Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Presentasi Diri Remaja Social Climber dalam Media Sosial Katkar, Kimmy; Desyantoro, Irwan; Wangge, Maria Yuliana
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1903

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, presentasi diri di media sosial menjadi kegiatan yang sangat penting. Presentasi diri dilakukan agar individu dapat diterima dengan baik oleh lingkungan sekitarnya. Kehidupan remaja pemanjat sosial memiliki dua sisi yang berbeda, Di mana sisi luar yang umumnya ditunjukkan oleh seorang pemanjat sosial adalah kehidupan yang glamor dengan beragam tujuan yang ingin diraih, termasuk salah satunya adalah pengakuan terhadap status sosial yang tinggi.. Sisi sebaliknya, belum tentu mereka adalah orang yang benar-benar berkecukupan atau bahkan berkelebihan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran presentasi diri remaja social climber di media sosial dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku remaja social climber saat merepresentasikan dirinya di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik analisis datanya adalah model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-presentation terdiri dari dua sisi yaitu front stage dan back stage. Dimana pada panggung depan, para remaja menampilkan dirinya dengan segala kemewahan dan gaya hidup hedonisme, sedangkan panggung belakang menampilkan kehidupan nyatanya, menunjukkan jati dirinya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Faktor internal yang mempengaruhi presentasi diri remaja social climber adalah kebutuhan berafiliasi dan kebutuhan akan penghargaan. Sedangkan faktor eksternalnya adalah lingkungan sosial, popularitas dan peningkatan status sosial
Training assertive sebagai upaya mencegah kenakalan remaja kepada siswa Katkar, Kimmy; Wangge, Maria Yuliana; Sari, Dewi Puspita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22028

Abstract

Abstrak Di era globalisasi sekarang ini kenakalan remaja semakin marak terjadi dimana-mana. Hal ini disebabkan salah satunya adalah karena individu tidak mau dan tidak mampu untuk jujur, terbuka tentang sikap dan perasaannya terhadap situasi sosial dalam pergaulan teman sebayanya. Individu yang kurang memiliki kemampuan dalam berperilaku asertif, akan mudah terpengaruh lingkungan sosial yang cenderung buruk dan tidak mampu untuk menolaknya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan perilaku asertif agar dapat terhindar dari kenakalan remaja pada siswa. Mitra kegiatan ini adalah SMP Kesatrian 1 Semarang dengan jumlah peserta sebanyak 20 siswa kelas VIII & IX. Metode yang digunakan untuk mengukur kegiatan ini adalah kuantitatif dengan pemberian kuesioner. Hasil kuesioner dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pre-test dan post-test, yang menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif pada siswa dengan skor sebesar 17,98. Nilai pretest yang semula 56,95 menjadi 74,93, menunjukkan adanya peningkatan perilaku asertif. Kegiatan ini bermanfaat bagi siswa, dengan adanya peningkatan perilaku asertif dapat mendorong agar lebih berani mengemukakan pendapat, perasaannya tanpa merugikan orang lain dan dapat terhindar dari kenakalan remaja. Kata kunci: asertif; kenakalan remaja; perilaku menyimpang; patologi sosial Abstract In the current era of globalization, juvenile delinquency is increasingly common everywhere. One of the reasons for this is that individuals are unwilling and unable to be honest and open about their attitudes and feelings towards social situations in the company of their peers. Individuals who lack the ability to behave assertively will easily influence a social environment that tends to be bad and will not be able to resist it. The aim of this service activity is to increase assertive behavior in order to avoid juvenile delinquency among students. The partner for this activity is SMP Kesatrian 1 Semarang with a total of 20 students from class VIII & IX. The method used to measure this activity is quantitative by administering a questionnaire. The results of the questionnaire were evaluated using a pre-test and post-test measurement model, which showed an increase in assertive behavior in students with a score of 17.98. The pretest score, which was originally 56.95, became 74.93, indicating an increase in assertive behavior. This activity is beneficial for students, by increasing assertive behavior it can encourage them to be more courageous in expressing their opinions and feelings without harming others and can avoid juvenile delinquency. Keywords: assertive; juvenile delinquency; deviant behavior; social pathology