Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan metronom untuk optimalisasi pelatihan resusitasi jantung paru dengan manekin: A systematic literature review Rismah, Rismah; Purnawan, Iwan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 4 (2024): Volume 18 Nomor 4
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i4.159

Abstract

Background: Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is an emergency action that is very important to increase the chances of survival of someone who experiences cardiac arrest. CPR guidelines generally recommend a specific chest compression rate of around 100-120 compressions per minute. The metronome provides consistent sound guidance, helping trainees measure and maintain the correct pace during practice. This can reduce the risk of errors in providing inadequate chest pressure. Purpose: To assess whether use of a metronome can improve participants' skills in maintaining chest compression rates in accordance with CPR guidelines. Method: Systematic literature review (SLR) databases PubMed and Google Scholar use the keywords chest compression, metronome, and cardiopulmonary resuscitation. Researchers determined relevant and specific questions to dig deeper into this problem, "Does a metronome have a good and positive impact when used during CPR simulations or treatment?" This research uses Preferred Reporting Items for Literature Review and Meta-Analysis (PRISMA) for selecting articles to be reviewed. Results: The metronome on the CPR mannequin can be a tool that facilitates synchronization of resuscitation steps between team members. This can increase speed and coordination in handling emergency situations. Conclusion: That the use of a metronome in cardiopulmonary resuscitation (CPR) training provides significant benefits. The metronome is a very useful tool in the context of CPR training, both for medical personnel and lay people.   Keywords: Chest Compression; Metronome; Cardiopulmonary Resuscitation.   Pendahuluan: Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan sebuah tindakan darurat yang sangat penting untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup seseorang yang mengalami henti jantung. Pedoman RJP umumnya merekomendasikan laju kompresi dada yang spesifik, yaitu sekitar 100-120 kompresi per menit. Metronom memberikan panduan suara yang konsisten, membantu peserta pelatihan untuk mengukur dan memelihara kecepatan yang benar selama latihan. Hal ini dapat mengurangi risiko kesalahan dalam memberikan tekanan dada yang tidak memadai. Tujuan: Untuk menilai apakah penggunaan metronom dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam memelihara kecepatan kompresi dada yang sesuai dengan pedoman RJP. Metode: Systematic literature review (SLR) basis data PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci kompresi dada, metronome, dan resusitasi jantung paru. Peneliti menentukan pertanyaan yang relevan dan spesifik untuk menggali lebih dalam permasalahan ini “Apakah metronom memiliki dampak yang baik dan positif apabila digunakan pada saat simulasi maupun perlakuan RJP?”. Penelitian ini menggunakan Preferred Reporting Items for Literature Review and Meta-Analysis (PRISMA) untuk seleksi artikel yang akan di review. Hasil: Metronom pada manekin RJP dapat menjadi alat bantu yang memfasilitasi sinkronisasi langkah-langkah resusitasi diantara anggota tim. Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan koordinasi dalam menangani keadaan gawat darurat. Simpulan: Penggunaan metronom dalam pelatihan resusitasi jantung paru (RJP) memberikan manfaat yang signifikan. Metronom menjadi alat yang sangat berguna dalam konteks pelatihan RJP, baik untuk tenaga medis maupun orang awam.   Kata Kunci: Kompresi Dada; Metronom; Resusitasi Jantung Paru.
Nikah Siri di Era Digital: Ruang Interlegality antara Hukum Islam dan Hukum Nasional Indonesia Rismah, Rismah; Kurniati, Kurniati; A. Qadir Gassing
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14710

Abstract

Fenomena nikah siri di Indonesia mencerminkan dinamika pluralisme hukum yang kompleks, khususnya dalam relasi antara hukum Islam dan hukum nasional. Praktik ini menempatkan individu dan keluarga dalam ruang interlegality, yakni wilayah tumpang tindih antara keabsahan agama dan pengakuan hukum negara. Artikel ini mengkaji nikah siri dalam konteks era digital, dengan menyoroti perluasan praktik nikah siri melalui media daring serta implikasinya terhadap perlindungan hukum perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah sumber hukum Islam klasik dan kontemporer, peraturan perundang-undangan, fatwa, serta fenomena empiris terkait layanan nikah siri online. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun nikah siri dapat dipandang sah secara agama apabila rukun dan syaratnya terpenuhi, ketiadaan pencatatan perkawinan menyebabkan tidak adanya pengakuan hukum negara dan berimplikasi pada lemahnya perlindungan hak-hak keluarga, terutama perempuan dan anak. Perkembangan teknologi digital memperluas ruang interlegality tersebut dan meningkatkan potensi penyalahgunaan praktik nikah siri. Oleh karena itu, diperlukan upaya sinkronisasi antara hukum Islam dan hukum nasional melalui penguatan kebijakan pencatatan perkawinan, edukasi hukum, serta ijtihad kontekstual yang berorientasi pada kemaslahatan dan keadilan substantif. Harmonisasi ini diharapkan dapat memperkecil ruang interlegality yang merugikan dan memperkuat perlindungan hukum dalam institusi perkawinan di Indonesia.