Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Kandang Domba Sehat di Desa Sriharjo Imogiri Kabupaten Bantul Indarjulianto, Soedarmanto; Sugiyanto, Catur; Soetiarso, Lilik; Tontowi, Alva Edy; Pertiwiningrum, Ambar; Prabowo, Teguh Ari; Wuri, Margaretha Arnita
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i3.251

Abstract

Ternak domba di Desa Sriharjo masih dipelihara secara tradisional di pekarangan rumah di kandang berlantai tanah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan pembuatan kandang domba sehat di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Mitra kegiatan pengabdian adalah 30 peternak anggota kelompok ternak Taruna Tani Hijaunya Cinta, desa Sriharjo. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, studi banding dan dilanjutkan pendampingan peternak membangun kandang sehat. Pemahaman masyarakat terhadap kandang sehat diukur melalui wawancara serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah pengabdian. Hasil pengabdian ini adalah peternak telah berhasil membangun kandang panggung percontohan yang berlokasi di pekarangan yang tidak terlalu dekat dengan rumah penduduk. Hasil survey menunjukkan bahwa sebelum PKM sebanyak 10% dan setelah PKM semua (100%) peternak memahami tentang pengertian dan manfaat kandang sehat. Disimpulkan bahwa kandang domba sehat telah berhasil dibangun dan fungsinya telah dimengerti oleh semua peternak domba di desa Sriharjo.
Pendampingan Pembuatan Kandang Domba Sehat di Desa Sriharjo Imogiri Kabupaten Bantul: Assistance Program to Help Farmers Build Hygienic Sheep Housing in Sriharjo Village Imogiri Subdistrict Bantul District Soedarmanto Indarjulianto; Catur Sugiyanto; Lilik Soetiarso; Alva Edy Tontowi; Ambar Pertiwiningrum; Teguh Ari Prabowo; Margaretha Arnita Wuri
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i3.251

Abstract

Ternak domba di Desa Sriharjo masih dipelihara secara tradisional di pekarangan rumah di kandang berlantai tanah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan pembuatan kandang domba sehat di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Mitra kegiatan pengabdian adalah 30 peternak anggota kelompok ternak Taruna Tani Hijaunya Cinta, desa Sriharjo. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, studi banding dan dilanjutkan pendampingan peternak membangun kandang sehat. Pemahaman masyarakat terhadap kandang sehat diukur melalui wawancara serta pengisian kuesioner sebelum dan sesudah pengabdian. Hasil pengabdian ini adalah peternak telah berhasil membangun kandang panggung percontohan yang berlokasi di pekarangan yang tidak terlalu dekat dengan rumah penduduk. Hasil survey menunjukkan bahwa sebelum PKM sebanyak 10% dan setelah PKM semua (100%) peternak memahami tentang pengertian dan manfaat kandang sehat. Disimpulkan bahwa kandang domba sehat telah berhasil dibangun dan fungsinya telah dimengerti oleh semua peternak domba di desa Sriharjo.
Pemberdayaan Istri-Istri Peternak Melalui Pengolahan Susu pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Tahunan, Kabupaten Pacitan Ambar Pertiwiningrum; Teguh Ari Prabowo; Catur Sugiyanto; Soedarmanto Indarjulianto; Margaretha Arnita Wuri
Journal of Empowerment Community Vol. 3 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v3i1.566

Abstract

Dewasa ini telah terjadi pandemi virus Covid_19 atau yang lebih dikenal virus corona. Kejadian tersebut membuat masyarakat berbondong-bondong menggalakan hidup sehat, salah satu yang sering didengungkan adalah menjaga immunitas tubuh dengan mengkonsumsi jamu dan susu. Desa Tahunan, Kabupaten Pacitan memiliki potensi sumber daya pertanian berupa empon-empon dan peternakan sapi perah cukup banyak. Saat ini produksi empon-empon di desa tersebut dijual dalam bentuk mentah (belum diolah). Sementara untuk produk susu sapi perah masih tergantung pada distributor susu. Kendalanya apabila terjadi over suplai dan distributor susu menolak susu tersebut maka akan menjadi kegoncangan bagi pendapatan rumah tangga peternak. Untuk itu diperlukan suatu usaha menjadikan kedua komoditi tersebut memiliki nilai tambah dan tidak tergantung kepada pihak ketiga. Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Implementasi Pendidikan Bagi Pembangunan Berkelanjutan terjadi kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa tahunan untuk mengembangkan kedua komoditi tersebut menjadi produk unggulan Output kegiatan ini adalah masyarakat ter edukasi melalui pengolahan susu dan empon-empon menjadi minuman kesehatan di masa pandemi covid-19.
Kejadian Fascioliasis pada Sapi Perah di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan Alek Arisona; Soedarmanto Indarjulianto; Catur Sugiyanto; Ambar Pertiwiningrum; Joko Prastowo; Yanuartono .; Alfarisa Nururrozi; Margaretha Arnita Wuri; Teguh Ari Prabowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70602

Abstract

Fascioliasis adalah penyakit cacing hati yang dapat menyerang sapi dan sangat merugikan, karena dapat menurunkan produktivitas. Peternakan sapi perah di Tegalombo, Pacitan merupakan peternakan rakyat yang pengelolaannya banyak melibatkan perempuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi fascioliasis pada sapi perah di kecamatan Tegalombo, kabupaten Pacitan. Sebanyak 50 ekor sapi perah digunakan sebagai sampel di dalam penelitian ini. Semua sapi diperiksa secara fisik, diambil fesesnya dan diperiksa adanya telur cacing Fasciola sp. Hasil pemeriksaan fisik sapi secara klinis menunjukkan bahwa semua sapi pada penelitian ini menunjukkan kondisi umum normal, nafsu makan baik, serta tidak ada abnormalitas yang signifikan pada semua bagian tubuh, sehingga dinyatakan sehat secara fisik. Hasil pemeriksaan sampel feses didapatkan adanya telur cacing Fasciola sp. pada 2 dari 50 ekor sapi (4%), sedangkan 48 ekor sapi lainnya (96 %) tidak ditemukan telur cacing. Kesimpulan dari peneltian ini adalah kejadian fascioliasis pada sapi perah di Tegalombo, kabupaten Pacitan rendah. Pemeriksaan secara periodik terhadap kemungkinan fascioliasis perlu dilakukan, sebagai langkah penanggulangan fascioliasis di daerah tersebut.
Pendampingan pengolahan kotoran dalam rangka penanggulangan kecacingan pada domba di Peternakan Domba Kalurahan Sriharjo: Manure processing assistance in the context of preventing helminthiasis in sheep at Sriharjo Village Sheep Farms Indarjulianto, Soedarmanto; Pertiwiningrum , Ambar; Prabowo , Teguh Ari; Wicaksana, Pamungkas Aji; Wuri , Margaretha Arnita
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i4.459

Abstract

ABSTRACT  Helminthiasis is a disease caused by worms that can affect sheep. This disease is detrimental because it causes a decrease in sheep productivity, even death. This community service activity (PkM) aims to provide assistance in processing manure in order to overcome helminthiasis in sheep in sheep farms in Sompok Hamlet, Sriharjo Village. This PkM activity was done in June-August 2023 using the Participatory Action-Research (PAR) method. Farmers are assisted in processing sheep manure into organic fertiliser. The results revealed that the condition of some farmers' cages without roof monitors; the height of the floor collar did not reach the ideal height of 1 m; part of the cage floor was soil; piles of faeces in the cage could make flies arrive; efforts to sanitise the cage have been carried out by farmers but have not been routinely carried out. Sheep farmers' knowledge of helminthiasis shows that they are generally aware of helminthiasis in sheep and its detrimental effects, but do not know how to prevent it. Farmer assistance in processing sheep manure into manure has been successfully carried out, so . The conclusion of this PkM found that 1) there are still many sheep farms that have a risk of helminthiasis; 2) farmers already know helminthiasis and its disadvantages but do not know how to prevent it; 3) successfully assisted farmers in preventing helminthiasis through processing manure into manure.  Keywords: Helminthiasis; Manure processing; Organic fertilizer; Participatory Action-Research (PAR); Sheep productivity   ABSTRAK  Helminthiasis atau kecacingan merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing yang dapat menyerang domba. Penyakit ini merugikan karena  mengakibatkan penurunan produktivitas domba, bahkan kematian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan melakukan pendampingan pengolahan kotoran dalam rangka penanggulangan kecacingan pada domba di peternakan domba di Dusun Sompok, Kalurahan Sriharjo. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2023 dengan metode  Participatory Action-Research (PAR). Peternak didampingi dalam pengelolahan kotoran domba menjadi pupuk organik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kondisi peternak sebagian  kandang tidak ada atap monitor; tinggi kolong kurang dari 1 m; beberapa kandang berlantai tanah; feses pada kandang dapat membuat lalat berdatangan; sanitasi kandang belum dilakukan secara teratur. Pengetahuan peternak domba mengenai penyakit kecacingan menunjukkan bahwa pada umumnya mereka sudah mengetahui penyakit kecacingan pada domba dan dampaknya yang merugikan, namun belum mengetahui bagaimana cara mencegah kecacingan pada peternakan. Pendampingan peternak dalam mengolah kotoran domba menjadi pupuk kandang telah berhasil dilakukan, sehingga . Kesimpulan PkM ini mendapatkan fakta bahwa 1) masih banyak peternakan domba yang mempunyai risiko terjadinya kecacingan; 2) peternak sudah mengetahui kecacingan dan kerugiannya tetapi belum tahu cara pencegahannya; 3) berhasil mendapingi peternak melakukan salah satu pencegahan kecacingan melalui pengolahan kotoran menjadi pupuk kandang. Kata kunci: Helminthiasis; Participatory Action-Research (PAR); Pengolahan pupuk kandang; Produktivitas domba; Pupuk organik
A Regional Competitive Framework for Indonesian Sectoral Strategy: Enhancing Plantation Potency in West Papua Khusniati, Navi'ah; Wuri, Margaretha Arnita
Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Dinamika Sosial Ekonomi
Publisher : Agribusiness Department, Faculty of Agriculture, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jdse.v26i2.16041

Abstract

This study examines the structure and dynamics of the regional economy of West Papua Province by identifying base and non-base sectors using the Location Quotient (LQ) and Shift Share approaches. The analysis is based on district- and city-level Gross Regional Domestic Product (GRDP) data at constant prices for the period 2012–2022. The LQ estimates indicate that the agricultural sector particularly the plantation subsector exhibits a strong comparative advantage, with 10 out of 13 administrative regions recording LQ values greater than one. The Shift Share analysis reveals substantial heterogeneity in regional competitiveness. Fak-Fak, Kaimana, Manokwari, and Teluk Wondama are classified in Quadrant I, indicating that the plantation subsector in these regions functions not only as a base sector but also demonstrates relatively faster growth compared to the provincial average. In contrast, South Manokwari, Maybrat, Raja Ampat, South Sorong, Tambrauw, and Pegunungan Arfak fall into Quadrant IV, suggesting base sectors with relatively lagging growth performance. Based on these findings, this study emphasizes the development of the coconut industry as a strategic driver of a renewable natural resource–based economy. Nevertheless, the sector continues to face major constraints, including low productivity, high post-harvest losses, and limited market access. Therefore, policies aimed at strengthening value chains, adopting green technologies, and advancing digital governance are essential prerequisites for enhancing regional competitiveness and ensuring the long-term economic sustainability of West Papua.