Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : REKA RUANG

Tingkat Aksesibilitas Transportasi Publik di Kota Yogyakarta A. Yunastiawan Eka Pramana
REKA RUANG Vol 1 No 1 (2018): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v1i1.775

Abstract

Aksesibilitas merupakan faktor utama di dalam pertumbuhan fisik suatu kota. Kawasan-kawasan dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi merupakan kawasan dengan tingkat permintaan yang tinggi. Kawasan-kawasan tersebut kemudian akan dialokasikan sesuai dengan prinsip the highest and best use. Hal ini menyebabkan identifikasi terhadap tingkat aksesibilitas di area perkotaan menjadi suatu hal yang penting. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat aksesibilitas transportasi publik di Kota Yogyakarta. Pendekatan location based accessibility dipergunakan untuk mengidentifikasi kondisi aksesibilitas transportasi publik di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan-kawasan yang didominasi oleh aktivitas perdagangan dan jasa merupakan kawasan dengan tingkat aksesibilitas transportasi publik yang tinggi. Sementara kawasan dengan fungsi dominan permukiman justru merupakan kawasan dengan tingkat aksesibilitas transportasi publik yang rendah.
Tingkat Aksesibilitas Transportasi Publik di Wilayah Peri-Urban Kawasan Perkotaan Yogyakarta A Yunastiawan Eka Pramana; Hatta Efendi
REKA RUANG Vol 2 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v2i1.1128

Abstract

Pertumbuhan fisik perkotaan perlu untuk diikuti oleh pertumbuhan infrastruktur yang memadahi agar kawasan perkotaan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Salah satu bentuk infrastruktur yang perlu untuk dipenuhi adalah infrastruktur transportasi publik yang dapat menciptakan keterhubungan antara pusat-pusat permukiman dan pusat-pusat aktivitas sosial ekonomi, sekaligus acap kali menjadi instrumen untuk mengendalikan pertumbuhan fisik perkotaan.Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat aksesibilitas transportasi publik di wilayah peri-urban di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan location-based accessibility dengan memanfaatkan teknik analisis spasial untuk mengukur tingkat aksesibilitas transportasi publik di wilayah peri-urban. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketimpangan tingkat aksesibilitas transportasi publik, dimana wilayah yang berada di sisi utara Kota Yogyakarta yakni di Kabupaten Sleman memiliki tingkat aksesibilitas transportasi publik yang lebih tinggi dibandingkan di sisi selatan Kota Yogyakarta. Penelitian ini juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara aksesibilitas transportasi publik dengan konsentrasi populasi di wilayah peri-urban di Kawasan Perkotaan Yogyakarta
Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana di Wilayah Lereng Gunung Merapi Studi Kasus Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Candra Ragil; A Yunastiawan Eka Pramana; Hatta Efendi
REKA RUANG Vol 3 No 1 (2020): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v3i1.1586

Abstract

Indonesia adalah negara yang rawan bencana geologis gempa bumi, tanah longsor, erupsi gunung api, dan tsunami. Sebagai konsekuensi kewajiban negara untuk melindungi rakyatnya maka pemerintah diharapkan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko dan mempunyai rencana keadaan darurat untuk meminimalkan dampak bencana. Kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan upaya yang cepat dan tepat dalam menghadapi kejadian bencana. Tujuan dalam penelitian ini adalah merumuskan model konseptual living in harmony with disaster (mitigasi berbasis kearifan lokal) masyarakat lereng Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasarannya adalah mengidentifikasi kondisi eksisting masyarakat dalam aspek tanggap bencana dan mengidentifikasi pola proses mitigasi berbasis kearifan lokal masyarakat lereng Gungungapi Merapi Kabupaten Sleman yang disebut living in harmony with disaster dalam lingkup tata ruang kawasan. Metode penelitian secara studi kasus yang bersifat induktif-kualitatif eksploratif. Pola konseptual inilah yang akan dikembangkan menjadi model di kawasan-kawasan lereng gunungapi lainnya.
Identifikasi Lahan Investasi Potensial Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan Harianto, Sri; Pramana, A. Yunastiawan Eka; Yusliana, Yusliana
REKA RUANG Vol. 6 No. 2 (2023): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v6i2.4389

Abstract

Free Trade Zone (FTZ) is an area that is separate from the customs area so that it is free from the imposition of import duties, VAT, PPnBM and excise. One of the FTZ areas in Indonesia is the Bintan FTZ. Being on the side of the busiest international trade route in the world makes Bintan a gateway for the inflow of investment, goods and services to and from abroad. The availability of human resources and land as well as the commitment of the Regional Government really supports the growth of investment. So an instrument is needed for potential investors regarding the availability, distribution and condition of potential land for investment. With a descriptive-qualitative approach and using spatial analysis techniques and the accuracy of the satellite image data obtained, an academic and comprehensive instrument can be produced. Satellite image data is subjected to orthorectification and georeferencing correction to test its validity and then digitized, attribution, and attached to spatial planning regulations as well as analysis of land condition criteria that support investment to produce potential land for investment. The results of the analysis show that 1,679.53 Ha (4.23%) and 15,423.92 Ha (38.80%) of the total Bintan FTZ area falls into the very high and high potential land categories. These lands are dominated by bushes, moors and open land, have good road accessibility and high accessibility to transportation nodes for access to goods, services and labor.