Articles
POST-FUNCTIONALISM: ABSTRAKSI TEORI, KONSEPSI METODA, DAN APLIKASINYA DALAM ARSITEKTUR
Ahmad Ibrahim Rahmani
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22441/Vitruvian.2021.v11i1.003
Dalam pandangan arsitektur modern keindahan muncul semata-mata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan, namun kaum modernist penyokong arsitektur modern diangap gagal menafsirkan pemahaman fungsionalisme itu sendiri. Fungsionalisme kaum modernist terjebak dalam realitas arsitektur yang simplistic, sehingga bentuk yang mereka ciptakan tetap saja merupakan representasi makna bentuk geometris yang telah ada sebelumnya. Post-functionalism hadir dengan menempatkan dialetika sebagai basis teoritis dengan bentuk dan fungsi sebagai variable realita yang setara yang tidak saling memaknai satu sama lain. Penelitian ini ditujukan untuk menggali kerangka teoritis post-fungsionalism, konsepsi metode, sampai kepada aplikasinya pada karya arsitektur. Dengan menggunakan metode literature review, penelitian ini menemukan konsepsi dialektika sebagai realitas baru yang meletakkan dua realitas dalam satu kompleksitas yang berlainan atau mungkin berlawanan dan memproduksi bentuk yang berbeda dan meletakkan fungsi ruang secara spontan dalam satu kesatuan dengan metode : Contradiction Of Complexcity Destructive Mutation Consumption The Space.
RESPONSI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PENDIDIKAN: STUDI RESPONSIVE ENVIRONMENT PADA PESANTREN MADANI ALAUDDIN, PAOPAO-MAKASSAR
Mukhlishah Sam;
Samiang Katu;
Ahmad Ibrahim Rahmani
Teknosains Vol 15 No 1 (2021): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/teknosains.v15i1.17708
Kawasan Pendidikan merupakan salah satu tulang punggung dalam dunia Pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Dalam perkembangannya Kawasan Pendidikan mengalami transformasi yang sangat pesat mengikuti dengan kemajuan zaman. Namun di dalam kondisi perkembangan yang terus berjalan tidak diiringi dengan pengembangan nilai-nilai ke Islaman, khusunya pada Kawasan Pendidikan Islam. Dalam penelitian ini kami menganalisis tata ruang Kawasan Pendidikan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao baik secara tata massa bangunan maupun dari segi kondisi suasana pada ruang-ruang kelas yang berdasarkan Nilai Ajaran Islam. Kondisi yang ada saat ini pengaturan tata massa bangunan Kawasan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao seperti halnya tambal sulam pada pakaian. Untuk menjadikan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao perlu dilakukan penataan ulang Kawasan Pendidikan, sehingga Kawasan Pendidikan yang ada memiliki nilia-nilia Islam di dalamnya. Metode diigunakan adalah Studi Responsive Environment yang disandingkan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dari studi tersebut dihasilkan bahwa yang menjadi focal poin dari Kawasan Pesantren Madani Alauddin Pao-Pao adalah Masjid, sehingga nilai yang pertama hadir dari Kawasan ini adalah ketaqwaan, kepatuhan. Setelah masjid keberadaan Gedung pengelola sebagai bagian dari system administrasi Kawasan pesantren dan sebagai kontroling untuk pengguna Kawasan. Selanjutnya, Gedung pembelajaran dan di ikuti oleh Gedung-gedung pendukung lainnya.
PENGUKURAN MUTU HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) DALAM PENUGASAN BERBASIS PROYEK TUGAS BESAR STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR PADA MASA PANDEMI COVID-19
Ahmad Ibrahim Rahmani
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.23924
Tuntutan mahasiswa berfikir dalam kerangka Higher Order Thinking Skill (HOTS) menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan model perkuliahan di perguruan tinggi, sehingga meskipun dalam kondisi terbatas (kondisi pandemi), proses penilaian perkuliahan juga tetap harus memenuhi standar mutu yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis penugasan berbasis proyek yang memenuhi kriteria HOTS dan mengukur tingkat keberhasilan mutu penugasan dengan pendekatan penilaian secara autentik. Pendekatan mix method diambil untuk melaksanakan penelitian dalam 2 tahap, yakni tahapan pertama dengan mengintrepretasikan masing-masing penugasan mata kuliah Asas dan Studio Perancangan Arsitektur dalam perspektif kriteria HOTS, lalu pada tahap kedua menganalisis jenis penugasan dengan penilaian autentik dari mahasiswa tentang kemampuan apa saja yang diperoleh setelah mengikuti perkuliahan tersebut. Hasil penelitian menujukkan jenis penugasan precedent study, site research, program ruang, dan transformasi bentuk menjadi jenis penugasan yang dinilai memenuhi kriteria HOTS dan dapat memberikan kemampuan menciptakan ide-ide perancangan yang baru kepada mahasiswa yang bersumber dari analisa dan kemampuan berfikir kritis terhadap kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan konsepsi bentuk yang ingin ditampilkan.
STRATEGI PENGEMBANGAN PEMENUHAN CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL) MATA KULIAH ASAS DAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1 BERBASIS KURIKULUM INTERNASIONAL KOREAN ARCHITECTURAL ACCREDITING BOARD (KAAB)
Mukhlishah Sam;
Zulkarnain AS;
Alfiah Alfiah;
Ahmad Ibrahim Rahmani
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.26500
Strategi pengembangan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) mata kuliah Asas dan Studio Perancangan Arsitektur 1 berbasis International Korean Architectural Accrediting Board (KAAB) merupakan kriteria acuan penilaian prestasi belajar mahasiswa dalam meningkatkan kualitas kurikulum dan perkuliahan di Jurusan Arsitektur. Metode penelitian dilakukan dengan mengembangkan model ADDIE, seperti menganalisis, merancang, mengembangkan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket dan wawancara kepada mahasiswa yang telah selesai mengambil mata kuliah Asas dan Studio Perancangan Arsitektur 1. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengembangan strategi capaian pembelajaran lulusan pada mata kuliah Asas dan Studio Perancangan Arsitektur 1 menghasilkan metode pembelajaran, penataan ulang capaian pembelajaran dan penyusunan materi buku pegangan. Capaian hasil belajar dirumuskan dengan kriteria berpikir kritis dalam arsitektur, desain, rekayasa, dan teknologi, dengan menekankan pada material dan metode bangunan.
TEKTONIKA LUMBUNG (LANDA’) RUMAH TRADISIONAL DURI DI KABUPATEN ENREKANG
Zulkarnain AS;
Ibrahim Rahmani Ahmad
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 7 No. 2 (2022): December 2021 ~ February 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/eija.v7i2.1197
Landa 'is the name for the granary of the Duri Tribe, which is different from the barns in the archipelago and is full of architectural metaphysical values. Landa's existence in Enrekang District was founded in three villages, one of which is Kendenan Village, which is the location of the study because the most significant number of Landa is in this village. The community still holds the traditions inherited from their ancestors. This research aims to uncover and discover the characteristics of the structure and construction of the terrace'. The research method used a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The research results reveal that vertically the Landa 'is divided into three main parts. the first leg/bottom (Bala Landa') uses the column frame structure system, and the construction uses the fulcrum and perforation system; the second part is the body/middle (Kale Landa). ) which uses a siamma structure and construction system, and the third part of the head/top (Dea Landa ') uses a beam frame and a construction system using a stack, notch, and perforation system. Knowledge and the design process of Landa 'are full of local wisdom values responsive to disasters.
PROXEMIC: INTERAKSI ELEMEN DESAIN DAN PENGGUNA RUANG. Studi Kasus: Dialektika Café.
Ahmad Ibrahim Rahmani;
Andi Putri Alifia Salsabiela
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 1 (2023): Kenyamanan dan Ketahanan dalam Desain Arsitektur dan Lingkungan
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/agora.v21i1.15892
Penelitian ini membahas bagaimana proses interaksi antara desain dan pengguna ruang café dialektika dalam kerangka proxemic, Dialektika café dipilih karena memiliki kareakter unik dari sebuah café yang memadukan fitur book and cofeeshop dalam satu ruang interaksi yang sama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi perilaku. Penelitian studi perilaku dilakukan dengan observasi lapangan dengan menggunakan metoda place centered mapping, hasil pemetaan perilaku lalu dibahas dengan pisau analisis pola interaksi dan elemen kunci dalam proxemic. Hasil pembahasan ditemukan bahwa interaksi dalam ruang dialektika cafe banyak ditentukan oleh identitas, orientasi dan pergerakan pengunjung dalam berinteraksi, namun juga ditemukan elemen jarak yang mempengaruhi pola interaksi proxemic dalam ruang dialektika café. This study discusses the process of interaction between design and users of the dialectical café space within the proxemic framework. Dialectics café was chosen because it has the unique character of a café that combines book and coffee shop features in the same interaction space. This study uses a qualitative research method with a behavioral study approach. Behavior research was carried out by field observation using the place-centered mapping method, the results of behavioral disturbances were then discussed using an analysis of interaction patterns and key elements in proxemic. The results of the discussion found that interactions in the dialectical space of cafes are mostly determined by the identity, orientation, and movement of visitors in interacting, but it is also found that the element of distance influences the pattern of proxemic interactions in the dialectical space of the café.
CONTEXTUAL DESIGN: PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL DALAM KONSEP PERANCANGAN DIGITAL START-UP VALLEY PIYUNGAN, YOGYAKARTA
Ahmad Ibrahim Rahmani
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Vol.11, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Indonesian Society of Applied Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46964/jkdpia.v11i2.380
This article discusses how the contextual approach of local wisdom values can be considered in determining project design concepts. In this case the concept of digital start-up valley Piyungan applies the contextual division of zones into 3 parts that follow the pattern of the existing space in the location, namely the Education Zone, namely the public zone for Campus IT education. The second zone is a digital park area which is bounded by natural tributaries on a maintained site to give a recreational impression. And the third zone which is in the most private area is designated as the digital office area as the digital start-up valley office location. This article is the result of an exploration of design concepts that produce a conceptual approach that is also embodied in applying the concept of campus digital modern learning activities which are accommodated in traditional building concepts that adopt local wisdom principles from the local culture Artikel ini membahas bagaimana pendekatan kontekstual dari nilai-nilai kearifan lokal dapat dipertimbangkan dalam menetukan konsep perancangan proyek. Dalam hal ini konsep digital start-up valley Piyungan mengaplikasikan kontekstual pembagian zona dalam 3 bagian yang mengikuti pola ruang eksisting yang telah ada dilokasi yaitu Zona edukasi yakni zona publik untuk pendidikan IT Campus. Zona kedua berupa area digital park yang dibatasi oleh anak sungai alami pada tapak yang dipertahankan untuk memberi kesan rekreatif. Dan zona ketiga yang berada pada area paling privat diperuntukan sebagai area digital office sebagai lokasi perkantoran digital start-up valley. Artikel ini merupakan hasil eksplorasi konsep desain yang menghasilkan pendekatan konseptual juga diwujudkan dalam mengaplikasikan konsep kegiatan pembelajaran modern digital kampus yang diakomodasi dalam konsep bangunan tradisional yang mengadopsi prinsip-prinsip kearifal lokal dari budaya setempat..
PROXEMIC: INTERAKSI ELEMEN DESAIN DAN PENGGUNA RUANG. Studi Kasus: Dialektika Café.
Ahmad Ibrahim Rahmani;
Andi Putri Alifia Salsabiela
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 21 No. 1 (2023): Kenyamanan dan Ketahanan dalam Desain Arsitektur dan Lingkungan
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25105/agora.v21i1.15892
Penelitian ini membahas bagaimana proses interaksi antara desain dan pengguna ruang café dialektika dalam kerangka proxemic, Dialektika café dipilih karena memiliki kareakter unik dari sebuah café yang memadukan fitur book and cofeeshop dalam satu ruang interaksi yang sama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi perilaku. Penelitian studi perilaku dilakukan dengan observasi lapangan dengan menggunakan metoda place centered mapping, hasil pemetaan perilaku lalu dibahas dengan pisau analisis pola interaksi dan elemen kunci dalam proxemic. Hasil pembahasan ditemukan bahwa interaksi dalam ruang dialektika cafe banyak ditentukan oleh identitas, orientasi dan pergerakan pengunjung dalam berinteraksi, namun juga ditemukan elemen jarak yang mempengaruhi pola interaksi proxemic dalam ruang dialektika café. This study discusses the process of interaction between design and users of the dialectical café space within the proxemic framework. Dialectics café was chosen because it has the unique character of a café that combines book and coffee shop features in the same interaction space. This study uses a qualitative research method with a behavioral study approach. Behavior research was carried out by field observation using the place-centered mapping method, the results of behavioral disturbances were then discussed using an analysis of interaction patterns and key elements in proxemic. The results of the discussion found that interactions in the dialectical space of cafes are mostly determined by the identity, orientation, and movement of visitors in interacting, but it is also found that the element of distance influences the pattern of proxemic interactions in the dialectical space of the café.
Volumetric Study: Strategi Perkuliahan Studio Perancangan Arsitektur
Rahmani, Ahmad Ibrahim;
Syuaib, Mayadah;
Nuryuningsih, Nuryuningsih;
Febriansyah, Muhammad Chaidar;
Zahra, Kamila
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 2 No. 2 (2020): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/timpalaja.v2i2a6
Abstrak_ Pada kuliah asas dan studio perancangan arsitektur UIN Alauddin Makassar lazim menggunakan metode penelusuran konsep perancangan 2 dimensional dengan media kertas gambar dan sketsa konseptual. Dari isu ini berkaitan dengan fakta bahwa konsep desain 2D yang menggunakan media kertas gambar terbatas hanya merepresentasikan ide bentuk, warna, dan texture dalam desain. Salah satu kelemahan metode ini yaitu keterbatasan mahasiswa untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk dan belum akurat dalam merepresentasikan konsep perancangan, sehingga dibutuhkan strategi perkuliahan lain yang lebih representative terhadap proses desain yang dilaksanakan di studio perancangan arsitektur. Agar mahasiswa juga bisa merekam konsepsi orientasi, shading, contour, dan layering secara optimal. Artikel ini membahas pengalaman empiris pengaplikasian metode volumetric study dalam lingkup kampus UIN Alauddin Makassar dalam kerangka strategi peningkatan mutu perkuliahan. Hasil studi kasus pada mata kuliah Asas dan studio perancangan arsitektur 3 untuk mahasiswa semester III, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa merasa metode volumetrik studi ini dapat membantu dalam penelusuran konsep perancangan.Kata kunci: Volumteric Study; Studio; Perancangan Abstract _ In architectural design studios at UIN Alauddin Makassar, it is common to use the method of tracing the concept in 2-dimensional design mode, by using drawing paper media and conceptual sketches. This issue relates to the fact that the 2D design concept using drawing paper media is limited to only representing the idea of shape, colour and texture in the design. One of the weaknesses of this method is the student's limitation to explore forms and inaccurate representation of design concepts so that another course strategy that is more representative of the design process is needed in an architectural design studio. So that students can also record the conceptions of orientation, shading, contours, and layering optimally. This article discusses the empirical experience of applying the volumetric study method within the UIN Alauddin Makassar campus within the framework of a strategy to improve the quality of lectures. The results of a case study in 3rd architectural design studio course for second years students, it was found that most students felt that the volumetric method of this study could help in tracing design concepts.Keywords: Volumetric Study; Studio; Design
Identifikasi Preferensi Pengunjung Terhadap Ruang Pada Warung Begos Dalam Studi Pemetaan Perilaku
Iftitah, Ummul;
Ibrahim Rahmani, Ahmad
TIMPALAJA : Architecture Student Journals Vol. 4 No. 2 (2022): December
Publisher : The Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin Islamic University of Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/timpalaja.v4i2a1
Relations between humans and the environment in the public sphere tend to be an environmental determinant. A relationship where environmental factors are more influential in the formation of human behavior than internal factors within him. This kind of relationship also applies in public spaces such as fast food restaurants which are now commonly found in everyday life. This study identified that the spatial aspects that influence visitor preferences in behaving in space are the type and placement of furniture and wall-forming elements. at the same time, another aspect that also affects the mapping of visitor behavior is the density or density of visitors which varies depending on the time of visit. This study describes the behavioral patterns of visitors and the interior elements that influence this behavior at a Begos fast-food restaurant located in a culinary center in Gowa. The method used is a place-centered map method based on a behavioral approach.