Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Holistik dalam Pelatihan Sape’ Dayak untuk Membangun Kesadaran Apresiasi Musik dan Jalinan Komunikasi-Dialog Lintas Budaya Kurniawan, Rahmat; Wulandari, Sri Riski; Alam, Andi Zulfikar; Purnama, Andry Priyadharmadi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 5
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Implementasi pendidikan holistik dalam pelatihan alat musik Sape’ Dayak Kalimantan menjadi upaya untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan yang bukan sekedar pada tataran pengetahuan kognitif dan praktik semata, akan tetapi menyelami nilai, makna, dan karakter masyarakat lintas budaya. Proses ini juga membangun kesadaran apresiasi musik dan jalinan komunikasi lintas budaya. Di tengah arus globalisasi yang menghadirkan tantangan bagi kelestarian budaya lokal, praktik-praktik tradisi seperti pelatihan musik Sape’ menawarkan sebuah paradigma pedagogis yang relevan dan mendalam. Menggunakan metode pelatihan partisipatif berbasis komunitas dan kerangka teoretis yang memadukan prinsip-prinsip Pendidikan Holistik, konsep Kearifan Lokal dan Komunikasi Lintas Budaya, pendekatan Etnomusikologi, serta teori Glokalisasi, pelatihan ini secara inheren mengintegrasikan pengembangan aspek kognitif, afektif, sosial-budaya, psikomotorik, dan spiritual peserta. Pelatihan ini tidak hanya berfungsi sebagai medium pelestarian warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk membangun jembatan komunikasi dan dialog lintas budaya yang otentik dalam era global. Lebih jauh, pengalaman mendalam dengan Sape' terbukti menjadi gerbang untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih luas terhadap kekayaan tradisi musik Nusantara lainnya. Capaian kunci dari pelatihan ini mengindikasikan bahwa penguasaan mendalam terhadap satu tradisi budaya justru menjadi fondasi kokoh untuk dialog dan pemahaman antarbudaya. Artikel ini ditutup dengan implikasi bagi kebijakan pendidikan nasional dan strategi pelestarian budaya, merekomendasikan integrasi model pedagogis berbasis kearifan lokal ke dalam kurikulum formal dan penguatan ekosistem sanggar seni sebagai pusat pendidikan karakter.Kata kunci: Pendidikan Holistik, Sape’ Dayak, Apresiasi Musik, Komunikasi Lintas Budaya.
Model Pembelajaran Manajemen Pertunjukan Teater Berbasis Konsep William J. Byrnes: Analisis Persepsi Mahasiswa terhadap Efektivitas dan Penerapannya dalam Pendidikan Seni Pertunjukan Prusdianto, Prusdianto; Alam, Andi Zulfikar; Masri, Andi Sulfana
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78485

Abstract

Abstrak. Studi ini mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap model pembelajaran manajemen pertunjukan teater berdasarkan Manajemen dan Seni karya William J. Byrnes, yang bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif konsep manajemen teoretis dapat diterapkan dalam pendidikan seni pertunjukan. Data dikumpulkan dari mahasiswa teater S1 di Universitas Negeri Makassar menggunakan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan pemahaman konseptual yang kuat tentang kerangka kerja manajerial Byrnes, terutama dimensi organisasi dan kepemimpinannya, tetapi kesulitan mengoperasionalkan prinsip-prinsip tersebut dalam konteks produksi nyata. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan teori-praktik yang berkepanjangan akibat terbatasnya kesempatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kurangnya integrasi bimbingan industri. Namun, ketika diimplementasikan bersama strategi pembelajaran berbasis pengalaman seperti manajemen produksi berbasis proyek dan simulasi kolaboratif, kerangka kerja Byrnes secara efektif memupuk kepemimpinan, kerja sama tim, dan keterampilan pemecahan masalah yang adaptif. Mahasiswa menganggap integrasi ini penting untuk kesiapan profesional dan keberlanjutan institusi dalam sektor seni pertunjukan. Diskusi ini menekankan kebutuhan pedagogis untuk menyelaraskan teori manajemen dengan praktik terapan, mengadvokasi desain kurikulum berbasis persepsi yang menggabungkan keterlibatan audiens, kepemimpinan etis, dan adaptabilitas digital. Studi ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada dengan menunjukkan secara empiris bagaimana model Byrnes dapat diadaptasi dengan kebutuhan pendidikan kontemporer, sekaligus menjaga keseimbangan antara kreativitas dan ketelitian administratif. Pada akhirnya, penelitian ini menggarisbawahi potensi transformatif dari integrasi teori manajemen dengan praktik untuk mencetak calon manajer teater yang melek budaya dan kompeten secara profesiona Kata Kunci: manajemen teater; William J. Byrnes; seni pertunjukan; pembelajaran eksperiensial; pedagogi manajemen seni
SOCIAL MEDIA ENGAGEMENT NGAYOGJAZZ SEBAGAI FESTIVAL MUSIK DI YOGYAKARTA Alam, Andi Zulfikar; Aryandari, Citra; Saputra, Andi Taslim
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 13 No 2 (2023): HARMONI: OCTOBER 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v13i2.12881

Abstract

This study aims to find out 1). How social media engagement is present in Ngayogjazz as a music festival in Yogyakarta. 2). How Social media plays a role in portraying the Ngayogjazz festival. To achieve the objectives of the study, qualitative research methods were used with a virtual ethnographic approach from Christine Hine where Social media was chosen as the locus of research. Social media theory is used as a foundation in framing thoughts and discussions.Data collection techniques are carried out in two ways, namely observing Ngayogjazz's activities on Social media and conducting interviews to confirm some data found directly with several sources directly related to this event. In addition, existing literature and documentation data are also used as references in describing and analyzing Ngayogjazz events in Social media.The results of this study show that Social media that is present in Ngayogjazz as a music festival in Yogyakarta, using four platforms, namely Facebook, Twitter, Instagram and Youtube shows a binding interaction between Ngayogjazz as a festival and the community at large. Ngayogjazz utilizes Social media as one of the strategies in branding itself as a music festival whose presence is taken into account in the country, improvisation and musical interaction that characterize jazz.