Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Pembelajaran Berbahasa Arab pada Program BLC (Bilingual School) Kelas VII MTsN Kota Madiun Musthofa, Zamzam
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/tsaqofiya.v3i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Implementasi Program BLC (Bilingual School) (2) Kemampuan berbahasa Arab (3) Problematika Pembelajaran pada Program BLC. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles Huberman, dengan melakukan analisis selama di lapangan secara terus menerus hingga data jenuh. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan uji kredibilitas data dengan menggunakan referensi data (bukti autentik data), perpanjangan pengamatan, ketekunan, triangulasi dan diskusi dengan teman sejawat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pembelajaran di kelas BLC mengedepankan bahasa sebagai sarana efektif mencetak generasi yang mahir berbahasa. Para siswa mengunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab dalam pembelajaranya. waktu pembelajaran dimulai pukul 06.45 sampai dengan pukul 13.30, dilanjutkan dengan Intensif Belajar sampai pukul 15.30 serta 15 menit sebelum pmbelajaran kegiatan English Day dan Arabic Yaumiyyah. Kedua, Pembelajaran bahasa Arab pada program BLC bertujuan untuk mencetak ulama yang intelek dan mampu berinteraksi dengan bangsa luar dengan keterampilan bahasa yang ia miliki. Kemampuan bahasa pada program BLC dianggap cukup bagus terutama pada kelas VII. Ketiga: Problematika pada program BLC, meliputi : Problem Linguistik, yang meliputi: (1) Kurang mengenali bentuk atau tulisan huruf Arab, (2) kesulitan dalam merangkai atau menyambung huruf Arab, (3) siswa kesulitan dalam imla’ atau menulis Arab dengan dikte dan Problem Non-Linguistik, yang meliputi: (1) siswa (2) latar belakang pendidikan siswa yang heterogen; (3) kurangnya motivasi siswa (4) guru lingkungan (5) madrasah.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DAN BUDI PEKERTI (BP) DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK SMPN 1 JIWAN MADIUN Musthofa, Zamzam; Shaifudin, Arif; Khoirunisa, Rizky
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2025): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v5i2.223

Abstract

Perilaku peserta didik yang belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam menunjukkan urgensi penguatan pendidikan karakter berbasis ajaran Islam. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk kedisiplinan dan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai keislaman secara teoritis dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) peran guru PAI sebagai model dan teladan dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik kelas IX di SMP N 1 Jiwan, (2) peran guru PAI sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik kelas IX di SMPN 1 Jiwan, (3) peran guru Pendidikan Agama Islam sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik kelas IX di SMPN 1 Jiwan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan siswa yang terlihat dari perilaku menyimpang seperti sering terlambat dan kurang sopan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, tenaga pendidik, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI sangat berpengaruh dalam membentuk kedisiplinan siswa. (1) sebagai teladan, guru menunjukkan sikap Islami yang konsisten melalui perilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. (2) sebagai motivator, guru memberikan dorongan positif lewat pembelajaran yang menyenangkan, apresiasi, dan umpan balik yang membangun. (3) sebagai pembimbing, guru memberikan arahan dan pendampingan dalam menghadapi masalah disiplin serta membentuk karakter siswa agar siap menghadapi tantangan di dalam dan luar sekolah.