Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Utilizing Rasch Model to Analyze A Gender Gap in Students’ Scientific Literacy on Energy Afifa, Mardiah; Khoirunnisa, Rini; Pratiwi, Sri Mindia Vanessa; Meitaza, Dariah
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2024)
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpfi.v20i1.44472

Abstract

The purpose of this study was to analyze the gap in scientific literacy between male and female students in the subject of energy. This study involves junior high school students which differentiated by gender. The instruments used in this study were the 2006 and 2015 PISA tests, which consisted of nine questions and were analyzed using the Rasch model. The data was analyzed using the Wright map, person measure, item reliability, and DIF. The findings revealed no significant difference between male and female students' scientific literacy, even though male students' percentage results were more significant than female students. Therefore, this study shows no gender gap in students' scientific literacy in energy material. However, students have low literacy, with a logit of -0.51, so physics teachers must create teaching methods to improve students’ scientific literacy. This research is useful for providing information on the use of the Rasch analysis model to analyze gender gaps in students' scientific literacy, which has the potential to pave the way for the prevention of bias and the development of more effective strategies in achieving gender equality in science education.
Miskonsepsi Siswa SMA Tentang Gerak dan Gaya Menggunakan Instrumen Force Concept Inventory (FCI) Khoirunnisa, Rini; Syuhendri; Kistiono; Afifa, Mardiah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.6979

Abstract

This research aims to identify high school students' misconceptions regarding motion and force using the Force Concept Inventory (FCI) instrument. This study used a quantitative method with respondents of 108 students in class XI science. Misconception data was obtained using FCI in the form of multiple-choice questions. There are 30 questions with five options. The results showed that a total of 46 out of 108 students (19.44%) answered 8 to 11 questions correctly, 41 students (37.96%) answered 5 to 7 questions correctly and the other 21 students (42.59%) only answered 2 to 4 questions correctly. The conclusion is students had misconceptions about the concepts of motion and force, especially on topics such as kinematics, Newton's laws, the principle of superposition, and kinds of force. This research implies the importance of understanding students' misconceptions in developing physics curricula and learning strategies in high schools. It is hoped that the research results can provide information to teachers about students' conceptual understanding so that appropriate learning strategies can be developed to correct students' misconceptions in learning.
Peningkatan Kompetensi Guru SMP di Indralaya Melalui Pelatihan Media Simulasi Elektronika Berbasis Tinkercad Khoirunnisa, Rini; Murniati; Kistiono; Amri, Iful
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10926

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pemahaman konsep elektronika dasar serta penggunaan media simulasi TinkerCad dalam pembelajaran IPA SMP di Indralaya. Metode pelaksanaan termasuk sosialisasi, pelatihan teori, kelas praktik simulasi rangkaian, pendampingan proyek sederhana, dan evaluasi melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen pilihan ganda dengan 20 soal. Hasil menunjukkan peningkatan dari rata-rata pretest sebesar 37,5 menjadi 83,6 pada posttest. Pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman guru karena nilai N-Gain rata-rata sebesar 0,71 termasuk kategori tinggi menurut Hake. Pelatihan ini disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan sebagai alternatif praktikum di sekolah karena peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan TinkerCad dapat membantu guru mempelajari rangkaian listrik secara visual dan interaktif dan meningkatkan literasi teknologi dalam pembelajaran IPA.
PROFIL PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA PADA MATERI MEKANIKA MENGGUNAKAN FORCE CONCEPT INVENTORY (FCI) DENGAN ANALISIS MODEL RASCH Khoirunnisa, Rini; Yusup, Muhamad
Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025 Vol 3, No 1 (2025): Prosiding Seminar Pendidikan IPA
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA Ke III Tahun 2025

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman konseptual terhadap mekanika Newton merupakan prasyarat utama bagi keberhasilan pembelajaran fisika, khususnya bagi mahasiswa calon guru. Namun demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi masih kerap bertahan meskipun mahasiswa telah menempuh perkuliahan formal. Penelitian ini bertujuan memetakan pemahaman konseptual mekanika mahasiswa pendidikan fisika menggunakan pendekatan Model Rasch melalui instrumen Force Concept Inventory (FCI). Subjek penelitian terdiri atas 119 mahasiswa pendidikan fisika. Sebanyak 20 butir FCI yang memenuhi kriteria kesesuaian model dianalisis menggunakan perangkat lunak Winsteps. Hasil analisis menunjukkan reliabilitas responden sebesar 0,82 dan indeks pemisahan responden sebesar 2,11 yang memungkinkan pengelompokan mahasiswa ke dalam tiga strata kemampuan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Rata-rata kemampuan mahasiswa berada pada +0,61 logit, lebih tinggi dibandingkan rata-rata kesulitan butir yang dikalibrasi pada 0,00 logit, sehingga menunjukkan bahwa secara umum instrumen relatif mudah bagi kelompok responden ini. Meskipun demikian, analisis most unexpected responses mengungkap adanya pola jawaban yang tidak konsisten, di mana mahasiswa berkemampuan tinggi keliru menjawab soal mudah, sementara mahasiswa berkemampuan rendah justru menjawab benar soal sulit. Temuan ini mengindikasikan adanya ketidakstabilan penalaran konseptual dan menunjukkan kemungkinan kesenjangan antara performa kuantitatif dan pemahaman konseptual yang sebenarnya. Oleh karena itu, diperlukan asesmen diagnostik lanjutan serta penerapan strategi pembelajaran yang secara eksplisit menekankan perubahan konseptual dalam pendidikan calon guru fisika