Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Resistance of Traditional Traderson Market Relocation Policy in Aksara Market, Medan, Indonesia Nasution, Marsolina; Siahaan, Asima Yanti; Achmad, Nurman; Ismail, Rizabuana; Sitorus, Henry
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2427

Abstract

This study aims to explain the form of resistance from traditional traders after the fire against the relocation policy established by the Medan City Government, Indonesia. In-depth interviews were conducted with 6 informants who are traditional traders at Aksara Market and 1 informant as a representative from the Medan city government. This data was collected to find out the opinion and perspective of the community towards the relocation policy and reasons for the Medan city government to relocate Aksara traders to other places. The results indicate that traders in the Aksara market disagree with the relocation policy determined by the Medan City Government. Therefore, people represented their resistance by selling along the sidewalks of the Aksara market which had burned and caused traffic jams. Moreover, they established a group of fire victim traders called PK2PTAM (Representative of Fire Victims Traditional Traders of Aksara Market Medan) to struggle with the revitalization of Aksara Market. The main reason for the Medan City government in issuing this relocation policy was the flyover construction project which affects the location of Aksara market. 
Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Disabilitas melalui Pelayanan Aksesibilitas di Kota Medan Tsaabitah, Regita Mentari; Siahaan, Asima Yanti
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 4 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i4.2141

Abstract

Kondisi penyandang disabilitas di Indonesia menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan akses dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, kendala yang dihadapi oleh penyandang disabilitas masih menghambat tercapainya tujuan tersebut. Studi ini menggali implementasi kebijakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial bagi penyandang disabilitas melalui pelayanan aksesibilitas di Kota Medan. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memahami fenomena ini secara holistik melalui observasi dan wawancara dengan informan kunci dan utama dari Dinas Sosial Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara serta yayasan yang terlibat dalam pelayanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesadaran global akan pentingnya aksesibilitas, implementasi konsep tersebut masih belum optimal, terutama dalam konteks penyediaan layanan publik bagi penyandang disabilitas. Kendala-kendala seperti kurangnya koordinasi, alokasi sumber daya yang tidak optimal, dan struktur birokrasi yang kurang mendukung menjadi tantangan utama dalam implementasi kebijakan. Diperlukan peningkatan kesadaran, komitmen, dan pemahaman dari semua pihak terkait untuk mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
PENGUATAN KOORDINASI PEMERINTAH DAN INTERVENSI KOMUNITAS BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN Pardede, Piki Darma Kristian; Lase, Apriliani; Siahaan, Asima Yanti; Sihombing, Tunggul
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): SEPAKAT DESEMBER 2025
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v5i2.575

Abstract

Kota Medan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara yang rentan mengalami bencana banjir hampir setiap musim penghujan. Upaya penanggulangan bencana selama ini telah dilakukan, baik oleh pemerintah daerah maupun dari masyarakat Kota Medan itu sendiri, hal ini berimplikasi pada pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di Kota Medan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang dapat menimpa masyarakat di Kota Medan, wilayah yang dikenal rawan banjir. Pentingnya kegiatan ini terletak pada upaya preventif untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengatasi situasi darurat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang jenis-jenis bencana, mengajarkan langkah-langkah mitigasi, meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menyusun rencana tanggap darurat, serta mendorong kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana. Adapun lokasi yang dipilih adalah Kelurahan Aur, Kelurahan Sei Mati, Kelurahan Tanjung Rejo, Kelurahan Bahari dan Kelurahan Belawan II dengan melibatkan 19 orang informan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana di Kota Medan selama ini dilakukan oleh tiga aktor yaitu pemerintah daerah, lembaga lokal, serta masyarakat lokal. Pemerintah lokal menyusun regulasi yang menjadi landasan dalam penanggulangan bencana. Lembaga lokal memiliki inisiatif dalam penanggulangan bencana yang terjadi di wilayahnya. Sedangkan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana. Ketiga aktor tersebut saling bekerjasama dalam penanggulangan bencana. Selain itu, dari hasil temuan lapangan juga diketahui pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapan dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana diantaranya masyarakat sudah memahami potensi-potensi bencana dan rencana tindakan evakuasi maupun edukasi kepada masyarakat