Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Junior Medical Journal

Korelasi Tingkat Pendidikan dan Nilai Akademik Dengan Pengetahuan dan Stigma HIV/AIDS pada Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2022 dan Siswa/i MAN 13 Jakarta Viontika, Vivian; Yasmin, Intan Farida
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 4: December 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i4.4095

Abstract

Pendahuluan Tingkat pendidikan seseorang dapat mempengaruhi pengetahuan HIV/AIDS pada remaja. Tingkat pendidikan yang tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik terhadap HIV/AIDS. Tingkat pendidikaan yang tinggi pada remaja belum tentu memiliki stigma yang baik terhadap ODHA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat korelasi tingkat pendidikan dan nilai akademik dengan pengetahuan dan stigma HIV/AIDS pada mahasiswa FK YARSI Angkatan 2022 dan siswa MAN 13 Jakarta. Metodologi Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penilitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik nonrandom sampling dengan metode purposive sampling diambil dari sampel siswa/i kelas X MAN 13 Jakarta dan mahasiswa/i FK YARSI Angkatan 2022 berusia > 15 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali usia dan pend. Ibu (p<0,05). Karakteristik pendidikan antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05). Pengetahuan dan stigma terkait HIV/AIDS antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali pada pengetahuan terkait penularan HIV (p<0,05). Terdapat korelasi lemah pada variabel pend. ibu, nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (r=0,047;r=0,19) dan variabel pend. ayah, nilai semester dan IPK dengan stigma (r=0,033;r=0,036). Seluruh variabel korelasi tidak berbeda bermakna (p>0,05) kecuali korelasi antara nilai semester dan IPK dengan pengetahuan (p<0,05). Simpulan Karakteristik responden antara siswa dan mahasiswa tidak berbeda bermakna kecuali usia. Karakteristik pendidikan tidak berbeda antara siswa dan mahasiswa. Pengetahuan dan stigma antara siswa dan mahasiswa juga tidak berbeda bermakna. Terdapat korelasi lemah antara pengetahuan dengan pendidikan ibu, nilai semester, dan IPK serta korelasi lemah antara stigma. Introduction Person's level of education can influence knowledge of HIV/AIDS in adolescents. Higher level of education has better knowledge of HIV/AIDS. High level of education among teenagers does not necessarily have a good stigma towards PLWHA. The aim of this research is to see the correlation between education level and academic grades with knowledge and stigma of HIV/AIDS among students at the Faculty of Medicine, YARSI University Class of 2022 and students at MAN 13 Jakarta. Method This research design uses a quantitative descriptive type of research with a cross sectional design. Sampling was taken using a non-random sampling technique using a purposive sampling method with a sample of students grade X in MAN 13 Jakarta FK YARSI Class of 2022 students are > 15 years old and are willing to be respondents. Result The research results showed that the characteristics of respondents between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05) except for age and education mother (p<0.05). Educational characteristics between pupils and students are not significantly different at (p>0.05). Knowledge and stigma related to HIV/AIDS between pupils and students did not differ significantly at (p>0.05), except for knowledge related to HIV transmission, (p<0.05). There is a weak correlation in the variables of mother's education, semester grades and GPA with knowledge (r=0.047; r=0.19) and father's education variables, semester grades and GPA with stigma (r=0.033; r=0.036). All correlation variables were not significantly different at (p>0.05) except for the correlation between semester grades and GPA and knowledge at (p<0.05). Conclusion The characteristics of respondents between students and medical students did not differ significantly except for age. Educational characteristics do not differ between students and medicalstudents. Knowledge and stigma between students and medical students also do not differ significantly. There is a weak correlation between knowledge and maternal education, semester grades, and GPA as well as a weak correlation between stigma.
Analisis Profil Gula Darah pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Januari - Juni 2023 Elsa; Yasmin, Intan Farida; Sari, Siti Maulidya
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i2.4850

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab kematian utama di dunia, dengan diabetes melitus sebagai faktor risiko signifikan. Gangguan metabolisme glukosa, seperti diabetes dan hiperglikemia, dapat memperburuk kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan risiko PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil gula darah pada pasien yang telah didiagnosis PJK di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional desktiptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 83 pasien PJK yang telah dikonfirmasi diagnosisnya melalui EKG, CT scan coroner, atau angiografi. Variable yang diukur meliputi kadar Glukosa Darah Puasa (GDP), kadar Glukosa Darah 2 jam Postprandial (GD2PP), dan kadar Hemoglobin A1c ( HbA1c). Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa 38,6% pasien mengalami PJK dengan 1 vessel disease dan 3 vessel disease dan 65% resoinden berusia 51 hingga 70 tahun. meskipun Sebagian besar pasien memiliki kadar GD2PP (50,6%) dan HbA1c (50,6%) dalam rentang normal. Terdapat proporsi yang cukup signifikan (60,2%) dengan kadar GDP abnormal. Simpulan: Studi ini menunjukkan bahwa meskipun banyak pasien PJK memiliki profil gula darah yang normal, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar GDP yang abnormal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap abnormalitas profil gula darah pada pasien PJK, serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang bertujuan untuk memperbaiki profil gula darah. ABSTRACT Background: Coronary Artery disease (CAD) is the leading cause of death in the world, with diabetes mellitus as a significant risk factor. Disorders of glucose metabolism, such as diabetes and hyperglycemia, can exacerbate vascular damage and increase the risk of CAD. This study aims to analyze the blood sugar profile in patients who have been diagnosed with CAD in the cardiac polyclinic of Gatot Soebroto Army Hospital. Methods: This study is a descriptive observational quantitative research. The research sample consists of 83 CAD patients whose diagnoses have been confirmed through ECG, coronary CT scan, or angiography. The variables measured include Fasting Blood Glucose (FBG), 2-hour Postprandial Blood Glucose (2hPPBG), and Hemoglobin A1c (HbA1c) levels. Results: This study showed that 38.6% of patients had CAD with 1 vessel disease and 3 vessel disease and 65% of the patients were aged 51 to 70 years. although most patients had GD2PP (50.6%) and HbA1c (50.6%) levels within the normal range. There was a significant proportion (60.2%) with abnormal FBG levels. Conclusion: This study shows that although many CAD patients have normal blood sugar profiles, there is still a sizable proportion with abnormal GDP levels. Further research is needed to identify factors that contribute to abnormal blood sugar profiles in CAD patients, as well as to evaluate the effectiveness of interventions aimed at improving blood sugar profiles.
Analisis Profil Lipid pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di Poli Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Januari-Juni 2023 Anata, Ineke Putri; Yasmin, Intan Farida
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4745

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian utama di dunia. Akumulasi plak pada arteri koroner, yang sering dipicu oleh penumpukan lipid, merupakan faktor utama penyebab PJK. Profil lipid menjadi indikator penting dalam menilai risiko dan kontrol pengobatan PJK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil lipid pada pasien yang telah di diagnosis PJK di poli jantung RSPAD Gatot Soebroto. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 84 pasien PJK yang telah dikonfirmasi diagnosisnya melalui EKG,CT scan koroner, atau angiografi. Variabel yang diukur meliputi kolesterol total, trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,6% pasien mengalami penyakit PJK dengan 1 vessel disease dan lebih dari setengah sampel berusia kurang dari 60 tahun. Meskipun sebagian besar pasien memiliki kadar trigliserida (64,3%), Total Kolesterol (64,3%), dan HDL (53,6%) dalam rentang normal, terdapat proporsi yang cukup signifikan (63,1%) dengan kadar LDL abnormal. Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa meskipun banyak pasien PJK memiliki profil lipid yang normal, masih terdapat proporsi yang cukup besar dengan kadar LDL abnormal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap abnormalitas profil lipid pada pasien PJK, serta untuk mengevaluasi efektivitas intervensi yang bertujuan untuk memperbaiki profil lipid.