Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Air-Etanol, n-Heksan, dan Etil Asetat Uwi Banggai (Dioscorea alata L.) Dengan Metode Induksi Aloksan Pada Mencit Jantan (Mus musculus): Antidiabetic Activity of Water-Ethanol, N-Hexane, and Ethyl Acetate Extracts of Dioscorea Alata L. Using Alloxan Induction Method on White Rats (Mus musculus) Khaerati, Khildah; Amini, Delina; Ihwan
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2020): (October 2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2020.v6.i2.15154

Abstract

Hyperglycemia is a condition of increased blood glucose levels caused by insufficient insulin enzymes produced to control blood sugar levels in the body. This study aimed to determine the activity of ethanol-water, nhexane, and ethyl acetate extracts of Dioscorea alata L. in reducing blood glucose levels in hyperglycemia modeled mice that were given intraperitoneal alloxan induction. 25 white rats were divided into 5 groups of test animals. Each group consists of 5 mice. The first group was given 0.5% sodium carboxymethylcellulose solution as a placebo, the second group was given 0.65 mg/kg BW glibenclamide as a positive comparison group, the third group was given the suspension of ethanol-water extract, the fourth group was given n-hexane extract, and the fifth group was given ethyl acetate extract at a dose of 140 mg/kg BW. The test preparation was orally given within 14 days of testing. The test was measured as the initial blood glucose levels of mice after alloxan induction and after giving the test preparation suspension. The results of the qualitative analysis illustrate that the water-ethanol extract can reduce blood glucose levels by 31.39%, n-hexane extract by 51.11%, and ethyl acetate extract by 50.77%. The results of quantitative analysis using One Way ANOVA method showed that the water-ethanol, n-hexane, and ethyl acetate extracts significantly decreased the blood glucose levels of mice. The best antidiabetic activity was ethyl acetate extract with a decrease in rat blood glucose levels by 169 mg/kg BW.
Pelaksanaan Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan Dalam Rangka Perlindungan Hukum Bagi Pasien di Puskesmas Kota Padang Amini, Delina; Mannas, Yussy A.; Elvandari, Siska
UNES Journal of Swara Justisia Vol 9 No 4 (2026): Unes Journal of Swara Justisia (Januari 2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/wewr0063

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Pelaksanaan Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan dalam Rangka Perlindungan Hukum Bagi Pasien di Puskesmas Kota Padang. Layanan kesehatan yang berkualitas menuntut penggunaan alat kesehatan yang akurat dan aman. Kalibrasi dan pengujian alat kesehatan menjadi kewajiban penting yang harus dipenuhi oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas, guna menjamin perlindungan hukum terhadap pasien. Permasalahan utama dalam penelitian ini mencakup implementasi kegiatan pengujian dan kalibrasi, mekanisme pengawasan pemerintah terhadap kepatuhan Puskesmas, serta konsekuensi hukum terhadap pelanggaran kewajiban tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan sifat deskriptif-analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait di Puskesmas Kota Padang, sementara data sekunder diperoleh dari regulasi, literatur ilmiah, dan dokumen hukum yang relevan. Teori yang digunakan meliputi teori penegakan hukum, teori perlindungan hukum, dan teori tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan di sebagian besar Puskesmas di Kota Padang belum berjalan secara optimal. Kalibrasi terakhir diketahui dilakukan pada tahun 2019, tanpa data terbaru yang tersedia hingga saat penelitian dilakukan. Keterbatasan anggaran, minimnya kesadaran tenaga kesehatan, serta kurangnya pengawasan yang konsisten dari pemerintah daerah menjadi faktor penghambat utama. Padahal, penggunaan alat yang tidak terkalibrasi dapat menyebabkan kesalahan diagnosis yang berdampak langsung pada keselamatan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan hukum bagi pasien belum terpenuhi secara maksimal akibat lemahnya implementasi regulasi terkait. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan pengawasan dan penegakan hukum, serta alokasi anggaran dan pelatihan yang memadai untuk mendukung proses pengujian dan kalibrasi secara rutin di Puskesmas.