Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ALQALAM

KONSEP ILMU DENGAN PARADIGMA TAUHID Kartina AM
Al Qalam Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.625 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i102.1640

Abstract

Sains (ilmu) pada zaman modern sangat dihargai, namun sejumlah penulis berpendapat lain, ada yang memandang sains sebagai proses dehumanisasi yang mengandung unsur perlakuan tidak layak pada manusia, masyarakat. Pada dasarnya konsep ilmu berdasarkan moral dengan paradigma tauhid memerlukan kesadaran bahwa segala bentuk ilmu berasal dari dan diarahkan untuk Allah. Secara filosofis dapat mempererat relasi konsep fitrah kemanusiaan, wahyu ilahi, dan sunnatullah (hukum Allah yang berlaku pada alam raya) secara terpadu. Rekonstruksi ilmu dalam paradigma tauhid sering disebut dengan kerja ''lslamisasi ilmu" atau "pengkajian ilmu dalam perspektif Islam 'yang metodologinya berdasarkan tauhid (keesaan Allah, kesatuan kebenaran, pengetahuan, kehidupan, dan umat). Sebagai pandangan dunia, tauhid meliputi prinsip-prinsip: 1) Dualitas, meliputi dua kategori umum, yaitu Tuhan (pencipta) dan bukan Tuhan (ciptaan); 2) Ideasionalitas, bahwa manusia mempunyai kemampuan berfikir; dan 3) Teleologis, bertujuan terencana, atau didasarkan pada maksud-maksud tertentu sang pencipta. Dari paradigma tauhid tersebut dapat dibangun basis ontologis, epistemologis, dan etis ilmu berdasarkan Islam.