Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERAN KOMUNITAS SOSIAL DALAM PRAKTIK FILANTROPI MELALUI KEWIRAUSAHAAN SOSIAL (Studi kasus terhadap Organisasi Greeneration Foundation) Febri Saefulloh Saefulloh; Yoga Gandara Gandara
Hermeneutika : Jurnal Hermeneutika Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/hermeneutika.v7i2.11506

Abstract

Abstract This research has a background on social problems that occur in Indonesia. The problems that are often faced are not only in Indonesia but globally, starting from poverty, social inequality, unemployment, to individualistic behavior that does not care about the lives of fellow humans and the environment. This problem needs serious handling from all elements of society, including contributions from the social community. Greeneration Foundation is a social community formed from anxiety about human behavior that only cares about personal matters and does not pay attention to life in the future. Social entrepreneurship is a concrete philanthropic step carried out by this community. Through his programs and partnerships as the implementation of the vision of "green attitude green environment" he seeks to contribute through philanthropic practices that focus on improving people's attitudes and behavior to improve life and the environment. The research method uses qualitative with case studies. Data collection and processing techniques used observation, interviews, documentation studies, and triangulation. The results showed that the role of the social community in philanthropic practice by the Greeneration Foundation through ideas (Research) by observing and studying the environment and surrounding conditions, then realized by finding solutions to educate the community (Education) so that Greeneration Indonesia could take concrete actions (Actions) as well as campaigning. easy-to-implement solutions (Campaigns). through promoting a green lifestyle through tools (Tools) and systems (System), which are combined so that it is called the REACTS method. The results of entrepreneurship carried out through services and entrepreneurship are used as much as possible for social activities and empowering the surrounding community. Keywords: social community, philantrophy, greeneration foundation
Urgensi Pembelajaran Nilai Berbasis Sosial Media untuk Menumbuhkan Keadaban Kewarganegaraan Yoga Gandara; Zulkifli
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 3 (2021): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i3.1161

Abstract

This research is motivated by the shift in learning practices and students' interest in learning to become a concern and focus in developing the learning process. The young generation (millennials) of course currently have social media accounts, this can be used by teachers as learning media in schools. In order to control the attitudes and behavior of students in using social media, teachers can use it through extracting the meaning of values ​​from the social media content. This research uses qualitative methods and literature research analysis. The results of the study indicate that with the development of information and communication technology, especially the development of social media, it is deemed necessary to innovate social media-based value learning models to foster civil civilization in civic education. Value-based social media learning will be reflected in the characteristics of reflective learning, communication and teamwork skills, individual and group creativity in groups, and will have a positive value impact for individuals and groups when exploring the value of group discussion topics. adoption of social media should be included as part of the school teaching and learning curriculum, and can only be done after an in-depth and thorough analysis with clear guidelines relating to the use of these tools should be provided for both teachers and students should be given clear guidance on the use of these tools , and information on the use of these tools should be provided. Learning activities that use various social media tools must also cover all aspects to support inclusive students from different learning styles. Most importantly, learning activities designed by educators and promoted through social media must be based on good teaching and learning theories to generate interest and learning experiences.
Penanaman Nilai-Nilai Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Sebagai Implementasi Economic Civic Yoga Gandara; Zulkifli Zulkifli; Febri Saefullah
Jurnal Civic Hukum Vol. 6 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v6i2.17999

Abstract

Penanaman nilai nilai kewirausahaan di pesantren dalam memberdayakan warga negara ialah salah satu usaha penting untuk menguatkan kedudukan warga negara dalam pembangunan. Dalam pelakasanaan pembangunan, penguatan ialah riset yang relevan buat menguatkan kedudukan warga negara (civil society). Tujuan riset ini diantaranya: (1) nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan di pesantren, (2) model konseptual dan praksis penanaman nilai kewirausahaan sebagai implementasi economic civic, (3) faktor pendukung dan penghambat. Riset ini memakai riset kualitatif, pengumpulan informasi dilaksankan melalui wawancara, observasi, riset dokumentasi serta riset literatur. Subjek riset meliputi pembina, pengurus pesantren, serta santri. Hasil riset menunjukkan (1) nilai- nilai kewirausahaan pesantren merupakan memperlihatkan budi pekerti dalam bekerja, disiplin yang besar, serta siap untuk bekerja keras, (2) model konseptual penanaman nilai kewirausahaan di pesantren dengan pendidikan sistem akosa (alami, kemukakan, olah, dan aplikasikan). Efektifitas pembentukan wirausaha santri melalui pengelolaan inti pertanian, pelaksanaan pelatihan instan, pembentukan Pusat Inkubator Agribisnis (PIA), pelaksanaan kerjasama dan pembentukan kelompok kerja di bidang pertanian. Pesantren berfungsi selaku zona swasta dengan meningkatkan aktivitas perekonomian warga negara dekat Desa Alam Endah melewati koperasi Al- Ittifaq, sebaliknya selaku civil society sudah sanggup berhubungan secara sungguh-sungguh dengan bermacam-macam kegiatan semacam keagamaan, perekonomian, pendidikan, sosial, serta politik. (3) aspek internal untuk menguatkan economic civic sudah menciptakan produk yang bermacam- macam mulai dari penciptaan (sayur dan peternakan), pengepakan, serta pemasaran serta aspek ekstern keadaan alam Desa Alam Endah yang produktif, sudah menjalin kerjasama pemerintah dan swasta.
Model Konseptual dan Praksis Penguatan Economi Civics Berbasis Agribisnis di Pondok Pesantren Al Ittifaq Gandara, Yoga; Zulkifli, Zulkifli; Setiawan, Perdi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6518

Abstract

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga agama (Islam) tentu saja tidak bisa melepaskan diri dari peran pembebasan dan pemberdayaan santri, khusunnya dalam bidang ekonomi, yang sejatinya adalah bagian dari integrasi dari masalah umat islam itu sendiri. Hal demikian ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa pesantren merupakan lembanga pendidikan keagamaan Islam yang mengakar di masyarakat yang memiliki posisi strategi dalam upaya pengembangan umat dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan mandiri. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai yang ditanamkan pesantren Al-Ittifaq kepada santrinya adalah dengan menonjolkan etos kerja, disiplin yang tinggi, dan siap untuk kerja keras. Dengan nilai kemandirian tersebut lulusan santri memiliki kualitas pengetahuan, kemampuan, sikap, dan keterampilan yang siap terjun di masyarakat dengan ilmu agama dan keterampilan agribisnisnya. Model konseptual dalam membentuk kemandirian santri dengan pembelajaran sistem AKOSA (alami, kemukakan, olah, dan aplikasikan). Praksis dalam membentuk kemandirian santri melalui pembentukan pengurus inti agribisnis, melakukan pelatihan-pelatihan praktis, membentuk Pusat Inkubator Agribinis (PIA), melakukan kerjasama/kemitraan, dan  membentuk kelompok-kelompok kerja agribisnis.
Peran Orang Tua Terhadap Penguatan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Upaya Meningkatkan Civics Disposition Peserta Didik Di Masa Pandemi Covid-19 Gandara, Yoga; Yohana Oktaviani Lavan; Zulkifli
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v12i1.55723

Abstract

Problems regarding the formation of children's character during the COVID-19 pandemic are very important, in the midst of this condition there must be strategic handling to restore the world of education. Parents have an important role to realize the success of learning as well as changes in student behavior. The need for the main role of parents during distance learning in creating children's character is to guide or as the main role model for their children. Parents must interact interactively with schools and the community to develop educational patterns that emphasize character values ​​during the current COVID-19 pandemic. The method used in writing this article is a literature study and discourse analysis with a qualitative approach. The data collection technique used is library research. The purpose of writing this article is to increase parental awareness of strengthening character values ​​as an effort to improve children's civic character during online or distance learning during the COVID-19 pandemic.
Model Konseptual dan Praksis Penguatan Economi Civics Berbasis Agribisnis di Pondok Pesantren Al Ittifaq Gandara, Yoga; Zulkifli, Zulkifli; Setiawan, Perdi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6518

Abstract

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga agama (Islam) tentu saja tidak bisa melepaskan diri dari peran pembebasan dan pemberdayaan santri, khusunnya dalam bidang ekonomi, yang sejatinya adalah bagian dari integrasi dari masalah umat islam itu sendiri. Hal demikian ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa pesantren merupakan lembanga pendidikan keagamaan Islam yang mengakar di masyarakat yang memiliki posisi strategi dalam upaya pengembangan umat dan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan mandiri. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai yang ditanamkan pesantren Al-Ittifaq kepada santrinya adalah dengan menonjolkan etos kerja, disiplin yang tinggi, dan siap untuk kerja keras. Dengan nilai kemandirian tersebut lulusan santri memiliki kualitas pengetahuan, kemampuan, sikap, dan keterampilan yang siap terjun di masyarakat dengan ilmu agama dan keterampilan agribisnisnya. Model konseptual dalam membentuk kemandirian santri dengan pembelajaran sistem AKOSA (alami, kemukakan, olah, dan aplikasikan). Praksis dalam membentuk kemandirian santri melalui pembentukan pengurus inti agribisnis, melakukan pelatihan-pelatihan praktis, membentuk Pusat Inkubator Agribinis (PIA), melakukan kerjasama/kemitraan, dan  membentuk kelompok-kelompok kerja agribisnis.
PERAN ORANG TUA TERHADAP PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN CIVICS DISPOSITION PESERTA DIDIK Gandara, Yoga; Lavan, Yohana Oktaviani; Zulkifli, Zulkifli
Ganesha Civic Education Journal Vol. 7 No. 1 (2025): April, Ganesha Civic Education Journal
Publisher : Program Studi PPKn Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/gancej.v7i1.4983

Abstract

Permasalahan mengenai pembentukan karakter anak di masa Pandemi COVID-19 sangatlah penting, di tengah kondisi ini harus ada penanganan strategis untuk memulihkan dunia pendidikan. Orang tua memiliki peran yang penting untuk mewujudkan keberhasilan pembelajaran juga perubahan perilaku siswa. Perlunya peran utama orang tua saat Pembelajaran Jarak Jauh dalam menciptakan karakter anak yaitu membimbing atau sebagai panutan utama bagi anak-anaknya. Orang tua wajib berhubungan secara interaktif dengan sekolah dan masyarakat untuk mengembangkan pola pendidikan yang menekankan nilai-nilai karakter di saat Pandemi COVID-19 saat ini. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dan analisis wacana dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah library research. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk meningkatkan kesadaran orang tua terhadap penguatan nilai-nilai karakter sebagai upaya meningkatkan watak kewarganegaraan anak selama pembelajaran daring atau jarak jauh di masa pandemic COVID-19.
From Dimensions to Strategy: Analysis of Food Security Factors for the Formulation of the Ciamis Regency Food Security Strategy Syakirotin, Muthiah; Nur Amalia, Lidya; Setiawan, Perdi; Siti Nur Anisah, Siti Nur; Gandara, Yoga; Hasbilah, Nazril; Putri, Susi Amelia
Jurnal Agriuma Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Agriuma Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agri.v7i2.16193

Abstract

This study examines the relationship between food security dimensions availability, accessibility, and utilization—and the composite food security index of farmer households in Panawangan Subdistrict, Ciamis Regency. A mixed-method approach with multiple linear regression analysis was employed. The results show an average household income of IDR 7,657,162 per month, mainly from non-farm sources (51%), with food expenditure accounting for 33% of total spending and energy consumption reaching 82% (moderate level). Most households were classified as food secure. The regression model explained 94.8% of the variation in household food security (R² = 0.948), with food availability as the dominant factor, followed by accessibility, while utilization had a positive but insignificant effect. These findings highlight the critical role of food availability and accessibility as the main determinants of household food security, while utilization remains weak.