk memperkuat upaya pencegahan stunting dan wasting.
Korelasi pekerjaan ibu dan usia anak terhadap batasan penggunaan gadget pada balita Septiana, Nenty; Fajri, Nova; Tiara, Anita
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/pmnaq668

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget berakses internet kini menjadi aktifitas harian di kalangan anak-anak termasuk balita. Meskipun demikian, rekomendasi paparan layar gadget pada anak usia 2 hingga 5 tahun tidak lebih dari satu jam setiap hari. Ibu memiliki peran penting dalam menerapkan batasan penggunaan gadget, karena penggunaan tanpa kontrol dapat menghambat perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi korelasi pekerjaan ibu dan usia anak terhadap penerapan batasan penggunaan gadget pada balita.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 ibu balita dengan tehnik pengambilan sample yaitu stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,5% usia anak paling banyak berusia 4-5 tahun dan 64,4% pekerjaan ibu adalah ibu rumah tangga. Terdapat hubungan pekerjaan ibu (p=0,018) dan usia balita (p=0,023) dengan batasan penggunaan gadget pada balita.Kesimpulan: Pekerjaan ibu dan usia anak berhubungan dengan batasan penggunaan gadget. Pengawasan dan batasan penggunaan gadget yang konsisten sesuai usia anak penting untuk mencegah dampak negatif terhadap perkembangan anak.
A Comparison of Pain Scale on Neonates in a Top Refferal Hospital in Indonesia Septiana, Nenty; Rustina, Yeni; Efendi, Defi
Journal Of Nursing Practice Vol. 5 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v5i1.163

Abstract

Background: Pain assessment scale in neonates is the cornerstones of pain management so that the impact of pain can be prevented to maximize neonatal growth and development.Purpose: This study aimed to identify the most appropriate pain assessment scale used for neonates in Indonesia.Methods: A cross sectional study design was used in 30 neonates hospitalized using Neonatal Infant Pain Scale (NIPS), Neonatal infant Acute Pain Assessment Scale (NIAPAS) and Pain Assessment Tool (PAT). Pain assessment was performed by nurses (n=30) and expert nurses (n=5) participated in the validation of scales. Statistical analysis using validity (content, construct and concurrent validity) and reliability (inter-rater reliability and internal consistency) test.Results: NIPS instrument have excellent validity, reliability, and feasibility value compared with NIAPAS and PAT.Conclusion: NIPS was shown a valid, reliable, and practical scale for assessing pain in neonates. It allows nurses to identifying pain and help to provide of appropriate pain management
Edukasi Partisipatif Pencegahan Stunting dan Wasting untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita di Desa Rumpet, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh Rahayuningsih, Sri Intan; Mariana, Inda; Tiara, Anita; Septiana, Nenty; Hasrati Nizami, Nevi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2382

Abstract

Stunting dan wasting merupakan masalah berisiko tinggi terjadi pada balita di Desa Rumpet Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. kurangnya tingkat pengetahuan dan kesadaran ibu balita tentang stunting dan wasting serta terbatasnya monitoring terhadap pertumbuhan balita, dapat menjadi penyebab risiko ini meningkat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran melakukan monitoring pertumbuhan anak, serta mendorong perilaku kunjungan posyandu secara rutin. Metode yang digunakan mencakup pra kegiatan (observasi dan pre-test), kegiatan inti (edukasi partisipatif dengan audiovisual, diskusi dan simulasi kasus), serta pasca kegiatan (post-test dan wawancara reflektif). Sasaran kegiatan adalah 27 ibu balita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik dari 37 % menjadi 59 %. Kegiatan memberikan dampak positif berupa perubahan perilaku peningkatan minat kunjungan posyandu dan meningkatnya kesadaran untuk memantau pertumbuhan balita. Edukasi dan monitoring yang berkesinambungan sangat penting untuk upaya pencegahan stunting dan wasting.
Aplikasi Cerdas: Skrining Kesehatan Mental pada Remaja Septiana, Nenty; Kamaly, Nurul; Liza, Suci Zahratul; Aiza; Balqis, Dinda
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v5i1.371

Abstract

Globally and in Indonesia, there is a concerning increase in the prevalence of mental health conditions like depression, anxiety, and stress (DAS) among teenagers. The dynamics of biological, behavioural, and environmental development make adolescents a sensitive age group for psychological problems. This study attempts to address this issue by describing the application of technology-based preventive and promotional techniques to raise teenagers' emotional awareness and self-regulation. The invention is a web-based program called CERDAS that attempts to facilitate the process of teenage mental health self-screening in a realistic, effective, and accessible manner. This project combines a participatory educational approach with a community service strategy. The exercise significantly improved participants' emotional awareness, their capacity to identify DAS symptoms, and their ability to use adaptive coping mechanisms on their own. These findings indicate that early detection and improved emotional regulation in teenagers have been successfully supported by digital-based interventions in conjunction with straightforward educational and psychological strategies. Because the CERDAS application is simple to use for educators, healthcare professionals, and communities that support adolescents, it may be a good way to support mental health promotion programs for teenagers.