Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Development

INVESTMENT CREDIT ANALYSIS BY ECONOMIC SECTOR IN INDONESIA Afrizal, Ardi; Nurdin, Nurdin; Halim, Abd
Jurnal Development Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.675 KB) | DOI: 10.53978/jd.v9i1.163

Abstract

The purpose of this study is to analyze investment credit by economic sector in Indonesia through a simple linear regression model through the Least Squares (NLS and ARMA) approach. The findings show that the effect of interest rates on investment credit is not significant 0.334 with a R2 value of 1.06%. Meanwhile, the effect of inflation on investment credit is very significant 0.0021 with R2 of 10.31 %%. Then for the effect of investment credit on economic growth is not significant 0.654 or with an R2 value of 0.0023. Meanwhile, the effect of investment credit on formal employment is very significant 0.0033 with a R2 value of 9.5%. The results of the research findings recommend an evaluation of monetary policy carried out by the government, especially the stability of interest rates on investment credit and economic growth in Indonesia.
ANALISIS KONSUMSI RUMAH TANGGA, STRUKTUR EKONOMI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PERIODE 2000-2019 Afrizal, Ardi; Mayesti, Indria; Irmanelly, Irmanelly
Jurnal Development Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.296 KB) | DOI: 10.53978/jd.v9i1.172

Abstract

Tujuan penelitian untuk analisis pengaruh konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2000-2019 melalui model regresi linear sederhana ditemukan hasil uji determinasi dari nilai R2 adalah sebesar 15,20%, dimana secara parsial konsumsi rumah tangga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,090 dengan nilai α dibawah 10%. Sedangkan pengaruh struktur ekonomi (pertanian, industri dan jasa) terhadap konsumsi rumah tangga Indonesia melalui model regresi linear berganda diketahui untuk sektor pertanian memiliki pengaruh positif dan signifikan sebesar 0,001 dengan nilai α dibawah 5%. Sementara temuan untuk sektor industri justru secara parsial tidak memiliki pengaruh signifikan yaitu sebesar 0,470 atau berada jauh diatas nilai α 10%. Sedangkan untuk sektor jasa secara parsial juga tidak memiliki pengaruh signifikan yaitu sebesar 0,125 dan berada diatas α 10%. Namun secara bersama-sama justru struktur ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga Indonesia sebesar 0,002 atau dengan nilai α dibawah 5% pada derajat determinasi dengan niali R2 sebesar 0,604 atau 60%. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya perhatian pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi nasional, seperti inflasi, daya beli masyarakat dan pengendalian harga serta berupaya menggesar pola distribusi konsumsi rumah tangga dari sektor pertanian menuju sektor produk industri dan jasa dengan nilai tambah yang tinggi dalam pemenuhan konsumsi rumah tangga di Indonesia.
FENOMENA KELANGKAAN SUPPLAY MINYAK GORENG DI INDONESIA TAHUN 2022 Afrizal, Ardi; Amrizal, Amrizal; Dani, Rian; Hierdawaty, Trie
Jurnal Development Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.401 KB) | DOI: 10.53978/jd.v10i1.193

Abstract

The purpose of this study is to describe the phenomenon of scarcity of cooking oil supply in Indonesia in 2022 using a descriptive analysis model through published data where the findings of this study are the cause of the scarcity of Indonesian cooking oil supply in general, due to producers experiencing a decline in marketing cooking oil in the country, the price of CPO in Indonesia. the world market is experiencing price increases, the B30 Program is a government program to make it mandatory to mix 30 percent diesel with 70 percent diesel fuel. There is a shift towards biodiesel production. The third factor is the unfinished condition of the Covid-19 pandemic So that the right solution to overcome the scarcity of cooking oil is to maintain the stability of CPO production and the prevailing pricing mechanism and by strengthening the role of BULOG.
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KABUPATEN MUARO JAMBI Karna Kusuma, Nata Bayu Dwi; Nurdin; Fahmi, Ali; Afrizal, Ardi
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.656

Abstract

Kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar dalam pembangunan ekonomi, terutama di daerah yang memiliki ketergantungan tinggi pada sektor agraris seperti Kabupaten Muaro Jambi. Meskipun tingkat kemiskinan wilayah ini relative lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi, persoalan tersebut tetap penting untuk diperhatikan karena berimplikasi pada kualitas hidup Masyarakat, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial. Penilitian ini Bertujuan untuk menganalisis sejauh mana Tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan rata-rata lama sekolah (RLS) memengaruhi kemiskinan di Kabupaten Muaro Jambi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model regresi linier berganda berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji f dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Secara parsial, TPT tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasi kan bahwa dinamika pengangguran formal tidak secara langsung mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, RLS memiliki pengaruh signifikan namun dengan arah positif, yang menunjukkan adanya fenomena educated unemployement, di mana peningkatan lama sekolah tidak otomatis menurunkan kemiskinan karena keterbatasan lapangan kerja formal yang tersedia, Nilai Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,963 menegaskan bahwa hamper seluruh variasi kemiskinan di Muaro Jambi dapat dijelaskan oleh TPT dan RLS. Temuan ini menyiratkan bahwa kebijakan pengentasan kemiskinan perlu diarahkan tidak hanya pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada peningkatan kualitas Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, agar pendidikan mampu berfungsi opyimal sebagai instrumen pengurangan kemiskinan.