Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Diferensiasi Produk Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran pada Lahan Pemakaman Firdaus Memorial Park Entus Nuryana Ahmad
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v3i1.13035

Abstract

Produk yang memiliki diferensiasi unik dan berbeda dapat dijadikan sebagai ciri khas dari suatu perusahaan. Diferensiasi produk merupakan bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Keunggulan bersaing dimunculkan melalui berbagai penciptaan diferensiasi akan menjadi strategi terbaik untuk membentuk persepsi konsumen atas keunikan yang ditonjolkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diferensiasi produk sebagai strategi komunikasi pemasaran yang dibangun oleh Firdaus Memorial Park di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang mencoba memaparkan situasi atau peristiwa dan tidak mencoba untuk mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Firdaus Memorial Park dinilai konsisten dengan mengklaim posisinya sebagai pemakaman yang berbeda dari pemakaman komersial dari perspektif komunikasi pemasaran. Diferensiasi produk yang dibangun berdasarkan syariat islam rupanya memposisikan Firdaus Memorial Park sebagai pemakaman muslim pertama di Indonesia yang menggunakan konsep wakaf. Kemudian diperkuat dengan beberapa produk wakaf produktif yang dijalankan demi kemaslahatan umat muslim.
STRATEGI KREATIF IKLAN AQUA VERSI “BUTUH LIBURAN? BELI #AQUADULU” Ahmad, Entus Nuryana; Hana Siregar, Marakhilda Namora
JURNAL SIGNAL Vol 13 No 1 (2025): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi kreatif sangat penting untuk periklanan. Ini menarik perhatian audiens yang lebih besar dan membantu merek membedakan diri dari pesaing. Kemampuan untuk menghasilkan ide kreatif adalah salah satu karakteristik strategi kreatif. Ini biasanya menggunakan metode yang tidak biasa untuk menyampaikan pesan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana elemen semiotik dalam iklan berkontribusi pada strategi kreatif untuk pesan iklan. Dalam penelitian ini, peneliti akan memfokuskan analisis semiotika pada strategi kreatif pesan iklan Aqua versi “Butuh Liburan? Beli #AQUADulu”, yang menggunakan selebriti atau tokoh terkenal, serta sisi komersial iklan tersebut. Penelitian ini menggunakan semiotika Pierce yang berusaha melihat tanda (representament) sebagai bagian integral dari objek referensinya dan pemahaman subjek tentang tanda (interpretant). Model triadik Pierce menunjukkan tiga komponen utama yang membentuk tanda: representamen, objek, dan interpretan. Hasil penelitian menunjukkan Ironi dan komedi menjadi bagian penting dari strategi iklan kreatif karena membantu membuat pesan yang ringan dan mudah diingat. Penelitian ini juga menemukan bahwa iklan ini terkait dengan budaya lokal Indonesia karena mencerminkan nilai kebersamaan, penerimaan apa adanya, dan penggunaan humor sebagai cara untuk mengatasi tantangan. pendekatan iklan ini berhasil menciptakan ikatan emosional yang mendalam dengan audiens dengan menggunakan tanda-tanda yang relevan, narasi yang kuat, dan elemen budaya lokal.
Towards Indonesia’s 2024 : an Analysis Presidential Campaign Advertisements Ahmad, Entus Nuryana; Maha Rani, Ni Luh Ratih; Budiyanti, Elisa
KOMUNIKA Vol 6 No 2 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/komunika.v6i2.20724

Abstract

Social media has become a weapon to gain public sympathy in the 2024 presidential election. It cannot be denied that votes on social media have great potential for presidential and vice presidential candidates to gain popularity. Each pair of presidential candidates uses many ways to carry out political communication, one of which is via YouTube. Every message created by each potential leader certainly has meaning. Some symbols and signs contain messages from the presidential and vice presidential candidates. This message usually describes the candidate's image according to their character and the vision and mission they want to build. This research aims to analyze the signs in the political advertisements of Anis-Imin, Prabowo-Gibran, and Ganjar-Mahfud. This qualitative research uses semiotic analysis. The objects in this research are advertisements for the three Indonesian presidential and vice presidential candidates in 2024. The advertisements for the three presidential and vice presidential candidates have their characteristics. The other signs that appear in the three advertisements have similarities and differences. Advertisements for presidential and vice presidential candidates number 1 and 2 are more comprehensive in discussing various issues. Meanwhile, the ad for presidential candidate vice presidential candidate number 3 tends to be packaged more simply.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pemasaran Digital Marketing dan Fotografi PKK Padukuhan Karanglo Sedayu Bantul Asrima, Nuri Pari Julia; Nabila, Silvi; Karindra, Evrilya Deby; Wulan, Nawang; Febrianto, Faisal; Listiyani, Arfina; Andiyansari, Popi; Ahmad, Entus Nuryana; Ahmad, Syukron; Dalili, Dalili
Al-Mu'awanah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/almuawanah.v5i1.20809

Abstract

This activity, which is part of the Community Empowerment Communication (KPM) program, aims to improve the ability of PKK members who have MSME products to market their products through "Digital Marketing and Photography". The problems experienced by PKK members are the lack of understanding of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Argomulyo Sedayu to promote their products using social media by displaying good and attractive product photos, and the background of the partner members is heterogeneous so knowledge is needed in taking photos and editing product photos with a smartphone camera. The implementation method used is face-to-face training through preparation stages such as surveying activity locations, and the implementation stage which includes training in using smartphones for product photography and photo editing for making product advertisements for members of the PKK Karanglo Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta, stage monitoring and evaluation to see the effectiveness and response of participants. The results obtained from the presentation of material, training and practice have broadened the participants' insight into the use of Digital Marketing on Smartphones for product photos to create advertisements and product marketing for members of PKK Karanglo, Argomulyo Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
Simple Financial Management Training To Improve The Sustainability Of Small And Medium Enterprises In Kepuh Village, Pacarejo, Semanu, DIY Norviana, Syahida; Ariyanto, Ardi; Ahmad, Entus Nuryana; Rachmawati, Indria Desy
Abdi Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v7i2.9841

Abstract

This community service activity aims to improve the financial management capacity of MSMEs in Kepuh Hamlet, Gunungkidul through participatory training. The background of this activity is based on the finding that 85% of local MSME players still mix personal and business finances, which has the potential to hamper business development. The method used is a learning by doing approach with three main stages: interactive material presentation, hands-on practice in preparing financial reports, and participatory discussion. The evaluation results showed that 90% of participants (32 people) actively participated in all activity sessions, 85% of participants (30 people) were able to correctly make simple financial records, and 80% of participants (28 people) were able to clearly distinguish between personal and business expenses. Monitoring of implementation two weeks after the training showed that 70% of participants (25 people) consistently applied the financial recording system they had learned. This activity successfully addressed the issue of MSMEs through a practical approach that was appropriate for the characteristics in Kepuh Village.