Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital innovations for adolescent mental health: evaluating the impact of genziheal web-based education model Wiguna, Reza Indra; Ardhana, Valian Yoga Pudya; Safitri, Rias Pratiwi; Lita, Baiq Fitria Frisma; Pa’ni, D Mustamu Qamal; Apriani, Lia Arian
Jurnal Ners Vol. 20 No. 2 (2025): VOLUME 20 ISSUE 2 MAY 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i2.67751

Abstract

Introduction: Mental health problems among adolescents remain a global public health concern, highlighting the need for accessible and innovative educational interventions. This study evaluated the effectiveness of a web-based mental health education model through the Genziheal platform in improving knowledge levels and reducing symptoms of mental health disorders among adolescent students. Methods: A quasi-experimental, pretest-posttest control group design was employed involving 130 senior high school students (intervention group: n=80; control group: n=50). Data were collected using the Self-Reporting Questionnaire-29 (SRQ-29) and a validated mental health knowledge questionnaire. Paired t-test and Mann-Whitney tests were used for analysis. Results: The intervention group demonstrated a significant increase in mental health knowledge (mean score improved from 11.0 ± 2.8 to 12.2 ± 3.2; p = 0.008), while no significant change was observed in the control group. However, no significant differences were found in mental health symptoms between pre- and post-test stages in both groups (p > 0.05). Conclusions: The Genziheal platform effectively enhanced students’ mental health literacy but did not significantly reduce symptoms of mental health disorders. These findings suggest that web-based educational tools can support mental health awareness among adolescents but should be complemented with parental involvement and professional support to address psychological symptoms. This study also highlights the potential integration of digital mental health interventions into school-based health promotion programs. The findings contribute to the development of scalable, culturally contextualized digital health promotion tools, particularly in resource-constrained settings such as Indonesia.
Edukasi Literasi Digital Kesehatan sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Aman dan Berkarakter Suganda, Tomy; Djuria, Syafrina Arbaani Djuria; Lita, Baiq Fitria Frisma; Aisyah, Rulla Agnia Naura; Aliefia, Nada Syifa; Siswanto, Daffa Andita; Al Bukhori, Supri Fadhil; Rizqi, Muhammad Makenza
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v7i1.1918

Abstract

Pendahuluan: Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan ketergantungan remaja pada media sosial sebagai sumber utama informasi kesehatan. Namun, tren ini tidak dibarengi dengan literasi digital kesehatan yang memadai, terutama di wilayah pedesaan, sehingga menimbulkan risiko seperti misinformasi kesehatan, diagnosis mandiri (self-diagnosis), dan perundungan siber (cyberbullying). Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan siswa SMA Pelita Bangsa Lontar sebagai upaya strategis untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan berkarakter di Desa Alang-Alang, Kabupaten Serang. Metode: Pendekatan edukasi partisipatif diterapkan dengan melibatkan 40 siswa sebagai peserta. Intervensi dilakukan melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi pengalaman digital. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengukur signifikansi peningkatan. Hasil: Temuan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada literasi digital kesehatan siswa. Proporsi siswa dalam kategori "Baik" dan "Sangat Baik" meningkat dari 55% saat pre-test menjadi 85% pada saat post-test. Analisis statistik menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi hoaks kesehatan, melindungi data pribadi, dan menerapkan komunikasi digital yang etis. Kesimpulan: Edukasi literasi digital kesehatan secara partisipatif merupakan strategi yang efektif untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis di era digital, sehingga mendukung terwujudnya sekolah yang aman dan berkarakter.