Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Faktor Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Industri Tahu Asilah, Nisatin; Yuantari, Maria Goretti Catur
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 1 No 1 (2020): JPPKMI: Juni 2020
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v1i1.41434

Abstract

Salah satu sebab utama kecelakaan kerja adalah unsafe action dan unsafe condition. Industri tersebar di berbagai wilayah, salah satunya pada sentra industri tahu di Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, masa kerja, lama kerja, unsafe action, unsafe condition dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja industri tahu. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 pekerja dan sampel yang digunakan adalah seluruh populasi pekerja. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat adalah uji rank spearman’s. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara masa kerja dengan kecelakaan kerja, tidak ada hubungan antara lama kerja dengan kecelakaan kerja, ada hubungan antara unsafe action dengan kecelakaan kerja, dan ada hubungan antara unsafe condition dengan kecelakaan kerja pada pekerja industri tahu di kelurahan Jomblang kecamatan Candisari Semarang. Bagi pihak industri, sebaiknya menerapkan 5R (Rapi,Ringkas, Rawat, Rajin, Resik) dan membentuk organisasi kecil terkait K3 pada industri.
Kepatuhan Penerapan Protokol Kesehatan pada Pekerja di Tempat Ibadah Selama Pandemi Covid-19 Wijayanti, Paula Yuni; Yuantari, Maria Goretti Catur
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2021): JPPKMI: November 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i2.52426

Abstract

Gereja menjadi klaster penyebaran COVID-19 dimana 2 orang pendeta dan kepala gereja meninggal. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada pekerja di tempat ibadah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif serta data diambil dari bulan Januari-April 2021 dengan rancangan crossectional. Data telah dikumpulkan melalui wawancara pada 35 dari 100 pekerja GBT Kristus Alfa Omega. Hasil penelitian: mayoritas pekerja laki – laki (54,3%), berpendidikan sarjana (40%), 57,1% berusia kurang dari 43,17 tahun dan memiliki lama kerja kurang dari 15,40 tahun. Tingkat pengetahuan responden tentang COVID-19 masuk dalam kategori baik, hal ini dibuktikan bahwa 62,9% responden masuk kategori baik. Tingkat kepatuhan dalam melaksanakan protokol kesehatan berada pada kategori baik sebanyak 20 (57,1%). Sikap responden tentang COVID-19 masuk dalam kategori kurang baik yaitu 60%. Berdasarkan uji bivariate tentang jenis kelamin (p-value=0,557), tingkat pendidikan (p-value=0,185) dan pengetahuan tentang COVID-19 (p-value=0,101) tidak berhubungan terhadap kepatuhan penerapan protokol kesehatan. Namun, sikap responden tentang COVID-19 berhubungan terhadap kepatuhan menerapkan protokol kesehatan (p-value =0,006). Kesimpulannya kepatuhan penerapan protokol kesehatan pada pekerja di tempat ibadah sudah baik.
Analysis of Sanitation Fulfillment with Visitors Comfort in Kreo Cave Semarang Yuantari, Maria Goretti Catur; Aryaningrum, Novia; Ariyanto, Amelia Devi Putri
Journal of Health Education Vol 7 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang cooperate with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhe.v7i1.55196

Abstract

Background: Enjoying natural beauty, fresh air, and beautiful scenery has become a necessity at this time. Identification of sanitation compliance and visitors' comfort level at tourist sites needs to be done to increase visitor comfort, which can increase tourist attraction. This study aimed to analyze the relationship between the fulfillment of sanitation to the comfort level of visitors to tourist attractions. Methods: The research method used is cross-sectional, with the number of respondents as many as 100 people. The research location is in the tourist area of Kreo Cave, Semarang. Results: The results showed that there was a relationship between the fulfillment of sanitation and the comfort level of visitors to Kreo Cave (P-value <0.005) with a reasonably strong relationship strength (Rho: 0.370). Conclusions: The better the fulfillment of sanitation, the more perceived level of comfort by visitors. Fulfillment of toilet cleanliness, availability of water, friendliness of officers, and implementation of health protocols makes visitors feel comfortable at tourist attractions. However, in this tourist spot, it is necessary to install a disaster evacuation route signboard that has not been carried out by the tourist spot manager and improve the cleanliness of the food and beverage sellers. KEYWORDS: Sanitation; Comfort Level; Visitors; Tourist Attractions; Kreo Cave
Effectiveness of Problem-Based Learning Method in Online Learning Yuantari, Maria Goretti Catur; Isworo, Slamet; Sugianto, Zaenal
Edusight International Journal of Multidisciplinary Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Edusight International Journal of Multidisciplinary Studies
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/eijoms.v2i1.98

Abstract

The COVID-19 pandemic that occurred in early 2020 had an impact on the learning system in universities that switched to an online learning system. This causes the learning process to experience various challenges, especially in the health sector which requires direct practice. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) method for students of the Faculty of Health, Dian Nuswantoro University in online learning. The method used was quantitative analytic with a cross-sectional approach, the respondents in this study were 326 students from three study programs. The results showed that 58% of students with good learning achievement, 52% had high learning interest, and 79% obtained good learning outcomes. 59% of learning briefings from lecturers were good, and 51% of the field learning process was good. Problem-based learning (PBL) is proven to improve students' understanding of course material, encourage active participation, and help develop problem-solving and critical-thinking skills. However, it is problematic if there is a lack of direct interaction with lecturers and limited internet access. To improve the effectiveness of PBL in the future, it is necessary to improve technological infrastructure, intensive training for lecturers, and the development of more interactive digital learning platforms
Evaluasi Peran Posyandu: Tantangan dan Kendala di Kelurahan Berahan Wetan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Fikroh, Yadya’ul; Setyowati, Vilda Ana Veria; Yuantari, Maria Goretti Catur
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v2i2.115

Abstract

Kegiatan Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita serta edukasi kesehatan bagi ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan Posyandu di Kelurahan Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, dengan menganalisis tantangan dan kendala yang dihadapi. Hasil menunjukkan bahwa Posyandu masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan tenaga kesehatan, kurangnya pemahaman kader dalam pengukuran antropometri, serta sistem pencatatan manual yang berisiko menimbulkan keterlambatan dan ketidaktepatan pelaporan. Digitalisasi pencatatan dan peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas layanan. Selain itu, optimalisasi penyuluhan kesehatan dan peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mendukung keberlanjutan Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat yang lebih efektif dan efisien.
STIGMA DAN PERILAKU MASYARAKAT PADA TENAGA KESEHATAN DAN PENDERITA COVID-19 : LITERATURE REVIEW Yuantari, Maria Goretti Catur; Setyaningsih, Sartika Wulan
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2022): EDITION MARCH 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i1.2198

Abstract

ABSTRACTThe increase in Covid-19 cases raises various negative stigmas that develop in society, both inpatients and people with a high risk of being exposed to Covid-19, such as doctors, nurses, and other medical personnel. Stigma can appear in labeling, stereotyping, segregation, deprivation status, discrimination to people that are connected to Covid-19. This study aims to analyze the description of stigma and community behavior towards health workers and Covid-19 sufferers. The study method was a literature review with inclusion criteria in Indonesian or English, sourced from Proquest, PubMed, and Google Scholar from January-December 2020, which was available in full text, and using the keyword stigma among health workers and people with Covid-19. In this literature study, seven articles match the inclusion and exclusion criteria. From this literature review, it is known that the community carries various stigmas and behaviors towards health workers and Covid-19 patients with the causes and solutions that can be done. The negative stigma in Covid-19 patients and health workers must be nullified by optimal health literacy. The role of the government, health practitioners, and community leaders in providing education to the community regarding Covid-19 will help the community not attach a negative stigma to people affected by Covid-19.  Keywords : Behavior, Covid-19, Health Worker, Patient, Stigma ABSTRAK Peningkatan kasus Covid-19 memunculkan berbagai stigma negatif yang berkembang di masyarakat, baik pada pasien maupun orang dengan risiko tinggi terpapar Covid-19 seperti dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya. Stigma muncul dalam bentuk pemberian label, stereotip, pemisahan, penghilangan status dan diskriminasi pada orang yang berhubungan dengan Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih dalam gambaran stigma dan perilaku masyarakat pada tenaga kesehatan dan penderita Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan kriteria inklusi bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, bersumber dari Proquest, PubMed, dan Google Scholar sejak Januari - Desember 2020, tersedia dalam fulltext, dan menggunakan kata kunci stigma pada tenaga kesehatan dan penderita covid-19. Pada studi literatur ini didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Dari tinjauan artikel ini di ketahui bahwa muncul berbagai stigma dan perilaku yang dilakukan masyarakat pada tenaga kesehatan maupun penderita Covid-19 beserta penyebab muncul dan proses penyelesaian yang dapat dilakukan. Stigma negatif pada penderita Covid-19 dan tenaga kesehatan harus dihilangkan dengan literasi kesehatan dari berbagai pihak. Peran dari pemerintah, praktisi kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi pada masyarakat terkait Covid-19 akan membantu masyarakat untuk tidak melekatkan stigma negatif kepada orang yang terkena Covid-19.Kata kunci       : Covid-19, Pasien, Perilaku, Stigma, Tenaga kesehatan
Literature Review Kajian Kesehatan Kerja : Pengaruh Obesitas Sentral Terhadap Faktor Terjadinya Dislipidemia pada Pekerja Sari, Nikita Arum; Yuantari, Maria Goretti Catur; Mahawati, Eni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52397

Abstract

Latar Belakang: Obesitas sentral, yang ditandai dengan akumulasi lemak viseral di area abdomen, telah menjadi isu kesehatan publik yang mendesak, terutama di Indonesia. Kondisi ini secara krusial berperan dalam inisiasi gangguan metabolik, seperti dislipidemia, yang merupakan prekursor utama penyakit kardiovaskular. Populasi pekerja sangat rentan terhadap dislipidemia, terutama bila disertai obesitas sentral, yang dipengaruhi oleh gaya hidup sedentary dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Tujuan dan Metode: Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis secara sistematis pengaruh signifikan obesitas sentral terhadap etiopatogenesis dislipidemia di kalangan pekerja, berdasarkan studi-studi ilmiah yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Metode yang digunakan melibatkan penelusuran berbagai basis data dengan fokus pada artikel yang menguji hubungan antara obesitas sentral dan dislipidemia pada konteks kesehatan kerja. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi, mayoritas menggunakan desain cross- sectional. Hasil konsisten menunjukkan bahwa obesitas sentral berkorelasi kuat dengan profil lipid yang abnormal: peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol LDL, serta penurunan kolesterol HDL. Selain itu, faktor demografi (usia, jenis pekerjaan) dan faktor perilaku (gaya hidup) turut memperparah kerentanan terhadap dislipidemia. Kesimpulan: Secara keseluruhan, terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan dislipidemia pada pekerja. Oleh karena itu, implementasi program pencegahan obesitas sentral melalui intervensi modifikasi gaya hidup di tempat kerja sangat esensial untuk menurunkan morbiditas dislipidemia dan meningkatkan kualitas kesehatan tenaga kerja. Kata Kunci: obesitas sentral, dislipidemia, pekerja, kesehatan kerja, faktor risiko.