Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Molekuler Rice tungro bacilliform virus pada Ratun Padi di Sidrap, Sulawesi Selatan melalui Pendekatan PCR Sidik, Effi Alfiani; Ibrahim, E.; Firmansyah, F.; Khaerana, K.
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidik, E.A., Ibrahim, E., Firmansyah, F. & Khaerana, K. (2024). Molecular study of rice tungro bacilliform virus on rice ratoons in Sidrap, South Sulawesi through a PCR Approach. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang  21 Oktober 2024. (pp. 836–842).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Rice rungro bacilliform virus (RTBV) is a primary causes of tungro disease, which proses a significant threat to rice production in South Sulawesi. This study was conducted to identify the infection symptoms and presence of RTBV in rice retoon in Sidrap, South Sulawesi. Samples were collected using purposive sampling in area suspected of tungro virus infection, and symptom identification was performed. RTBV detection was carried out using Polymerase Chain Reaction (PCR). Symptoms observed included yellow to orange discoloration of leaves, leaf shortening, and narrowing of leaf blades. PCR results confirmed that the ratoon rice was infected by RTBV. These finding indicated ratoons may serve as a potential inoculum source for virus spread in the mext planting season, thus prolonging the infection cycle. Early detection of RTBV infection in the ratooning phase through molecular approaches is crucial to minimizing the risk of tungro disease spread.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.
Evaluasi Kegiatan Pengelolaan Material Sisa Hasil Pengolahan Sluice Box Kapal Isap Produksi di PT Timah TBK Tarigan, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 11 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i11.3033

Abstract

Proses akhir pengolahan bijih timah di Kapal Isap Produksi (KIP) dilakukan menggunakan Sluice Box, dimana final konsentrat Sluice Box mempunyai kadar timah rata-rata 57,56 %Sn, sehingga mineral timah dengan ukuran butir lebih kecil kadar rata-rata 9,78 %Sn terbuang bersama mineral ikutan lain. Dengan demikian, pengambilan sampel feed, konsentrat, dan SHP menjadi tugas penting untuk menentukan nilai recovery pengolahan, material balance dan rasio perbandingan produksi konsentrat dengan SHP, dimana realisasi produksi dihitung dengan biaya pengumpulan SHP, biaya pengangkutan SHP, biaya pengolahan dan peleburan, biaya overhead, biaya beban usaha, harga logam (USD/MT) dan kurs (Rp/USD), sehingga diketahui Profit maupun Loss. Kemudian, perusahaan melakukan evaluasi profitabilitas operasi produksi dan mengambil keputusan untuk perbaikan proses serta optimasi biaya. Penelitian ini merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survei kegiatan pengoperasian sluice box pada KIP PT Timah Tbk. Dari hasil penelitian didapatkan evaluasi pengelolaan material SHP sluice box KIP tahun 2023 dengan mengintegrasikan analisis nilai recovery sluice box KIP dengan analisis material balance pada sluice box untuk menentukan perbandingan produksi konsentrat terhadap SHP dengan analisis keekonomian. Standar rasio konsentrat dengan SHP yakni 1: 2 dengan produksi konsentrat rata-rata perbulan sejumlah 546,52 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 64,31 Ton Sn, Net Margin Rp 6.983.586.065,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626 per Ton Sn. Sedangkan realisasi produksi rata-rata perbulan menunjukkan nilai rasio 3,9: 1 dengan rata-rata produksi konsentrat sejumlah 546,62 Ton Sn dibanding produksi SHP sejumlah 7,64 Ton Sn, Net Margin Rp 829.717.753,- Harga Pokok Produksi Bijih Timah Rp 108.587.626,-.
INTERPRETASI PEMETAAN STRUKTUR KELURUSAN DARI DATA LANDSAT 8 SEBAGAI INDIKASI POTENSI SUMBERDAYA CBM Ramadhan, Kgs M.R.; Ibrahim, E.; Suherman, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal Bed Methane atau disingkat menjadi CBM merupakan gas yang terbentuk dan terperangkap di dalam lapisan batubara. CBM memiliki potensi ekonomi yang bagus karena dapat dikonversikan menjadi energi listrik atau disalurkan melalui pipa untuk pemanfaatan lainnya. Indonesia diperkirakan memiliki cadangan CBM sebesar 453 TCF sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi dengan cadangan batubara terbesar di Indonesia sehingga mengindikasikan bahwa potensi sumberdaya CBM juga melimpah. Tujuan penelitian ini adalah menetukan indikator pada area yang berpotensi mengandung sumberdaya CBM berdasarkan struktur kelurusan dengan melakukan interpretasi dari data citra Satelit Landsat-8 dan memprediksi area yang berpotensi mengandung sumberdaya gas CBM di wilayah penelitian. Penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Hasil penelitian potensi CBM dengan melihat pada indikator kelurusan geologi menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi CBM. Hal ini terlihat dari terdapatnya wilayah dengan densitas kelurusan yang tinggi dengan nilai sebesar 2,711/km2 – 5,121/km2 yang artinya memiliki permeabilitas tinggi yang berkembang dengan baik. Permeabilitas yang baik akan meningkatkan jumlah gas CBM yang terperangkap karena terdapatnya ruang yang dapat diisi oleh gas CBM.
HUBUNGAN SEBARAN CLEAT DENGAN NILAI PROXIMATE BATUBARA PADA PERTAMBANGAN BATUBARA PT. BUKIT ASAM Edwar, AY.; Ibrahim, E.; Haryati, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan batubara merupakan salah satu dari sekian banyak jenis pertambangan di Indonesia. Secara geologi, keterbentukan batubara di Indonesia sendiri dapat dibedakan menjadi tiga cekungan, yaitu intramontana, cekungan daratan-muka (foreland basin, back deep basin), dan cekungan delta. Batubara yang terendapkan memberikan kenampakan geologi. Salah satu kenampakan tersebut adalah cleat pada batubara. Cleat pada batubara merupakan rengkahan yang ada pada batubara. Terdapat dua jenis cleat pada batubara, yaitu face cleat dan butt cleat, namun pada penelitian ini akan lebih memfokuskan penelitian pada face cleat. Penelitian terdahulu mengenai cleat pada umumnya lebih mengarah pada pengaruhnya terhadap keterbentukan CBM, namun belum ada yang membahas mengenai hubungan keterdapatan cleat terhadap nilai proximate batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari persebaran cleat batubara terhadap nilai dari proximate batubara. Nilai proximate yang diperoleh akan dibandingkan dengan nilai dari cleat yang diteliti. Nilai cleat yang diteliti adalah banyak cleat yang terbentuk, densitas cleat, serta arah persebaran cleat. Pengumpulan data cleat tersebut dilakukan dengan menggunakan metode windows sampling, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, yaitu pengumpulan data berbentuk angka. Sampel yang diuji berasal dari wilayah penambangan bukit asam, diantaranya TSBC, suban timur, dan bangko barat. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara nilai fixed carbon dari batubara dengan total arah sebaran dari cleat, sedangkan untuk banyaknya cleat yang terbentuk pada permukaan batubara, cendrung searah dengan pergerakan dari total moisture, volatile meter, dan ash content.
ESTIMASI VOLUME ENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN BATAS TAMBANG MENGGUNAKAN FEM DAN IDW Desmawita, D.; Ibrahim, E.; Affandi, AK.
Jurnal Pertambangan Vol. 4 No. 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Endapan batubara di PT NAR terdiri dari beberapa lapisan dengan ketebalan yang bervariasi. Endapan batubara yang telah dimodelkan menggunakan perangkat lunak belum divalidasi. Cadangan batubara, perencanaan produksi, sistem penambangan dan umur tambang dipengaruhi oleh ketebalan lapisan batubara, sehingga membutuhkan metode estimasi yang tepat dengan akurasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi cadangan batubara berdasarkan metode terpilih dengan nilai error terkecil. Penelitian ini menggunakan 31 titik lubang bor dengan multi seam batubara: Seam A, E seam dan splitting seam yaitu seam E1 dan seam E2 dengan rating batubara sub-bituminus. Analisis data menggunakan interpolasi metode FEM dan IDW berdasarkan nilai RMSE. Luas blok PT NAR 74,91 ha, luas tambang 23,84 ha dengan metode FEM, diperkirakan cadangan batubara 15 juta ton dengan nisbah kupas 3: 1. Interpolasi ketebalan menggunakan metode FEM dan IDW dengan nilai error terkecil pada inverse distance kubik sebesar 0,15. Low wall slope 30o dan overall slope pada high wall 45o diperoleh luas penambangan 20,44 ha, cadangan batubara 1.640.180,10 ton, volume lapisan penutup 6.960.892,14 BCM, volume interburden 491.320,88 BCM dan SR 4,5: 1. Perbandingan estimasi cadangan batubara dengan metode FEM dan IDW didapatkan hasil yang berbeda sebesar 140.000 ton atau meningkat 9,33%. Hasil tersebut membuktikan bahwa perbedaan metode penghitungan sangat dipengaruhi oleh arah distribusi dan nilai yang dihasilkan.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA SEAM P PADA DESAIN PIT PQRT PT BERAU COAL Nashita, H.; Ibrahim, E.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1677

Abstract

Pit PQRT merupakan salah satu pit yang berada di Site Lati yang menjadi penyumbang terbesar dalam produksi batubara PT Berau Coal pada tahun 2022, yaitu mencapai 7.951.581 ton. Permintaaan pasar terhadap batubara seam P juga meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi batubara dunia. Pada kondisi aktual pit PQRT terdapat di sisi barat high wall pada elevasi -70 berpotensi untuk dilakukan optimalisasi batubara. Oleh karena itu diperlukan perencanaan kembali desain pit PQRT untuk mengoptimalkan volume cadangan batubara seam P, menghitung volume overburden dan batubara seam P sebelum dan setelah dilakukan optimalisasi serta nilai break even stripping ratio (BESR) dan stripping ratio (SR) ekonomis apabila dilakukan optimalisasi batubara. Perancangan desain optimalisasi batubara seam P pit PQRT dilakukan menggunakan software MineScape 5.7. Berdasarkan rekomendasi geoteknik PT Berau Coal direncanakan single slope 55o, overall slope 32o, tinggi lereng tunggal 10 meter, lebar jenjang 5 meter, dan lebar jalan angkut 35 meter. Desain pit optimalisasi menghasilkan request level (RL) tertinggi 80 dan RL terendah -90 dengan faktor keamanan (FK) 1,24 untuk overall slope dan FK 1,21 untuk single slope. Hasil perhitungan total cadangan untuk area optimalisasi batubara seam P pit PQRT sebesar 114.637 ton untuk batubara dan sebesar 527.039 BCM untuk overburden maka total cadangan pit PQRT tahun 2023 apabila ditambahkan dengan volume cadangan optimalisasi sebesar 8.066.218 ton batubara dan 124.841.039 BCM overburden. Nilai BESR dan SR Ekonomis untuk penambahan volume batubara dan overburden pada desain pit optimalisasi sebesar 47,8 dan 33,46.
PEMILIHAN JENIS REAKTOR GASIFIKASI BATUBARA ACEH BARAT DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Balyani, KM. F.; Ibrahim, E.; Bahrin, D.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1768

Abstract

Teknologi gasifikasi saat ini semakin berkembang dengan berbagai tipe reaktor gasifikasi. Berbagai tipe reaktor tersebut juga memiliki jenis dan karakter material feeding yang cocok sebagai bahan baku yang akan menghasilkan gas sintesis. Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai tingkat kualitas batubara sehingga perlu dilakukan kajian penelitian terkait penentuan jenis reaktor gasifikasi yang sesuai dengan peringkat batubara. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dipilih untuk mengambil keputusan terkait pemilihan reaktor gasifikasi yang akan digunakan. Ada tiga jenis kelompok responden yang dipilih untuk menganalisis reaktor yang akan dipilih untuk Gasifikasi Batubara yaitu praktisi, pemerintah, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukan para responden lebih memilih reaktor entrained flow sebagai reaktor yang cocok untuk batubara di lokasi penelitian dengan kriteria %H2 dan %CO dan karakteristik batubara menjadi kriteria utama dalam pemilihan raktor gasifikasi.
ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGHWALL TERHADAP PENGARUH SESAR DI PIT SUBAN JERIJI SELATAN, PT BUKIT ASAM Amanda, R. R.; Ibrahim, E.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.2090

Abstract

Perusahaan Tambang Bukit Asam merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri energi yang berbasis pertambangan batubara. PT Bukit Asam merupakan tambang batubara terbuka, dimana kegiatan produksi tambang terbuka selalu berkaitan dengan kestabilan lereng. Pit Suban Jeriji Selatan merupakan salah satu area tambang di PT Bukit Asam yang memiliki bidang diskontinuitas yang terletak di highwall. Adanya bidang diskontinuitas yang berupa rekahan atau patahan pada lereng dapat menyebabkan tingkat kestabilan menurun, terutama pada lereng yang sejajar dengan patahan. Hal tersebut dapat menjadikan lereng rawan longsor. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa lereng yang sejajar patahan dapat memiliki keamanan yang stabil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan lereng yang stabil terhadap patahan dengan melakukan simulasi pemodelan design berdasarkan overall slope dan geometri. Metode penelitian menggunakan simulasi pemodelan lereng dengan menggunakan software rocscience slide. Pada lokasi penelitian terdiri dari 12 lapisan batuan serta struktur sesar dengan bidang N 220o E/55o dan gores garis 80o yang merupakan sesar turun. Design lereng No.8 memiliki nilai FK yang paling tinggi yaitu 1,398, sedangkan design lereng No.5 memiliki nilai FK terendah yaitu 0,764. Design No.8 dengan nilai FK 1,398 overall slope 16,4o dan design No.10 dengan nilai FK 1,229 overall slope 17,9o merupakan model yang memiliki nilai stabil dan menjadi rekomendasi dalam perencanaan tambang pada Pit Suban Jeriji Selatan. Hasil pemodelan menunjukkan nilai overall slope di atas 18o memiliki FK yang kritis dan tidak stabil, sedangkan overall slope di bawah 18o memiliki nilai FK yang stabil.
PEMILIHAN OPTIMUM PIT LIMIT BERDASARKAN VOLATILITAS HARGA BATUBARA MENGGUNAKAN DISCOUNTED CASH FLOW Hardiman, V.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2260

Abstract

Nilai cadangan total dari sebuah pit pada tambang terbuka batubara didapatkan dari pemilihan pit shell dengan Net Present Value (NPV) tertinggi dari keseluruhan hasil pit optimasi yang telah dilakukan dengan bantuan perangkat lunak dengan algoritma tertentu. Pada umumnya NPV dihitung menggunakan harga batubara acuan (HBA) terbaru pada saat perhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan fluktuasi harga yang pernah terjadi. Sehingga nilai yang didapatkan tidak relevan lagi apabila terjadi perubahan harga yang sinifikan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimum pit shell dari setiap hasil pit optimisasi dengan melakukan simulasi keekonomian menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) berdasarkan volatilitas harga jual batubara historis. Metode DCF dipilih untuk mengambil keputusan karena mudah dipahami dan cepat diadopsi. Sifat dari metode ini sangat sensitif terhadap perubahan kecil dalam tingkat diskonto dan asumsi tingkat pertumbuhan. Metode DCF memperhitungkan NPV dari aliran kas berdasarkan harga jual komoditas bahan galian yang dianggap konstan dengan menetapkan discount factor. Volatilitas mewakili tingkat risiko suatu proyek yang dilihat dari perubahan harga jual dalam periode tertentu di masa lampau. Tahapan yang dilakukan mulai dari melakukan validasi model geologi, perhitungan break even stripping ratio, proses pit optimasi, perhitungan volatilitas harga batubara, sampai dengan valuasi DCF. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan optimum pit shell antara penggunaan HBA aktual dengan harga yang telah didiskon dengan volatilitas. Pit shell optimum dengan menggunakan volatilitas memiliki cadangan yang lebih rendah daripada pit shell optimum dengan penggunaan harga aktual HBA.