Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Volumetric Study: Strategi Perkuliahan Studio Perancangan Arsitektur Rahmani, Ahmad Ibrahim; Syuaib, Mayadah; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Febriansyah, Muhammad Chaidar; Zahra, Kamila
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a6

Abstract

Abstrak_ Pada kuliah asas dan studio perancangan arsitektur UIN Alauddin Makassar lazim menggunakan metode penelusuran konsep perancangan 2 dimensional dengan media kertas gambar dan sketsa konseptual. Dari isu ini berkaitan dengan fakta bahwa konsep desain 2D yang menggunakan media kertas gambar terbatas hanya merepresentasikan ide bentuk, warna, dan texture dalam desain. Salah satu kelemahan metode ini yaitu keterbatasan mahasiswa untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk dan belum akurat dalam merepresentasikan konsep perancangan, sehingga dibutuhkan strategi perkuliahan lain yang lebih representative terhadap proses desain yang dilaksanakan di studio perancangan arsitektur. Agar mahasiswa juga bisa merekam konsepsi orientasi, shading, contour, dan layering secara optimal. Artikel ini membahas pengalaman empiris pengaplikasian metode volumetric study  dalam lingkup kampus UIN Alauddin Makassar dalam kerangka strategi peningkatan mutu perkuliahan. Hasil studi kasus pada mata kuliah Asas dan studio perancangan arsitektur 3 untuk mahasiswa semester III, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa metode volumetrik studi ini dapat membantu dalam penelusuran konsep perancangan.Kata kunci: Volumteric Study; Studio; Perancangan Abstract _ In architectural design studios at UIN Alauddin Makassar, it is common to use the method of tracing the concept in  2-dimensional design mode, by using drawing paper media and conceptual sketches. This issue relates to the fact that the 2D design concept using drawing paper media is limited to only representing the idea of shape, colour and texture in the design. One of the weaknesses of this method is the student's limitation to explore forms and inaccurate representation of design concepts so that another course strategy that is more representative of the design process is needed in an architectural design studio. So that students can also record the conceptions of orientation, shading, contours, and layering optimally. This article discusses the empirical experience of applying the volumetric study method within the UIN Alauddin Makassar campus within the framework of a strategy to improve the quality of lectures. The results of a case study in 3rd architectural design studio course for second years students, it was found that most students felt that the volumetric method of this study could help in tracing design concepts.Keywords: Volumetric Study; Studio; Design
Penerapan Prinsip Berkelanjutan Pada Bangunan Nipah Mall Di Makassar Ichwan Isalmi Amir; M. Alfiansayah; Andhy Masardy Tahir; Nuryuningsih, Nuryuningsih
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 4 No. 2 (2022): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v4i2a6

Abstract

Abstract_ New shopping center facilities in urban areas are competing to be established by managers and investors to reap the benefits of the increasing demand for today's daily needs. However, the aspects applied to the building have not fully paid attention to sustainable architectural factors, so they negatively impact the surrounding environment. The Nipah Mall building was chosen because it is an example of a shopping center facility in demand by the public with reasonably rapid growth in every city, including Makassar today. As for this research, the qualitative method is collecting data, searching the literature, conducting field observations, and analyzing the principles of sustainable architecture that have been applied to case studies. This research is expected to increase knowledge related to shopping center building standards and the application of the appropriate sustainable architectural concept in it.
Konsep Perancangan Wisata Kuliner Tempat Pelelangan Ikan Lappa Lelong Sinjai Dengan Penerapan Arsitektur Perilaku Sulfaida, Sulfaida; Nursyam, Nursyam; Nuryuningsih, Nuryuningsih
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 5 No. 2 (2023): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v5i2a6

Abstract

Abstract_As a maritime country, Indonesia has vast territorial waters, which have a significant potential for fish resources—culinary tourism to taste the results of natural resources in the ocean. The problem formulation is based on how to design a Lappa Lelong culinary tour to get a qualified design to become a reference for a situation in fish trading places. The data collection method uses three systems, namely: secondary data, where a literature review is carried out; primary data, namely data generated directly or field observations as well as precedent studies, which carry out comparative studies on the design of buildings where fish auctions are held and concepts related to architectural behavior. Geographically, Sinjai Regency is located at 5°2''56" - 5°21''16" south latitude and 119°56''30" - 120°25''33" east longitude. Based on the RTRW of the strategic area with tourism designation, TPI is located in the Lappa village, with site conditions based on observations that are capable and have potential based on the research criteria conducted. This site could be a potential site for developing the fish auction area in Sinjai Regency. For the story of one of the food sectors in Sinjai district, it is necessary to design a lappa lelong culinary tour in Sinjai district with a behavioral architectural approach that can become a more organized forum for people to enjoy fish culinary delights in lappa lelong Sinjai. The design concept used in the design of the lappa auction culinary tour is how to relate the behavior of the use of the designed building.
STUDI KUAT TEKAN BATAKO RAMAH LINGKUNGAN (ECO-BRICK) DENGAN KOMPOSIT MATERIAL SAMPAH KONSTRUKSI DAN SAMPAH STEROFOAM (Study of Compressive Strength of Environmentally Friendly Brick (Eco-brick) with Composite Materials of Construction and Styrofoam Waste) Sudarman, Sudarman; Said, Ratriana; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Syuaib, Mayyadah
Tesa Arsitektur Vol 21, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i2.10706

Abstract

Salah satu isu utama yang menjadi fokus pembahasan masyarakat dunia saat ini adalah isu pemanasan global. Penyebab terjadinya pemanasan global sendiri adalah penggunaan energi yang terlalu besar sehingga menyebabkan munculnya efek rumah kaca dan dunia konstruksi menjadi salah satu penyumbang efek rumah kaca terbesar setelah dunia industri dan kendaraan. Konstruksi berkelanjutan adalah upaya dalam menekan penggunaan energi dalam proses konstruksi, salah satu bentuknya adalah dengan menggunakan material bangunan yang ramah terhadap lingkungan seperti pengembangan eco-brick. Penelitian yang dilakukan berupa pengembangan eco-brick dengan memanfaatkan limbah konstruksi dan limbah sterofoam sebagai bahan penyusun eco-brick. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengujian laboratorium berupa uji tekan dengan membandingkan kuat tekan antara material eco-brick yang dikembangkan dengan material serupa yang telah lebih dahulu banyak digunakan masyarakat untuk konstruksi dinding seperti batu bata dan bata ringan. Komposisi dari pembuatan eco-brick sendiri terdiri dari semen 20%, pasir 20%, limbah konstruksi 40%, dan Sterofoam 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan maksimum dari eco-brick yang dikembangkan rata-ratanya adalah 55.83 kN, batu bata rata-ratanya 196.3 kN, dan bata ringan rata-ratanya 30 kN. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa eco-brick layak untuk nantinya bisa menjadi alternatif untuk dimanfaatkan pada konstruksi dinding. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inovasi pengambangan material dinding yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan ekonomis namun bermutu tunggi.
Makassar Creative Center dengan Konsep Arsitektur Kontemporer Hidayat, Aswar; Said, Ratriana; Nuryuningsih, Nuryuningsih
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 6 No. 2 (2024): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v6i2a7

Abstract

Abstract_Contemporary architecture is an interesting subject because of its unique blend of modern aesthetics and functionality. This article aims to explore the characteristics and design principles contained in contemporary architecture, focusing on creative center buildings in Makassar. The results of analysis suggest that contemporary architecture refers to the concept of demonstrating a form of architectural work that occurs today by describing freedom of expression and prioritizing modern visual impressions with the use of eco-friendly materials. The Creative Center is the foundation of important elements in the empowerment of creative communities and cultural development in various cities. This article aims to investigate the role and impact of the Creative Center as a platform for collaborating creatively, innovating in business economic growth. Through various analysis of technological advancement factors in executing building design, the Creation Center focuses on developing the concept of technological advancement in the present era by applying it to facade and material use. The study used several stages, namely field surveys, literature studies, and the comparative study affected various potentials and supporting factors. The results of this study are expected to provide a conceptual foundation in developing architectural solutions in the present era by following technological advances and providing employment opportunities for people, accommodating a wide range of creative ideas. Thus, the concept of contemporary architecture applied can provide building planning in accordance with the standards of creative center operators' needs. Keywords: Contemporary Architecture;Creative Center; Technology
Penerapan arsitektur brutalisme pada Urban Cinemaspace di Kota Makassar Nuryuningsih, Nuryuningsih; Syarif, Aznan Nazzer Nur; Nursyam, Nursyam
Teknosains Vol 18 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i2.45875

Abstract

Kota Makassar merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi sebagai pusat perfilman Indonesia bagian timur. Kota Makassar merupakan episentrum kawasan timur Indonesia, dalam hal ini turut memengaruhi pertumbuhan gedung dan layar bioskop. Industri kreatif di Kota Makassar terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data statistik dari Badan Negara Non Kementerian BEKRAF (Badan Industri Kreatif) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), pelaku industri kreatif di Kota Makassar kurang lebih 37.375 yang bergerak di berbagai sektor, di antaranya lima subsektor terbesar aktif di subsektor kuliner sebanyak 24.490 usaha kreatif, subsektor fashion 7.952 perusahaan kreatif, subsektor kerajinan dengan 3.189 perusahaan kreatif, subsektor penerbitan dengan 849 perusahaan kreatif, dan subsektor fotografi dengan 287 perusahaan kreatif. Gaya arsitektur brutalisme berfokus pada optimalisasi material ekspos yang merepresentasikan deklarasi jiwa dalam massa yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Makassar Urban Cinemaspace merupakan sebuah mixed use cultural space yang ditujukan untuk menarik komunitas kreatif perfilman di Kota Makassar dan bertindak sebagai laboratorium budaya. Mengambil latar pusat kota Makassar dalam perancangan ini, penerapan teori film di eksperimenkan guna memunculkan diskusi mengenai arsitektur ruang kota.
Penerapan arsitektur ekologi pada kawasan agrowisata di Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Wijaya T , Dedy; Tauhid, Fahmyddin A’raaf; Nuryuningsih, Nuryuningsih
Teknosains Vol 18 No 2 (2024): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i2.46199

Abstract

Kabupaten Barru sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki kawasan pertanian yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai kawasan agrowisata. Kabupaten Barru dikenal sebagai Kota Hibridah sesuai dengan kota agrowisata karena merupakan kota pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agrobisnis serta mampu melayani dan mendorong kegiatan pembangunan pertanian di sekitarnya. Agrowisata merupakan kegiatan wisata alam yang berpedoman pada prinsip memberikan pembelajaran kepada wisatawan mengenai pentingnya suatu pelestarian dengan menekankan serendah-rendahnya dapak negatif terhadap alam. Berdasarkan prinsip agrowisata maka dibutuhkan adanya suatu pemikiran rancangan konsep desain arsitektur yang menekankan pada keberlajutan sumber daya alam. Kawasan Agrowisata ini di rancang menggunakan pendekatan Arsitektur Ekologi, Arsitektur ekologi mencerminkan adanya perhatian terhadap lingkungan alam dan sumber alam yang terbatas. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, pengumpulan data primer dengan cara studi lapangan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan data studi literatur, jurnal atau karya ilmiah yang berkaitan dengan judul, buku, bahan bacaan yang berkaitan dengan judul, dan literatur lainnya. Data eksplorasi berupa hasil analisis data primer dan data sekunder. Perencanaan Kawasan Agrowisata dengan pendekatan Arsitektur Ekologi diharapkan mampu menyelaraskan antara manusia dan lingkungan alamnya tanpa merusak lingkungan.
IMPLEMENTASI HEALING ENVIRONMENT DALAM ARSITEKTUR PUSAT PELAYANAN KESEHATAN HOLISTIK DI KOTA MAKASSAR ARYUN MUHAMMAD AL FAARUUQ; ALFIAH, ALFIAH; NURYUNINGSIH, NURYUNINGSIH
Jurnal Hasil Penelitian dan Pengembangan (JHPP) Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jhpp.v2i4.375

Abstract

Kota Makassar merupakan Ibu Kota Sulawesi Selatan yang memiliki tingkat kepadatan tinggi dan dihuni oleh berbagai golongan masyarakat, termasuk generasi milenial. Berbagai macam kegiatan dilakukan mulai dari menempuh pendidikan, bekerja maupun berkeluarga, hingga menjalani kehidupan yang sibuk dan berpotensi menimbulkan tingkat stres dan depresi yang lebih tinggi di banding generasi sebelumnya. Indonesia, Sulawesi Selatan menempati peringkat tertinggi kedua dengan penduduk yang mengalami gangguan jiwa terbanyak yaitu sebesar 2,6% dari total penduduk Indonesia. Saat ini Sulawesi Selatan ditemukan penderita gangguan jiwa sebanyak 31.381 jiwa. Pelayanan kesehatan holistik merupakan konsep pelayanan kesehatan dengan pendekatan paradigma public health dimana fokus pelayanan tidak hanya kepada masyarakat yang sakit tetapi juga pada masyarakat yang sehat agar tidak menjadi sakit. Healing environment merupakan suatu lingkungan fisik berbasis fasilitas kesehatan yang mampu memberikan waktu lebih cepat dalam hal penyembuhan pasien serta mempercepat proses adaptasi pasien yang berada dalam kondisi kronis dengan menyertakan efek psikologis pasien di dalamnya.
PENERAPAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA BANGUNAN WISATA KULINER LOKAL DI KABUPATEN ENREKANG Jumain, Aldiani; AS, Zulkarnain; Nuryuningsih, Nuryuningsih
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/timpalaja.v7i1a5

Abstract

In the field of architecture, the concept of organic architecture emphasizes environmental aspects and harmony between a building and its site. The four main characteristics of organic architecture implementation are creating unique buildings that express their relationship with nature both externally and internally, selecting materials that align with their natural properties to create harmony with the surrounding environment, ensuring building elements blend well together, and the ability to communicate the time, place, and purpose of the design. This study aims to investigate the application of organic architecture in culinary tourism as a way to showcase regional uniqueness through distinctive local cuisine. The research methods include field data collection on physical environmental conditions, literature review on culinary tourism from books, journals, theses, and online sources, as well as examination of precedent buildings. Data analysis was conducted using descriptive techniques with reference to organic architecture planning and design guidelines. The findings indicate that applying organic architecture in culinary tourism can strengthen a region’s identity and uniqueness by offering local dishes prepared by the community. Therefore, culinary tourism based on organic architecture plays a significant role in enhancing the potential of unique local tourism.
Peningkatan Kapasitas Lembaga Keagamaan Melalui Pendampingan Pembangunan Tahfidzul Qur’an Al Ikhlas Parepare Dengan Metode Community Based Research Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Projec: Capacity Enhancement of Religious Society through Mentoring of Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Parepare’s Project with Community Based Research Methods Rahmani, Ahmad Ibrahim; Rahim, Rahmiani; Syuaib, Mayyadah; Nuryuningsih, Nuryuningsih; Tauhid, Fahmyddin Araaf
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 6 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i6.4473

Abstract

Pengabdian ini mengangkat isu mendasar yang banyak dihadapi oleh gerakan sosial keagamaan yakni kapasitas pengelolaan dan sumber daya manusia dalam komunitas yang dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas gerakan komunitas keagamaan yang signifikan. Pada kegiatan pembangunan pondok tahfidzul Qur’an Al Ikhlas ini juga aspek kapasistas sumber daya manusia menjadi sasaran pengembangan untuk diberikan pendampingan agar mampu menjalankan program pembangunan pondok dengan lebih berkualitas sesuai dengan yang direncanakan. Pembangunan yang berkelanjutan memerlukan sumber daya manusia yang memadai agar pengawasan pembangunan dapat dilakukan secara mandiri oleh pengurus yayasan. Pendampingan ini dilakukan dengan metode CBR melalui strategi peningkatan pengetahuan tentang gambar kerja arsitektur dan perhitungan volume material pekerjaan melalui kegiatan workshop. This community service raises the fundamental issues faced by many socio-religious movements, namely the management capacity and human resources in the community which can have implications for increasing the quality of significant religious community movements. In the construction activities of the Tahfidzul Qur'an Al Ikhlas Islamic boarding school, aspects of human resource capacity are also the target of development to be provided with assistance so that they are able to carry out the cottage development program with higher quality as planned. Sustainable development requires adequate human resources so that development supervision can be carried out independently by the foundation's management. This assistance is carried out using the CBR method through a strategy of increasing knowledge about architectural working drawings and calculating the volume of work materials through workshop activities.