Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI PANTAI KUALO KOTA BENGKULU Yar Johan; Person Pesona Renta; Ali Muqsit; Dewi Purnama; Leni Maryani; Pinsi Hiriman; Fahri Rizky; Anggini Fuji Astuti; Trisela Yunisti
JURNAL ENGGANO Vol 5, No 2
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.5.2.273-289

Abstract

Sampah laut (marine debris) adalah bahan sisa-sisa produk yang ditinggalkan atau dibuang ke laut oleh manusia baik dengan sengaja maupun tidak sengaja ditinggalkan di dalam lingkungan laut. Penelitian Sampah laut (marine debris) di Pantai Kualo Kota Bengkulu diharapkan dapat memberikan informasi dan data kepada mahasiswa, peneliti, pemerintah dan masyarakat umum sebagai informasi ilmiah awal tentang jenis dan bobot serta laju pertambahan sampah laut (marine debris) yang tersebar di Pantai Kualo Kota Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive sampling melalui observasi untuk mendapatkan komposisi sampah laut, laju pertambahan sampah laut (marine debris) dengan 3 kriteria yaitu adanya muara sungai, aktifitas masyarakat dan tumpukan sampah. Sampah laut (marine debris) di Pantai Kualo Kota Bengkulu terdapat 2 jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik, sampah organik didominasi oleh kayu, dan sampah anorganik didominasi oleh plastik.ANALYSIS OF MARINE DEBRISH IN KUALO BEACH, BENGKULU CITY. Marine debris is material from the remnants of the product left or thrown into the sea by human either intentionally or unintentionally dumped of in the marine environment. The research of marine debris in Kualo Beach Bengkulu city was expected to provide information and data to the students, researcher, goverment and general public as initial scientific information about types, weight, and the rate of increasing in marine debris that were scattered. The data collection was carried out by using purposive sampling technique through observation to get composition of marine debris, the rate of increasing in marine debris had three criterias namely existence of a river mouth, community activities, and pile of debris. Marine debris in Kualo Beach Bengkulu City had two types namely organic and inorganic debris. Organic debris was dominated by wood while inorganic debris was dominated by plastic.
IDENTIFIKASI JENIS MAKROALGA DI PANTAI LINAU, KABUPATEN KAUR, PROVINSI BENGKULU Astini, Lita; Nur, Syarifudin; Yamadipo, Yusarwan; Astuti, Anggini Fuji
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 22 No 2 (2024): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v22i2.4851

Abstract

Macroalgae is a biological resource that has great potential to be developed and is distributed in intertidal areas, consisting of various types with different characteristics. This research aims to determine the morphological characteristics of macroalgae types on Linau Beach, Kaur Regency, Bengkulu Province. The method used in this research is the observation and survey method, as well as the identification stage carried out in the intertidal zone of the beach. The results of research carried out at Linau Beach, Kaur Regency, Bengkulu Province, are that there are 14 species of macroalgae on sand, seagrass sand, sandstone, rock and coral substrates, consisting of 5 (five) species of the Chlorophyta (green algae) division, namely Ulva lactuca , Padina minor, Boergesenia forbesii, Chaetomorpha crassa, and Chaetomorpha antennina. The Phaeophyta (brown algae) division has 5 (five) species, namely Turbinaria ornata,, Sargassum polycystum, Sargassum cristaefolium, Sargassum paniculatum and Euchema denticulatum species E. and the Rhodophyta (red algae) division has 4 (four) species, namely Glacilaria salicornia, Achantophora spicifera, Khappaphycus alvarezii, and Gracilaria spp.
Meta Analisis Pengaruh Kedalaman Terhadap Life Form Karang Astuti, Anggini Fuji; Hanami, Cindy Claudea; Madduppa, Hawis; Astini, Lita; Nur, Syarifudin; Agustini, Nella Tri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i1.11325

Abstract

AbstractTerdapat beberapa faktor fisik dan kimia yang dapat mempengaruhi distribusi pertumbuhan karang diantaranya suhu perairan, kecepatan arus, salinitas, kecerahan perairan, pH, dissolved oxygen (DO), nitrat, fosfat, sulfida, dan TSS . Faktor lingkungan tidak hanya menentukan pola sebaran dan kelimpahan karang, tetapi juga mempengaruhi bentuk morfologi pertumbuhannya. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama yaitu mengetahui sebaran dan kelimpahan karang pada tiap kedalaman, dan menganalisis pengaruh kedalaman terhadap life form karang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan meta-analisis. Analisis data menggunakan uji statistik non- parametrik Mann-Whitney. Data yang digunakan berasal dari data sekunder yang diperoleh dari beberapa jurnal atau karya tulis ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan sebaran dan jenis karang yang ditemukan di seluruh lokasi pengamatan yaitu Acropora Branching, A. Encrusting, A. Submassive, A. Digitae, A. Tabulate, Coral Encrusting, C. Foliose, C. Massive, C. submassive, C. Heliopora, C. Millepora, dan C. Mushroom. Kelompok terumbu karang jenis C. Massive merupakan jenis yang paling mendominasi dengan nilai persentasi sebesar 7,90%. Berdasarkan hasil uji statistik, Z hitung lebih besar dari Z tabel maka H0 ditolak dan dapar disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bentuk pertumbuhan karang terhadap perubahan kedalaman perairan.
Identifikasi Jenis Lamun Di Pantai Cukoh dan Pantai Linau Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu Astini, Lita; Nur, Syarifudin; Astuti, Anggini Fuji; Purnama, Dewi
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): July
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v8i2.92527

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan laut yang hidup di wilayah pasang surut yang memiliki fungsi ekologis yang penting bagi biota dan perairan laut. Beberapa fungsi ekologis lamun sebagai tempat tinggal berbagai biota ikan, alga, udang, teripang, beberapa kerang dan gastropoda. Pantai Cukoh dan Pantai Linau merupakan pantai yang ada di Kabupaten Kaur yang memiliki tumbuhan lamun. Sampai saat ini informasi terbaru tentang spesies lamun yang ada di pantai Cukoh dan Pantai Linau masih belum dilaporkan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengiventarisasi tentang jenis-jenis lamun di Pantai Cukoh dan Pantai Linau, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dilakukan secara langsung pada bulan November 2024, Pengambilan data lamun menggunakan transek garis dengan bantuan transek kuadrat sedangkan data parameter suhu dan pH diukur menggunakan pH digital, pengukuran salinitas menggunakan refraktometer sedangkan parameter substrat diamati secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 spesies lamun yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari Thallasia hemprichii, Syringodium isotifolium, Cymodocea rotundata dan Halodule uninervis. Jenis substrat yang ditumbuhi lamun dilokasi yaitu tipe substrat berapasir dan karang berpasir, parameter lingkungan suhu berkisar 26"“30 °C, salinitas 32"“35"° dan pH 7- 8.
Meningkatkan Ketahanan Karang Melalui Evolusi Terbantu: Tinjauan Pemuliaan Selektif Dan Manipulasi Holobion Alina, Dining Nika; Astuti, Anggini Fuji; Maqbul, Ismail
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v7i2.13125

Abstract

Terumbu karang, ekosistem laut yang sangat produktif namun rentan, menghadapi ancaman parah dari perubahan iklim, terutama pemutihan karang akibat peningkatan suhu laut dan pengasaman. Konservasi konvensional tidak lagi memadai, sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti evolusi terbantu (assisted evolution) untuk mempercepat adaptasi karang. Literatur review ini membahas dua strategi inti evolusi terbantu: pemuliaan selektif (selective breeding) dan manipulasi holobion (meliputi manipulasi simbion dan mikrobioma). Pemuliaan selektif melibatkan persilangan karang toleran stres untuk menghasilkan keturunan yang tangguh, sementara manipulasi holobion berfokus pada rekayasa komunitas alga simbion (Symbiodiniaceae) dan mikrobioma bakteri untuk meningkatkan ketahanan. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, studi awal menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan kelangsungan hidup karang. Dalam konteks Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman hayati laut, terdapat potensi besar untuk penerapan evolusi terbantu. Inisiatif seperti lokakarya toleransi termal dan program restorasi skala besar menunjukkan kesiapan, meskipun sebagian besar upaya restorasi masih konvensional. Untuk memajukan pendekatan ini, diperlukan studi percontohan lokal, pengumpulan data genetik yang komprehensif, keterlibatan masyarakat, dan kerangka regulasi yang mendukung. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam penelitian dan aplikasi evolusi terbantu untuk memastikan masa depan terumbu karang yang lebih tangguh.