Pernikahan dini masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan reproduksi, pendidikan, serta kesiapan sosial dan ekonomi remaja. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dan konsekuensi pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor utama terjadinya praktik tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa melalui edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di SMA Keberbakatan Olahraga Sulawesi Tenggara pada bulan November 2025 dengan sasaran 20 siswa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, serta diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi partisipasi dan respons peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai risiko kesehatan reproduksi, dampak pernikahan dini terhadap pendidikan dan masa depan, serta pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki pernikahan. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja untuk menunda pernikahan hingga usia yang matang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah, khususnya pada sekolah dengan karakteristik siswa berprestasi di bidang olahraga.