Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Anemia Defisiensi Besi dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 6 Bulan – 5 Tahun Akbar, Andri Nugraha; Hutabarat, Sabar; Miftahurrahma, Miftahurrahma; Maulina, Nisa Haska; Halim, Rita
Sari Pediatri Vol 27, No 3 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.3.2025.143-7

Abstract

Latar belakang. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan di negara berkembang, terutama pada anak anak, karena dapat meningkatkan risiko infeksi seperti pneumonia. Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di negara berkembang.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara anemia defisiensi besi dan kejadian pneumonia pada anak usia 6 bulan hingga lima tahun.Metode. Penelitian dilakukan secara potong lintang pada 61 anak di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Data demografi, status gizi, kadar hemoglobin, mean corpuscular volume dan diagnosis pneumonia dikumpulkan dari rekam medis dengan pendekatan retrospektif. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05 untuk mengetahui hubungan anemia defisiensi besi dan pneumonia.Hasil. Sebagian besar subjek adalah laki-laki (60,7%), dengan status gizi normal (59%), dan berusia di bawah dua tahun (85,2%). Berdasarkan uji chi-square didapatkan hubungan signifikan antara anemia defisiensi besi dan pneumonia (RR=1,69; IK95% 0,96-2,872; p=0,023).Kesimpulan. Anemia defisiensi besi berhubungan dengan kejadian pneumonia pada anak usia enam bulan hingga lima tahu
Hierarchical Risk Factors for Stunting in Urban Indonesian Children (0–59 Months): A Case‒Control Study from Jambi, Indonesia Harahap, Huntari; Putra, Irawan Anasta; Maulina, Nisa Haska; Kusdiyah, Erny; Adnyana, I Made Dwi Mertha; Alrani, Nurul Qalbi
AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health Vol 6, No 2 (2025): October
Publisher : Research and Development Center for Food, Nutrition and Public Health (P4GKM) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrihealth.v6i2.107534

Abstract

Stunting affects 149.2 million children globally, with Indonesia reporting a prevalence of 21.6%, despite a decline in trends. Urban-specific risk factors remain poorly characterized, which limits the development of effective intervention strategies for metropolitan areas. This study aimed to identify the risk factors associated with stunting in children aged 0 to 59 months in Jambi, Indonesia. This case-control study involved 108 children aged 0 to 59 months from five community health centers in Jambi City from December 2024 to January 2025. The cases (n = 54) were children with height-for-age z scores of less than 2 standard deviations (SD), and the controls (n = 54) had standard growth patterns. Data collection involved anthropometric measurements and structured maternal interviews, which were analyzed via chi-square tests with 95% confidence intervals. Low birth length had a very high odds ratio (OR = 45.69, 95% CI = 5.88 to 354.70; p < 0.001), whereas inadequate complementary feeding resulted in a perfect prediction (OR = 5.33, 95% CI = 3.20 to 8.88; p < 0.001). Incomplete immunization (OR = 37.81, 95% CI = 8.32 to 171.71; p < 0.001) and maternal educational deficit (OR = 6.53, 95% CI = 1.76 to 24.18; p = 0.002) were identified as the primary modifiable determinants. Multisectoral strategies targeting maternal nutrition, universal immunization, and education-based interventions are necessary to reduce stunting in Indonesia’s urban population sustainably.