Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Relationship Stress Level and Leprosy Reactions in Leprosy Patients at Pondoh Indramayu Health Center Purnamasari, Rina; Yasmin, Irma; Rahmah, Putri Dwi Septiani Luthfia
Nusantara Science and Technology Proceedings The 4th International Conference on Community Medicine and Medical Sciences
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4401

Abstract

Leprosy is defined as a chronic progressive granuloma disease caused by Mycobacterium leprae (M.Leprae) that affects the peripheral nerves and skin. Leprosy reactions occur in leprosy patients before, during, and after leprosy treatment. One of the causes is stress. Stress can cause changes in immune responses that lead to leprosy reactions. The purpose of this research was to find out the relationship stress level and leprosy reactions in leprosy patients at Pondoh Indramayu Health Center. This research used an observational quantitative with cross sectional method. The sample in this research includes 49 leprosy reaction patients at the Pondoh Indramayu Health Center. Samples were taken by consecutive sampling methods based on inclusion criteria. The research period was November-December 2023 and the data were processed with the gamma correlation test. From the results of the gamma correlation test, there is a significant relationship between stress levels and leprosy reactions in leprosy patients at the Pondoh Indramayu Health Center.
Hubungan Penggunaan Bedak Padat dan Bedak Tabur dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang Nurmaulita, Zahra Eka; Yasmin, Irma; Widianingrum, Rifka
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i2.24033

Abstract

Acne vulgaris adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh inflamasi kronis. pada folikel pilosebasea. Beberapa faktor lain yang dapat mencetuskan acne vulgaris yaitu hormonal, genetik, diet, stres, kosmetik, suhu/iklim, dan obat-obatan. Kosmetik adalah produk yang paling sering digunakan oleh perempuan salah satunya adalah bedak. Prevalensi kejadian acne vulgaris pada penggunaan bedak paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara penggunaan bedak padat dan bedak tabur dengan kejadian acne vulgaris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel yang digunakan teknik consecutive sampling sebanyak 66 responden, diambil melalui data kuesioner serta observasi dengan pemeriksaan fisik. Uji statistik yang digunakan uji chi-square. Dalam penelitian ini nilai p value untuk bedak padat dengan kejadian acne vulgaris menunjukkan nilai 0,635 dan untuk bedak tabur dengan kejadian acne vulgaris menunjukkan nilai p value 0,635. Nilai signifikansi dari hubungan tersebut adalah 0,635 (0,05). Tidak terdapat hubungan penggunaan bedak padat dengan kejadian acne vulgaris dan tidak terdapat hubungan penggunaan bedak tabur dengan kejadian acne vulgaris.Kata kunci: acne vulgaris, bedak padat, bedak tabur
Hubungan Kualitas Tidur Dan Status Gizi Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Siswa Pubertas Kelas VIII DI SMP N 1 Wedarijaksa Syaharani, Thania Najma; Yasmin, Irma; Joharlina, Lourensya Bertha
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i10.19524

Abstract

Akne vulgaris masih menjadi masalah kecantikan wajah yang sering dikeluhkan dan umumnya terjadi pada masa pubertas. Akne vulgaris timbul karena faktor kualitas tidur dan status gizi. Agar lebih memperhatikan perawatan kulitnya, diperlukan pemahaman mengenai hubungan antara kualitas tidur dan status gizi terhadap kejadian akne vulgaris. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan status gizi terhadap kejadian akne vulgaris pada siswa pubertas kelas VIII Di SMP N 1 Wedarijaksa. Penelitian dilakukan pada Mei-Desember 2024, dengan jenis penelitian kuantitatif desain observasional analitik cross-sectional. Sampel penelitian merupakan siswa pubertas kelas VIII yang dipilih melalui simple random sampling dan didapatkan sampel inklusi 109 responden. Teknik analisis data dengan uji koefisien kontingensi, berhubungan jika p<0,05. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa usia pubertas berhubungan dengan akne vulgaris (p 0,001 < 0,05). Hasil menunjukkan adanya hubungan kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris nilai p (0,00) < 0,05, dengan kekuatan hubungan sedang (r = 0,45), serta tidak ditemukan hubungan antara status gizi dengan akne vulgaris (nilai p (0,339) > 0,05). Pada penelitian ini juga menilai tentang lama penggunaan handphone, yang didapatkan hasilnya berpengaruh terhadap kualitas tidur pada kejadian acne vulgaris, dengan p (0,001) < 0,05.