Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

مشكلة تعليم الإعلال في مدرسة بحر العلوم و حلولها: Permasalahan Pembelajaran I'lal di Madrasah Bahrul Ulum dan Solusinya Isnainiyah
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 2 (2023): Muhadasah : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

I'lal merupakan salah satu kaidah dasar dalam bahasa arab. Dengan mempelajari I'lal siswa dapat mengetahui asal usul kalimat ditinjau dari bentuk wazannya. Pembelajaran i’lal merupakan unsur penting penunjang keberhasilan pengajaran bahasa Arab di sekolah Islam. Dalam proses pengajaran i’lal banyak permasalahan yang ditemukan dan harus dipecahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan dalam pengajaran i’lal  dan mengetahui solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data kualitatif dalam penelitian ini meliputi kegiatan pembelajaran i’lal, permasalahannya dan penyelesaiannya. Sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa di madrasah Bahrul Ulum. Langkah-langkah analisis data adalah pengumpulan data, verifikasi, reduksi data, penyajian
Kajian Linguistik Bahasa Arab sebagai Pilar Mukjizat Al-Qur'an Isnainiyah; Nasrulloh; Nurul Ainiy
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 6 No. 2 (2024): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v6i2.3027

Abstract

Keunikan linguistik yang melibatkan aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan retorika menjadikan Al-Qur'an sebagai mukjizat yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keajaiban linguistik dalam Al-Qur'an, dengan fokus pada aspek fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan retorika bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif,  Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai wahyu yang mengandung pesan moral dan spiritual, tetapi juga sebagai karya linguistik yang merupakan pilar dari mukjizatnya, yang mengandung keindahan dan kedalaman yang sulit ditandingi dalam sejarah literatur dunia. Hasil dari penelitian adalah (1) pemilihan suara yang tepat dalam fonologi memberikan dampak emosional yang kuat, (2) struktur morfologis yang kaya memberikan makna yang padat dan fleksibel, (3) sintaksis yang unik, dengan pengaturan kalimat yang tidak lazim, memperkuat pesan dan memperkaya pengalaman emosional pembaca, (4) lapisan-lapisan makna figuratif dan simbolik Al-Qur’an memungkinkan tafsiran yang lebih mendalam, dengan makna yang berkembang seiring dengan peningkatan pengetahuan dan pengalaman pembaca dalam konteks intelektual dan spiritual (5) penggunaan metafora, perumpamaan, dan simbolisme dalam Al-Qur'an memperkaya tafsiran dan memungkinkan pemahaman yang lebih dalam terhadap konsep-konsep abstrak seperti kehidupan setelah mati dan keesaan Tuhan.
Implementasi Aliran Konstruktivisme dalam Pembelajaran Kaidah Bahasa Arab di IAI Sunan Kalijogo Malang Isnainiyah; Sutaman; Nurul Ainiy; Muhammad Arif
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2025): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v7i1.3740

Abstract

Kajian ini berfokus pada implementasi konstruktivisme dalam pengajaran kaidah bahasa Arab di IAI Sunan Kalijogo Malang. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mendeskripsikan makna konstruktivisme dalam pembelajaran, dan (2) untuk mendeskripsikan implementasi konstruktivisme dalam pembelajaran kaidah bahasa Arab di IAI Sunan Kalijogo Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Aliran konstruktivisme di IAI Sunan Kalijogo diimplementasikan dengan tiga model pembelajaran, yaitu pembelajaran berbasis induktif, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis inkuiri. Dengan penerapan aliran Konstruktivisme, belajar kaidah bahasa Arab menjadi lebih bermakna. Hal ini dikarenakan mahasiswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, di mana pendidik berfungsi sebagai fasilitator, bukan sebagai informan.
Discovery Learning in Maharah Qira’ah: A Qualitative Study Based on Bruner’s Cognitive Theory at an Islamic University in Indonesia Miftahul Mufid; Isnainiyah; Nurul Ainiy
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Vol. 8 No. 4 (2023): JARSSH
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26500/JARSSH-08-2023-0404

Abstract

Aim: This study aims to describe the implementation of maharah qirah (reading skills) learning using the Discovery Learning model at the Arabic Language Development Center (PPBA), University of Muhammadiyah Malang, Indonesia.Methodology: This research adopts a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation and documentation, with the researcher serving as the primary instrument, directly involved in understanding behaviors, interactions, and the contextual learning environment. Field notes and supporting documents were used to enrich the data.Findings: The findings indicate that the application of Discovery Learning, based on Jerome Bruner’s cognitive theory, follows several systematic stages: stimulation, problem formulation, data collection, data processing, verification, and generalization. The results demonstrate that students are able to learn independently, formulate hypotheses, explore the meaning of texts in depth, and derive contextual conclusions from reading materials, thereby connecting academic content to real-life experiences.Implications/Novel Contribution: he Discovery Learning model has many important benefits in the educational process, namely increasinglearning independence, enhancing understanding of concepts, increasing motivation and interest in learning, developing social skills,encouraging critical thinking processes, enhancing curiosity, and facilitating problem-based learning.
Contextual Teaching and Learning Model in the Speaking Skill Textbook for the Arabic Language Education Department Miftahul Mufid; Isnainiyah; Nurul Ainiy
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Vol. 8 No. 4 (2023): JARSSH
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26500/JARSSH-08-2023-0405

Abstract

Aim: The Contextual Teaching and Learning (CTL) model is a holistic and natural instructional approach that enables students to learn educational content in a contextualized manner, linking it to their personal and social daily lives. Through this model, students actively construct knowledge based on their experiences and interactions. In this study, the CTL model is implemented through the Speech Skills textbook used in the Department of Arabic Language Education at the Islamic University of Malang.Methodology: This research employs a qualitative approach with a case study design, aiming to explore the implementation of the CTL model in the textbook and its contribution to improving students’ speaking competencies. Data were collected through observation, interviews, and documentation, focusing on the structure, content, and pedagogical strategies embedded in the textbook.Findings: The findings reveal that the CTL model in the Speech Skills textbook is not merely theoretical but practical and student-centered. It encourages independent learning, facilitates real-life language use, and enhances students’ motivation to express themselves fluently. The textbook integrates authentic topics and tasks related to students’ daily lives, making learning more meaningful, contextual, and communicative. This approach ultimately supports the development of learners’ linguistic proficiency, critical thinking, and social awareness, which are essential in mastering Arabic speaking skills.
Evaluating The Communicative Approach in Arabic Language Learning: A Case Study at a Secondary School in Indonesia Miftahul Mufid; Isnainiyah; Nurul Ainiy
Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities Vol. 8 No. 2 (2023): JARSSH
Publisher : Journal of Advanced Research in Social Sciences and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26500/JARSSH-08-2023-0205

Abstract

Aim: Learning Arabic in Indonesia is still focused on traditional methods that pay more attention to language structure (grammar-based) rather than the ability to communicate genuinely. The application of the communicative approach in this study aims to enhance the skill of oral communication. This study is a deep study on the implementation of the communicative curriculum in the two-year credit hour system program at Zain Al-Hassan Qanqoun Model High School. This research was characterized by revealing the limitations and opportunities to apply this curriculum within an intensive time frame, which has not been explicitly discussed in previous research. This study also assesses the difference in students’ achievement in a competitive learning environment with a heavy academic load.Methodology: The data was obtained through deep interviews, direct observation, and document analysis.Findings: The results of the research showed that the communicative curriculum is able to drive an improvement in students’ abilities in speaking Arabic, but time constraints and imbalance in learning facilities constitute a major obstacle in the overall learning process.Implications/Novel Contribution: This study makes recommendations for improving the communicative curriculum in the context of the credit hour system, through adaptive pedagogical innovations more appropriate to dynamic educational situations.
Pendampingan Santri Dalam Menumbuhkan Sikap Leadership Melalui Program Khitobah di Pondok Pesantren Ainul Yaqin Jember Kiki Apsariningsih; Nurul Ainiy; Isnainiyah
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i1.3699

Abstract

Kepemimpinan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh santri sebagai calon pemimpin di masyarakat. Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan santri melalui berbagai program, salah satunya adalah program khitobah. Kegiatan pendampingan santri dalam menumbuhkan sikap pemimpin atau leadership ini bertujuan untuk meningkatkan program khitobah serta dapat menumbuhkan sikap leadership di lingkungan pondok pesantren Ainul Yaqin Jember. Kegaiatan ini terlaksana melalui kerjasama dengan pengasuh pondok putri Nyai Siti Zaenab serta Ketua Pondok Silfina Rohmatillah dan para pengurus pondok pesantren Ainul Yaqin. menunjukkan bahwa program khitobah memberikan pengalaman langsung kepada santri dalam berbicara di depan umum, mengelola audiens, serta meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Selain itu, pendampingan yang dilakukan oleh para pengasuh berperan penting dalam memberikan arahan dan evaluasi yang konstruktif sehingga santri dapat terus berkembang dalam keterampilan kepemimpinan mereka. Kesimpulannya, program khitobah di pondok pesantren efektif dalam menumbuhkan sikap leadership santri melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan program ini perlu terus dilakukan guna meningkatkan kualitas kepemimpinan santri di masa depan.
The Challenges of Implementing the Merdeka Curriculum in Arabic Language Learning: Perspectives from Indonesian Lecturers and Students Rohimah, Umniatur; Sholikha, Imiatus; Isnainiyah
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v1i2.142

Abstract

This research aims to identify and explain the issues or challenges faced by the Sunan Kalijogo Islamic Institute in Malang, especially the Arabic Language Education program, in implementing the Merdeka Curriculum. The focus of this research includes the learning process using the Merdeka curriculum, inhibiting factors, and solutions to overcome challenges in implementing the Merdeka curriculum in Arabic language learning. Data collection is conducted through observation, interviews, and documentation. This research is a qualitative, descriptive study, where the method used involves describing and analyzing a phenomenon by describing a number of variables related to the issues and the unit under study. The next step is to analyze qualitative data from the research results related to the challenges of Arabic language learning. Based on the research findings, it is concluded that the challenges of implementing the Merdeka curriculum in Arabic language learning at the Sunan Kalijogo Islamic Institute in Malang are divided into three aspects: institutional, student-related, and lecturer-related. The researcher also found several solutions and alternatives that can help overcome and address the challenges of implementing the Merdeka curriculum in Arabic language learning.
Pendampingan Pengelolaan Kurikulum Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Islam Ainiy, Nurul; Isnainiyah
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah Diniyah telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan agama Islam. Dengan pengelolaan kurikulum yang baik, diharapkan Madrasah Diniyah akan selalu menjawab kebutuhan masyarakat, serta memberi dampak signifikan terhadap perkembangan pendidikan islam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah diniyah melalui pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, serta memberikan solusi praktis untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kurikulum di Madrasah Diniyah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi berkelankutan. Program yang berhasil terlaksana dalam kegiatan pendampingan ini yaitu Penyusunan Kalender Pendidikan Madrasah Diniyah, Pengembangan Strategi Pembelajaran dan Kriteria Penilaian, Penentuan Standar Kompetensi Lulusan Madrasah Diniyah, dan Pengoptimalan Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Hasil dari program pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kurikulum Pendidikan di madrasah diniyah dan pondok pesantren, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Indonesia, terutama Pendidikan Islam.
Pengabdian Masyarakat sebagai Juri Lomba Cerdas Cermat Islam: Membangun Generasi Berwawasan Keislaman Ainiy, Nurul; Isnainiyah; Kiki Apsariningsih
La-Syakka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): La-Syaka: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ls.v1i2.3642

Abstract

Abstrak. Pengabdian dosen dan akademisi sebagai juri dalam lomba cerdas cermat Islam tidak hanya bertujuan untuk menilai kemampuan peserta, tetapi juga berperan dalam membimbing dan menginspirasi generasi muda untuk lebih mendalami ajaran Islam. Penelitian pengabdian ini bertujuan mengkaji kontribusi akademisi sebagai dewan juri dalam lomba cerdas cermat Islam, serta menganalisis dampak keikutsertaan juri dari kalangan akademisi terhadap pemahaman keislaman peserta. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu tahap persiapan lomba, pelaksanaan lomba, dan evaluasi lomba. Berdasarkan hasil pengamatan, akademisi berperan strategis dalam meningkatkan kualitas lomba, mencakup aspek penjurian teknis, pembinaan, pengembangan materi, serta evaluasi yang objektif. Selain itu, peran akademisi sebagai juri juga berdampak signifikan bagi peserta lomba, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Meskipun mengalami sejumlah tantangan, namun hal ini dapat diatasi dengan persiapan yang lebih matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Kata kunci : Pengabdian masyarakat, lomba cerdas cermat, wawasan Islam. Abstract. The dedication of lecturers and academics as judges in Islamic quiz competitions is not only aimed at assessing the abilities of participants, but also plays a role in guiding and inspiring the younger generation to study Islamic teachings more deeply. This community service research aims to examine the contribution of academics as judges in Islamic quiz competitions, as well as to analyze the impact of the judges from academic circles on participants' understanding of Islam. This community service activity is carried out in three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation of the competition. Based on the results of observations, academics play a strategic role in improving the quality of the competition, including aspects of technical judging, coaching, material development, and objective evaluation. In addition, the role of academics as judges also has a significant impact on competition participants, both cognitively, affectively, and psychomotorically. Despite experiencing a number of challenges, this can be overcome with more thorough preparation and continuous evaluation. Keywords: Community service, quiz competition, Islamic insight.