Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteksos

SIFAT FISIS DAN SIFAT MEKANIS KAYU KENANGA (Cananga ordorata) DAN SENGON (Paraserienthes falcataria) TERMODIFIKASI PANAS Lestari, Dini; Ningsih, Rima Vera; Shabrina, Hasyyati; Fahrussiam, Fauzan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.996

Abstract

Kenanga and sengon wood are known for their inferior properties, necessitating effort to enhance their quality. In Wood Industry, thermal modification was used to enhance wood properties especially dimensional stability. The objective of this research was to evaluated the effect of wood species and thermal modification on physical and mechanical properties of wood. The wood modified by steam treatment at temperature of 1260C at pressure of 0.14 MPa for 1 hour. The physical properties tested included density, moisture content, volumetric swelling, and anti-swelling efficiency. The mechanical properties tested were the modulus of elasticity and modulus of rupture. The mechanical properties of the wood were tested according to ASTM D 143-05 (1996), and all parameters were compared between the thermal-modified wood and the control. The results showed that the density and moisture content parameters were only influenced by wood species while thermal modification and interaction of wood species and thermal modification did not affect density and moisture parameters. Furthermore, heat modification significantly improved the dimensional stability of the wood, as evidenced by a decrease in volumetric swelling and anti-swelling efficiency value higher than 40%. Additionally, heat modification slightly enhanced the mechanical properties of kenanga and sengon wood as seen from the increased values of modulus of elasticity and modulus of rupture values.
VARIASI DIMENSI BENIH AREN (ARENGA PINNATA MERR) DARI TIGA SENTRA PRODUKSI AREN DI PULAU LOMBOK Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Prasetyo, Andrie Ridzki; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Hidayati, Eni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.970

Abstract

Aren merupakan tanaman perkebunan multi-guna yang memiliki penyebaran yang luas di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok. Aren layak dijadikan sumber usaha untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat. Keberlanjutan usaha aren harus didukung dengan tersedianya tegakan yang masih produktif, namun faktanya dilapangan banyak tegakan yang sudah tua dan tidak dilakukan permudaan. Kegiatan permudaan dapat didukung dengan mempersiapkan bibit yang berkualitas. Upaya eksplorasi sumber benih merupakan langkah awal untuk mendukung kegiatan permudaan. Benih yang berasal dari sumber berbeda umumnya memiliki warna, berat, dan ukuran yang bervariasi yang berkolerasi dengan kemampuan adaptasi benih pada lingkungan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variasi dimensi benih aren dari tiga lokasi sentra produksi aren di pulau Lombok serta menganalisis korelasi antar dimensi benih. Sumber benih berasal dari 3 lokasi di Pulau Lombok yaitu Jurit Baru (Lombok Timur), Aik Bual (Lombok Tengah), dan Bentek (Lombok Utara). Benih aren dari ke-3 lokasi diambil sebanyak 30 benih, sehingga total seluruhnya yaitu 90 benih. Benih diukur dimensinya yaitu panjang, lebar, tebal, dan berat. Hasil analisis menunjukkan sumber benih yang memiliki dimensi benih terbaik yaitu Aik Bual dan Jurit Baru. Terdapat korelasi positif antar dimensi benih. Benih dari Aik Bual dan Jurit Baru termasuk dalam ketegori benih ukuran besar dan sedang
LANDSAT 9 IMAGERY BASED MANGROVE FOREST MAPPING USING MAXIMUM LIKELIHOOD CLASSIFIER AND SUPPORT VECTOR MACHINE ALGORITHM Prasetyo, Andrie Ridzki; Valentino, Niechi; Shabrina, Hasyyati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.975

Abstract

The successful launch of Landsat 9 in 2021 emphasizes the commitment to the continuity of the Landsat mission to provide global medium resolution satellite records. The benefit of the availability of the Landsat dataset is the extraction of information related to mangrove forest cover through mapping, especially in Gili Lawang. The main challenge in mangrove mapping is selecting a classification method that provides the most accurate results. This article aims to explore the use of the Maximum Likelihood Classifier (MLC) and Support Vector Machine (SVM) algorithms in the context of mangrove mapping using Landsat 9 imagery on Gili Lawang. The two algorithms show differences in detecting the area of mangrove, non-mangrove and water bodies, respectively for SVM 371.89 ha, 58.11 ha, 3.73 ha; while the MLC algorithm is 328.88 ha, 98.41 ha, and 6.45 ha. The MLC algorithm identifies non-mangrove objects at the outer boundary of Gili Lawang, while SVM identifies the same area as mangrove objects due to the influence of the training area created and low separability. The SVM algorithm has better accuracy with a Kappa statistic of 0.85 compared to MLC with a value of 0.73. Keywords: Gili Lawang, Landsat 9, Mangrove, Support Vector Machine, Maximum Likelihood Classifier
UJI MUTU FISIK BIBIT KELICUNG (Diospyros macrophylla) PADA PERSEMAIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Chaerani, Nurul; Shabrina, Hasyyati; Lestari, Andi Tri; Indriyatno, Indriyatno; Mulyanugroho, Ade Isna; Imam, Syaiful
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1515

Abstract

Bibit yang berkualitas merupakan salah satu parameter penting dalam keberhasilan program rehabilitas hutan dan lahan (RHL). Bibit berkualitas selain dipengaruhi oleh faktor genetik, juga dipengaruhi oleh proses produksi dan pemeliharaan selama di Persemaian. Bibit dapat diuji mutu fisiknya berdasarkan (SNI 8420:2018) dengan kriteria tinggi, diameter, kekompakan media, jumlah daun, batang lurus sudah berkayu, dan sehat. Bibit di Indonesia umumnya diproduksi berbagai pihak, salah satunya di Persemaian Masyarakat Alam Lestari di Lombok Barat yang memproduksi bibit tanaman lokal yaitu kelicung (Diospyros macrophylla). Kelicung memiliki kelas kekuatan II-III dan kelas keawetan V sebagai bahan kontruksi. Saat ini kelicung termasuk dalam jenis dilindungi, sehingga perlu adanya pelestarian dengan melakukan budidaya dan penanaman skala luas, oleh karena itu perlu adanya evaluasi mutu bibit. Usaha persemaian oleh Masyarakat umumnya dilaksanakan pada areal sempit dan masih menggunakan teknologi sederhana yang seringkali belum dievaluasi secara sistematis. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji mutu fisik di Persemaian Mayarakat Alam Lestari di Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat berdasarkan (SNI) 8420:2018 yang meliputi persyaratan umum dan khusus. Hasil uji menunjukan bahwa mutu bibit kelicung pada persemaian Masyarakat Lombok Barat belum sepenuhnya memenuhi (SNI) 8420:2018. Bibit yang lulus persyaratan umum hanya 72% dari standar >95% dan bibit yang lulus persyaratan khusus hanya 69% dari standar >90%. Berdasarkan hasil tersebut, bibit kelicung yang diuji termasuk dalam kategori belum memenuhi kelas mutu dan tidak dapat diterbitkan sertifikat. Diperlukan perbaikan terutama pada kriteria tinggi, kelurusan batang, kesehatan bibit, dan kekompakan media tanam.