Mapandin, Adriana
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENONTON FILM KEKERASAN DENGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA LAKI-LAKI DI DUSUN KARUNGANGA KELURAHAN TALLULOLO, TORAJA UTARA TAHUN 2018 Reni Ranteallo, Regina; Mapandin, Adriana; Handayani, Yahya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 5 No. 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.493 KB) | DOI: 10.56437/jikp.v5i1.34

Abstract

Perilaku agresif merupakan suatu luapan emosi sebagai reaksi terhadap kegagalan individu yang ditampakkan dalam pengrusakan terhadap manusia atau benda dengan unsur kesengajaan yang diekspresikan dengan kata-kata (verbal) dan perilaku (non verbal)).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menonton film kekerasan dengan perilaku agresif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan program Windows SPSS versi 21 dan data diuji dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara Kebiasaan menonton film kekerasan dengan perilaku agresif diperoleh nilai p=0,010 dan nilai α=0,05 jadi p<α. Berarti ada hubungan antara Kebiasaan menonton film kekerasan dengan perilaku agresif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara Kebiasaan menonton film kekerasan dengan perilaku agresif remaja laki-laki di Dusun Karunganga, Keluruhan Tallulolo, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara.Yang berarti responden yang memiliki Kebiasaan menonton yang lebih banyak memiliki perilaku agresif yang tinggi. Saran yang diharapkan agar orangtua dapat mendidik anak remaja mereka untuk mengurangi menonton film-film yang mengandung kekerasan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN BAHAYA KEJADIAN ABORSI DI SMK KESEHATAN SMART KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2019 Reni Ranteallo , Regina; Rante Ginggi, Elmyati; Mapandin, Adriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 5 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.238 KB) | DOI: 10.56437/jikp.v5i2.47

Abstract

Sampai saat ini abortus masih merupakan masalah kontroversial di masyarakat Indonesia. Namun terlepas dari kontroversi tersebut, abortus diindikasikan merupakan masalah masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Abortus adalah berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan bahaya kejadian aborsi di SMK Kesehatan SMART Kabupaten Toraja Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 44 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Alat ukur ukur yang digunakan adalah kuesioner. Pengolahan data menggunakan program windows SPSS versi 21 dan data diuji dengan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan remaja dengan bahaya kejadian aborsi diperoleh nilai p =0,009 < α = 0,05 .Sedangkan untuk hubungan sikap dengan bahaya kejadian aborsi diperoleh nilai p = 0,012 < α = 0,05. Berarti ada hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan bahaya kejadian aborsi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan bahaya kejadian aborsi di SMK Kesehatan SMART Kabupaten Toraja Utara tahun 2019. Saran diharapkan kepada remaja agar mencari informasi-informasi tentang pendidikan aborsi.
PENGARUH TERAPI REBUSAN DAUN KERSEN TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS PADA MASYARAKAT DI SA’DAN MALIMBONG TAHUN 2022 R Ranteallo, Regina; B Manginte, Anitha; Mapandin, Adriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi rebusan daun kersen merupakan salah satu ramuan tradisional yang digunakan untuk pengobatan diabetes melitus karena memiliki substansi aktif sebagai anti diabetes yaitu asam askorbat ,serat, niasin, dan betakaroten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus masyarakat di Puskesmas Sa’dan Malimbong Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus di wilayah kerja puskesmas Sa’dan Malimbong. Besarnya sampel 10 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan hasil pengukuran GDS penderita diabetes melitus. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 25 menggunakan uji Wilcoxon dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian diperoleh setelah dilakukan pemberian terapi rebusan daun kersen, mayoritas karakteristik umur 30-45 dan 66-75 tahun masing-masing sebanyak 2 orang (20,0%), 46-65 sebanyak 6 orang (60,0%) responden memiliki nilai GDS normal sebanyak 7 orang (70,0%), sedangkan responden dengan nilai GDS tinggi sebanyak 3 orang (30,0%). Hasil uji statistic didapatkan nilai signifikansi p= 0,008(p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh terapi rebusan daun kersen terhadap penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus masyarakat di Puskesmas Sa’dan Malimbong Kecamatan Sa’dan Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022. Di harapkan agar mengkonsumsi rebusan daun kersen untuk mengontrol GDS penderita diabetes melitus.
“Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMPN 3 SATAP Buntao’, Kecamatan Buntao’ Kabupaten Toraja Utara tahun 2023” R Ranteallo, Regina; Bunga Manginte, Anitha; Mapandin, Adriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan suatu proses belajar untuk mengembangkan pengertian yang benar dan sikap yang positif dari individu atau kelompok terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen yang termasuk ke dalam pre-test dan post-test one group design. Penelitian yang dilaksakan di SMPN 3 SATAP Buntao’. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa kelas VII&VIII yang berjumlah 93 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden 76 orang. Analisa data statistik yag digunakan adalah uji t berpasangan. Jenis Pengumpulan data dilakukan pada saat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dengan menggunakan kuesioner yang diambil secara langsung kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan pada tingkat pengetahuan siswa mengenai kesehatan reproduksi pada pre-test dan post-test dengan menggunakan kuesioner. Hasil uji t berpasangan menunjukkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan didapatkan hasil signifikan yaitu nilai t hitung > t tabel. Dimana nilai t hitung yaitu 2,2040 (tanda minus diabaikan) dan nilai t tabel sebesar 1,992. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas VII & VIII SMPN 3 SATAP Buntao’ Kecamatan Buntao’ Kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Berdasarkan penelitian ini pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dapat mempengaruhi peningkatan pengetahuan pada siswa. Diharapkan siswa dapat menerapkan tingkat pengetahuannya tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, diharapkan dapat mensosialisasikan hasil penelitian ini kepada siswa sehingga siswa yang lain mengetahui tentang kesehatan reproduksi
PENGARUH TERAPI REBUSAN AIR DAUN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI LEMBANG LA’BO’ KECAMATAN SANGGALANGI’KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2023 Algarini Allo, Olgrid; Mapandin, Adriana; Gratia Ginur, Tasya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi yang tidak diobati menyebabkan komplikasipada organ penting seperti jantung, mata, ginjal dan otak,sementara pengobatan hipertensi termasuk terapi non farmakologis yang dapat dilakukan dengan cara pemberian rebusan air daun seledri. Daun seledri dinilai memiliki kandungan yang cukup efektif untuk menurunkan tekanan darah sehingga menjadikan seledri sebagai pencega hanpeningkat kantekanan darah sistolik maupun diastolik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan air daun seledri terhdap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian menggunkan penelitian quasyexperimen designdengan pendekatan randomized pretest-posttest control design. Populasi dalam penelitia ini dalah pasienpenderitah i pertensiderajat I (ringan) danderajat II (sedang) Di LembangLa’boKecamatan Sanggalangi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang.Responden dipilih mengguna kan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 15 orang. Dimana sebelum diberikan terapi rebusan air daun seledri responden yang menderita tekanan darahderajat I sebanyak 12 orang, derajat II sebanyak 3 orang, setelah di berikan intervensi didapatkan hasil penderitah ipertensiderajat I sebanyak 2 orang derajat II 1 orang dante kanan darah normal sebanyak 12 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil uji statistik dengan program windows SPSS versi 26, ujistatistik Paired Sampel Test pada kelompok intervensi didapatkan nilai p= 0,000 yang berarti ada pengaruh yang bermakna sebelum dan sesudah dilakukan pemberian rebusan air daun seledri pada kelompok intervensi. Ujistatistik Man-Whitney pada kelompok perlakuan didapatkan p value = 0,000 atau p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalahadap pengaruh terapire busan air daun seledri padapenderitahipertensi di lembangLa’bo. Untuk itu penderita hipertensi diharapkan dapat menerapkan penggunaan terapi rebusan air daun seledri sebagai pengobatan alternative karenap ada daun seledri terdapat kandunga nlikopain, bioflavonoid, dan kalium yang dapat menurunkan tekanan darah.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DBD DI RT 16 KELURAHAN TAMPO TALLUNGLIPU KABUPATEN TORAJA UTARA Mapandin, Adriana; K, Hardi; Algarini Allo, Olgrid
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sampai saat ini masih menyerang penduduk dunia. Penyakit ini adalah salah satu penyakit dari sekian banyak penyakit menular yang merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang semakin meningkat dan semakin luas penyebarannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dan pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di RT 16 Kelurahan Tampo Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional yang merupakan pendekatan dimana pengambilan data variabel independen dan dependen dilakukan secara bersamaan yang bertujuan untuk melihat hubungan dengan jumlah sampel 95 orang Hasil Penelitian didapatkan mayoritas responden pendidkan tinggi dengan jumlah 76 orang (80,0%), mayoritas pengetahuan responden baik sebanyak 70 (73,3%) berdasarkan perilaku mayoritas perilaku positif dengan jumlah 70 orang (73,7%). Dengan nilai p=0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan pendidikan dan pengetahuan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di RT 16 Kelurahan Tampo Tallunglipu Kabupaten Toraja Utara tahun 2023. hasil uji chi-square di peroleh nilai p= 0,001. Dari hasil analisis Chi-square diperoleh data Odds Ratio (OR) = 72.250
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN MENGATASI KONFLIK PADA SISWA DI SMK KRISTEN TAGARI RANTEPAO TAHUN 2024 Palette, Tandi; Mapandin, Adriana; Massa, Novayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan individu untukmengenali, menafsirkan, mengelola, mengendalikan, dan mengaturemosi yang ada, baik emosi diri sendiri maupun emosi orang lain.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antarakecerdasan emosional dan kemampuan mengatasi konflik pada siswaSMK Kristen Tagari Rantepao pada tahun 2024. Sampel dalampenelitian ini adalah siswa SMK Kristen Tagari Rantepao pada tahun2024 yang berjumlah 262 responden. Alat ukur yang digunakan dalampenelitian ini adalah lembar kuesioner yang diuji menggunakan SPSSversi 25 dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengankecerdasan emosional efektif sebanyak 42 responden (16,0%), di manaditemukan bahwa kecerdasan emosional efektif memiliki kemampuanuntuk mengatasi konflik secara efektif sebanyak 17 responden (6,5%),dan kecerdasan emosional efektif yang tidak memiliki kemampuanuntuk mengatasi konflik sebanyak 25 responden (9,5%). Berdasarkanuji SPSS dengan uji Chi-Square, hasil yang diperoleh p = 0,047 (< α =0,05), yang berarti terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dankemampuan mengatasi konflik pada siswa SMK Kristen TagariRantepao pada tahun 2024.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin tinggikecerdasan emosional, semakin tinggi kemampuan mengatasi konflikpada siswa, dan sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosional,semakin rendah kemampuan mengatasi konflik. Hasil penelitian inidiharapkan dapat meningkatkan kesadaran setiap siswa mengenaipentingnya kecerdasan emosional dalam mengatasi konflik.