Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Paling Dominan yang Mempengaruhi Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 Pada Masyarakat Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Bakir, Bakir; Menap, Menap; Khalik, Khalik
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i8.19004

Abstract

ABSTRACT A significant global health challenge today is non-communicable diseases (NCDs), particularly type 2 diabetes mellitus (T2DM), which negatively impacts productivity and quality of life. The incidence of T2DM has dramatically increased, with projections indicating that the number of sufferers could reach 783 million by 2045, reflecting shifts in modern lifestyle patterns. This disease arises from a combination of genetic and lifestyle factors, including obesity, poor diet, and impaired insulin sensitivity. The rising prevalence of T2DM among individuals of productive age (18-65 years) poses a threat to economic well-being. Effective diabetes management requires collaboration among healthcare professionals and the community to enhance prevention efforts. In Indonesia, the 2018 Riskesdas data recorded a T2DM prevalence of 10.9% in the population aged over 15 years, highlighting the need for more effective interventions.  This study employed a case-control design with simple random sampling, involving 100 participants. Data were analyzed using the Chi-Square test for bivariate analysis and multivariate logistic regression. Data collection included interviews and laboratory examinations. The analysis revealed significant risk factors for T2DM: family history of the disease (OR 4.056, p-value 0.001; 95% CI 1.673 - 9.832), obesity (OR 2.656, p-value 0.044; 95% CI 1.011 - 6.978), physical inactivity (OR 0.172, p-value 0.001; 95% CI 0.070 - 0.421), and consumption of sweet foods and drinks (OR 3.956, p-value 0.005; 95% CI 1.447 - 10.816). The conclusion is that from the risk factors of having a family history of suffering from DMT2, obesity, physical activity, and consumption of sweet foods and drinks are significant risk factors for the occurrence of type 2 diabetes mellitus and the most influential of the 4 risk factors studied is the habit of consuming sweet foods and drinks in the community in the Kuripan Health Center work area. Keywords: Diabetes Mellitus, Risk Factors, Influence, Productive Age  ABSTRAK Tantangan kesehatan global yang signifikan saat ini adalah penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes mellitus tipe 2 (DMT2), yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kualitas hidup. Kasus DMT2 mengalami peningkatan dramatis, dengan proyeksi jumlah penderita mencapai 783 juta jiwa pada tahun 2045, mencerminkan pergeseran pola gaya hidup modern. Penyakit ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, termasuk obesitas dan pola makan yang buruk, serta gangguan sensitivitas atau sekresi insulin. Peningkatan prevalensi DMT2 di kalangan individu usia produktif (18-65 tahun) mengancam produktivitas dan kesejahteraan ekonomi. Penanggulangan diabetes memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk tenaga medis dan masyarakat, untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit ini. Di Indonesia, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi DMT2 mencapai 10,9% pada penduduk di atas 15 tahun, menunjukkan perlunya intervensi yang lebih efektif. Design penelitan ini adalah case-control dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 100 orang dan dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk bivariat dan menggunakan uji regresi logistik multivarat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan laboratorium. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pemeriksaan laboratorium. Hasil analisis didapatan riwayat keluarga DMT2 OR 4,056 (p-value 0,001; 95% CI 1,673 – 9,832), Obesitas OR 2,656 (p-value 0,044; 95% CI 1,011 – 6,978), Aktivitas fisik OR 0.172 (p-value 0,001; 95% CI 0.070 – 0.421), dan konsumsi makan dan minuman manis OR 3.956 (p-value 0,005; 95% CI 1,447 – 10,816).Simpulan, bahwa dari faktor risiko adanya riwayat keluaga menderita DMT2, obesitas, aktivitas fisik, dan konsumsi makan dan minuman manis adalah faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2 dan yang paling mempengaruhi dari 4 faktor risiko yang diteliti adalah kebiasaan konsumsi makan dan minuman manis pada massyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kuripan. Kata Kunci: DiabetesiMelitus, FaktoriRisiko, Pengaruh, Usia Produktif
Sistem Monitoring Volume dan Deteksi Dini Kebocoran Tabung LPG Menggunakan Sensor MQ-Series Berbasis Internet of Things Iswahyudi, Iswahyudi; Nugroho, Aji Brahma; Sutkno, Sutikno; Khalik, Khalik
IPTEQ Vol 7, No 2 (2025): JASIE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jasie.v7i2.22636742

Abstract

Kebocoran gas LPG merupakan ancaman serius yang menyumbang 94,7% kasus cedera luka bakar akibat ledakan di Indonesia. Selain faktor keamanan, habisnya gas secara tiba-tiba sering mengganggu aktivitas rumah tangga dan operasional UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi kebocoran gas LPG dan monitoring volume tabung berbasis Internet of Things (IoT), serta membandingkan performa sensor MQ-2 dan MQ-6 dalam mendeteksi kebocoran. Metode penelitian dilakukan dengan merancang alat menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor gas MQ-2, MQ-6, dan sensor load cell 10 kg melalui modul HX711. Data diproses untuk menampilkan konsentrasi gas dalam PPM dan berat tabung dalam kilogram melalui LCD 16x2 serta aplikasi Blynk secara real-time.  Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu bekerja optimal dengan akurasi pembacaan load cell mencapai 99,57% pada beban bervariasi dan 99,79% pada kondisi tabung penuh. Uji komparatif membuktikan bahwa sensor MQ-6 lebih sensitif dan responsif dibandingkan MQ-2 dalam mendeteksi kebocoran gas LPG. Sistem peringatan berupa buzzer dan notifikasi IoT berfungsi dengan baik saat konsentrasi gas mencapai kondisi bahaya atau gas akan habis, sehingga memberikan solusi preventif bagi keselamatan rumah tangga