Kerentanan wilayah pesisir Kabupaten Indramayu terhadap bencana alam seperti banjir, kekeringan, abrasi, dan cuaca ekstrem menuntut adanya sistem informasi yang mampu memetakan risiko dan tingkat ketangguhan masyarakat secara spasial. Ketersediaan data risiko bencana umumnya masih tersebar dalam bentuk laporan tekstual dan belum terintegrasi ke dalam sistem berbasis peta digital. Kondisi ini menyulitkan proses analisis wilayah prioritas dan pengambilan keputusan kebijakan mitigasi di tingkat desa. Pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan Prototyping digunakan untuk merancang sistem informasi geografis berbasis web (WebGIS) yang mampu mengintegrasikan data batas wilayah, jenis bencana, serta hasil penilaian ketangguhan desa berdasarkan indikator DESTANA. Setiap data diolah dalam format spasial agar dapat divisualisasikan pada peta interaktif dengan kategori risiko tinggi, sedang, dan rendah. Hasil perancangan menghasilkan prototipe WebGIS yang menampilkan hubungan antara wilayah rawan bencana dan kapasitas ketangguhan desa secara simultan. Sistem ini dapat menjadi media pendukung analisis spasial awal dalam perencanaan kebijakan penanggulangan bencana di tingkat daerah, serta dasar pengembangan model analisis spasial lanjutan pada tahap penelitian berikutnya.