Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PENYULUHAN METODE MEDIA AUDIO VISUAL TENTANG CARA PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SD NEGERI 2 LAMCOT Maulina, Nurul; Mardelita, Sisca
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut adalah memelihara kebutuhan gigi dan mulut dari sisa makanan dan kotoran di dalam mulut dengan tujuan agar gigi tetap sehat. Kebersihan gigi dan mulut yang baik dapat diwujudkan melalui pengetahuan dan perilaku yang baik dan benar dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Metode Audio Visual merupakan alat peraga yang bersifat dapat didengar dan dapat dilihat yang dapat membantu siswa dalam belajar yang berfungsi mempermudah dalam memahami yang sedang dipelajari. Dari hasil pemeriksaan awal pada 10 siswa kelas satu, didapatkan 6 siswa yang mengalami gigi berlubang. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut di SDN 2 Lamcot sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain Quasi Exsperimental yaitu Pretest Posttest Non Equivalent Control Group Design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SDN 2 Lamcot yang berjumlah 42 siswa dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan metode media audio visual, sebelum diberikan penyuluhan yaitu 14% pada kategori baik, 19% pada kategori cukup dan 67% pada kategori kurang dan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 57% pada kategori baik, 29% pada kategori cukup dan 14% pada kategori kurang. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh penyuluhan metode media audio visual tentang cara pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut terhadap pengetahuan siswa SDN 2 Lamcot dengan hasil uji Wilcoxon p = 0,001. Diharapkan siswa SDN 2 Lamcot agar berpartisipasi aktif dalam penyuluhan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut yang diselenggarakan di sekolah.
Implementation of Wedding Party Before Marriage Contract in the Perspective of Maqasid Sharia (Case Study in Gayo Lues Regency): Pelaksanaan Walimatul ‘Urs Sebelum Akad Nikah Dalam Tinjauan Maqashid Syariah (Studi Kasus di Kabupaten Gayo Lues) Husnul, Muhammad; Maulina, Nurul
El-Hadhanah : Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law Vol. 4 No. 2 (2024): El-Hadhanah: Indonesian Journal of Family Law and Islamic Law
Publisher : Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/hadhanah.v4i2.4270

Abstract

Walimatul 'urs, or wedding feasts, as stipulated in hadith, should be conducted after the marriage contract (akad nikah) has taken place. This indicates that the marriage contract is prioritized over the walimatul 'urs. However, there are segments of society in Gayo Lues Regency that hold the walimatul 'urs prior to the marriage contract. This practice, as previously explained, contradicts the hadith. Furthermore, some scholars argue that walimatul 'urs should be conducted after the marriage contract and the consummation (dukhul) has occurred. This implies that both the marriage contract and consummation should be viewed and executed cumulatively. This study aims to examine the implementation of walimatul 'urs before the marriage contract according to Islamic law. Additionally, the analysis is conducted using a maqasid sharia approach. The research employs a qualitative method, utilizing field research. Primary data is obtained through interviews and observations conducted by the researcher. The findings indicate that the implementation of walimatul 'urs before the marriage contract contradicts the hadith, as the essence of marriage lies in the marriage contract, not in the walimatul 'urs. However, from the perspective of maqasid sharia, particularly the principle of hifzul mal (preservation of wealth), if walimatul 'urs is not prioritized, it may lead to dharar (harm). Since dharar must be eliminated, it can permit actions that are fundamentally prohibited or haram. Based on the considerations of maqasid sharia, prioritizing walimatul 'urs in this context is deemed more appropriate than prioritizing the marriage contract.
Pembuatan bak sampah dalam meningkatkan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih di SDN 1 Padamara Supratman, Supratman; Mahendra, Yusril Ihza; Maulina, Nurul; Diniarti, Eti; Lestari, Ayu; Hayatunnisah, Hayatunnisah; Hadijah, Siti; Hidayanti, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27273

Abstract

AbstrakPendidikan yang menekankan kesadaran lingkungan sangatlah penting, khususnya di tingkat sekolah dasar. SDN 1 Padamara menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah karena fasilitas pembuangan yang tidak memadai sehingga menimbulkan penumpukan sampah yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan siswa. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah melalui pembangunan tempat sampah berbahan batu bata yang juga berfungsi sebagai insinerator. Metodologi yang digunakan meliputi survei penilaian kebutuhan, pendekatan partisipatif, dan praktik konstruksi berkelanjutan. Hasil survei menunjukkan kebutuhan mendesak akan fasilitas pembuangan limbah yang memadai, dan keterlibatan komunitas sekolah dalam proses pembangunan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif. Tempat sampah tersebut, dibuat dari batu bata merah yang tidak diplester, dirancang untuk tahan terhadap suhu tinggi dan beroperasi secara efisien, sehingga memfasilitasi pengelolaan sampah yang lebih baik. Oleh karena itu, SDN 1 Padamara diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan serta mendorong lebih lanjut program pendidikan yang berfokus pada daur ulang. Kata kunci: pengelolaan sampah; tempat sampah; kesadaran lingkungan AbstractEducation emphasizing environmental awareness is critical, particularly at the elementary school level. SDN 1 Padamara faces significant challenges in waste management due to insufficient disposal facilities, resulting in waste accumulation that negatively impacts student health and comfort. This project aims to enhance the cleanliness of the school environment through the construction of waste bins made from bricks that also function as incinerators. The methodologies employed include needs assessment surveys, participatory approaches, and sustainable construction practices. Survey results indicate an urgent need for adequate waste disposal facilities, and the involvement of the school community in the construction process fosters a collective sense of responsibility. The bins, constructed from unplastered red bricks, are designed to withstand high temperatures and operate efficiently, thereby facilitating improved waste management. Consequently, SDN 1 Padamara is expected to serve as a model for effective and environmentally friendly waste management and to promote further educational programs focused on recycling Keywords: waste management; trash bin; environmental awareness