Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ALTERNATIF PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN AYAM MENGGUNAKAN BLACK SOLDIER FLY (BSF) Kristanti, Victoria Anggun; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.64

Abstract

Limbah kotoran ayam merupakan limbah organik yang dapat menjadi sumber pencemar bagi lingkungan jika tidak diolah sebelum dibuang ke lingkungan. Pengolahan yang ditawarkan untuk mengatasinya adalah dengan proses biokonversi, yaitu perombakan limbah organik dengan proses fermentasi yang dilakukan oleh makhluk hidup, salah satunya adalah larva Black Soldier Fly (BSF). Penelitian bertujuan untuk mengetahui besar reduksi yang dapat dilakukan oleh larva BSF dalam mengolah limbah kotoran ayam dengan variasi bioaktivator dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) dan modifikasi laju umpan beserta pengaruhnya terhadap pertumbuhan larva BSF dan kandungan pada larva BSF. Hasil reduksi yang optimal pada limbah kotoran ayam tanpa bioaktivator 66,7%, dengan MOL Nasi 60%, MOL Nanas 62,2%, MOL Pepaya 62,2%, dan EM4 66,7%. Pertambahan panjang larva BSF rata-rata 0,7 cm dan pertambahan berat rata-rata 0,4 gr. Kandungan larva BSF yang terbaik untuk diberikan sebagai pakan ayam ras petelur II menurut SNI adalah larva BSF dengan pemberian limbah kotoran ayam tanpa variasi.
EVALUASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PENGGUNAAN BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI AGROINDUSTRI PAKAN TERNAK SURABAYA Rasyidin, Muhammad Yusuf; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.66

Abstract

Agroindustri Pakan Ternak Surabaya merupakan industri besar dalam bidang penghasil pakan ternak yang menjamin kualitas pakan dari awal proses bahan hingga pengemasan. Proses penggunaan bahan kimia untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Penerapan SMK3 perlu dilakukan evaluasi dalam pengendalian bahan kimia berbahaya. Metode identifikasi yang digunakan bertujuan untuk menerapkan SMK3 menurut PP RI No. 50 Tahun 2012 pada Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya karena perusahaan masih menerapkan Kepmenaker No. Kep.187/MEN/1999. Hasil evaluasi beralaskan PP RI No. 50 Tahun 2012 bahwa perusahaan hanya memenuhi 2 sub-kriteria yaitu terdapat lembar data keselamatan bahan dan rambu-rambu keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga perusahaan masih membenahi 3 sub-kriteria lagi dalam penerapan SMK3
ANALISIS EMISI KARBONDIOKSIDA DITINJAU DARI PENGGUNAAN KENDARAAN BERBASIS APLIKASI DI KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA (STUDI KASUS MASA PANDEMI COVID – 19) Zarin Raffinet, Zarin; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.67

Abstract

Kendaraan bermotor yang sering digunakan dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui emisi CO2 dan persentase minat pengguna kendaraan yang ingin beralih ke kendaraan berbasis online sehingga dapat diketahui penurunan beban emisi CO2. Metode penelitian ini menggunakan persamaan Mobile 6 dan wawancara terhadap 59 pengguna kendaraan. Hasil total emisi CO2 di Kecamatan Sukolilo sebesar9.087.284,469 kg/tahun. Perubahan emisi CO2 dari kendaraan pribadi ke sepeda motor online dan mobil online sebesar 17,01 (1.528.256,816 ton CO2/tahun) dan 14,9% (1.341.380,027 ton CO2/tahun). Pemilihan sepeda motor online memiliki satu faktor yang paling berpengaruh yaitu kemacetan lalu lintas. Sedangkan untuk pemilihan mobil online dipengaruhi oleh 2 faktor yang signifikan yaitu faktor keterbatasan tempat parkir dan lebih nyaman untuk perjalanan.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT PT. AMBICO SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BIBIT PORANG Fadillah, Muhammad; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v3i1.68

Abstract

Ambico merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pangan dengan bahan baku utama dari umbi porang. Tentunya hal ini akan berdampak negatif apabila peningkatan produksi yang cukup tinggi tidak diiringi dengan pemanfaatan limbah sludge yang dihasilkan. Oleh karena itu pemanfaatan sludge dan tanah hasil pencucian umbi porang sangatlah diperlukan untuk dimanfaatkan kembali sebagai campuran media tanam terhadap laju pertumbuhan bibit porang. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan komposisi media tanam dari proses pembibitan. Selama proses tersebut dilakukan pengukuran tinggi porang, diameter porang dan uji analisa unsur hara di akhir penelitian (minggu ke-10). Adapun parameter yang diuji terdiri dari pH, N-Total, phosfor, Kalium, C-organik, dan rasio C/N. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi yang optimal antara rasio sludge dan tanah hasil pencucian umbi (½:1, 1:1, 1 ½:1 dan 2:1) serta variasi pemberian volume penyiraman air (150 ml, 300 ml, dan 600ml) terhadap laju pertumbuhan bibit porang hingga minggu ke-10. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor S1-P3 mengalami pertumbuhan tinggi dan diameter porang terbaik diantara komposisi sludge dan tanah hasil pencucian umbi lainnya. Sementara pada kontrol, reaktor K3-P3 mengalami proses pertumbuhan terbaik ditinjau dari segi tinggi, diameter dan kandungan unsur haranya.
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA PENGURANGAN SAMPAH DI KELURAHAN PANARUNG KECAMATAN PAHANDUT, KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN METODE DAUR ULANG SAMPAH Tiong, Rexy Ronaldo; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.73

Abstract

Kelurahan Panarung RW. XIV mempunyai keterbatasan dalam pengelolaan sampah, hal ini disebabkan karena sarana dan prasarana yang tidak memadai serta kurangnya kesadaran dari masyarakat setempat. Sampah yang mendominasi yaitu sampah organik, seperti sisa makanan dan dedaunan, sampah plastik dan juga sampah kertas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami apa yang menjadi faktor pendorong dalam kegiatan pengelolaan sampah dan juga tingkat keperdulian masyarakat di Kelurahan Panarung RW. XIV terhadap kualitas lingkungan sendiri. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan analisa korelasi menggunakan software minitab. Hasil penelitian yang didapatkan untuk timbulan sampah sebelum dilakukan pemilahan yaitu dengan total sebesar 303,5 kg, setelah dilakukannya pemilahan timbulan sampah berkurang menjadi sebesar 185,55 kg. Total dari pemilahan tersebut didapatkan persentase reduksi sampah dengan rata-rata sebesar 38,86 %.
PENGOLAHAN LINDI (LEACHATE) MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) DENGAN PROSES OXIC-ANOXIC Rozika, Dwi Iswatul; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.86

Abstract

Lindi (leachate) merupakan salah satu limbah yang berbahaya apabila dibuang langsung ke badan air dan tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan biologis, seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). MBBR merupakan pengolahan yang menggunakan media sebagai tempat melekatnya mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan reaktor MBBR dengan menggunakan proses oxic-anoxic dalam menurunkan parameter COD, BOD, NH3-N. Variasi yang digunakan pada penelitian ini ada tiga yaitu, variasi media, volume media, dan waktu tinggal. Media yang digunakan pada penelitian ini adalah kaldnes K5 dan spons (biocube) dengan volume 25%, 35%, dan 45%. Waktu tinggal yang digunakan pada penelitian ini yaitu 6 jam (oxic 4 jam – anoxic 2 jam), 8 jam (oxic 5 jam – anoxic 3 jam), 11 jam (oxic 7 jam – anoxic 4 jam), 17 jam (oxic 10 jam – anoxic 7 jam), dan 33 jam (oxic 20 jam – anoxic 13 jam). Hasil yang paling optimum pada waktu tinggal 33 jam (oxic 20 jam – anoxic 13 jam) menggunakan media spons (biocube) dengan volume 45% dengan hasil yang didapat untuk COD sebesar 85%, BOD sebesar 90%, dan NH3-N sebesar 84%.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BENGKEL DENGAN MENGGUNAKAN GREASE TRAP DAN FITOREMEDIASI Wijayanti, Fitria Dwi; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.87

Abstract

Limbah cair bengkel memiliki kandungan minyak lemak, COD dan BOD. Maka dari itu perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut agar limbah ini tidak berbahaya bagi lingkungan jika akan dibuang ke badan air. Salah satu pengolahan untuk mengolah minyak lemak adalah dengan menggunakan alat grease trap. Sedangkan untuk mengolah COD dan BOD dapat menggunakan fitoremediasi. Beberapa tanaman yang dinilai mampu untuk menurunkan kadar COD dan BOD adalah eceng gondok dan kayu apu. Pada penelitian kali ini digunakan pengolahan dengan grease trap dan dilanjutkan dengan fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok dan kayu apu. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pada variasi waktu sampling 9 jam di grease trap dapat menurunkan minyak lemak sebesar 84,62%. Untuk pengolahan dengan fitoremediasi didapatkan bahwa tanaman eceng gondok lebih mampu menurunkan COD dan BOD daripada kayu apu. Pada penelitian ini didapatkan yang paling efektif adalah variasi waktu sampling 25 hari, pada reaktor dengan eceng gondok 10 batang mampu menurunkan COD sebesar 77,82% dan BOD sebesar 83,68% sedangkan pada reaktor dengan kayu apu 10 batang mampu menurunkan COD sebesar 74,48% dan BOD sebesar 67,22%.
PENURUNAN KADAR DETERGEN (LAS) DAN FOSFAT DENGAN METODE BIOFILTER AEROB-ANAEROB DAN ANAEROB-AEROB Mirandri, Syafiyyah Dzikra; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.39

Abstract

Limbah laundry identik dengan pencemar bahan organik berupa detergen (LAS) dan fosfat, apabila bahan tersebut dibuang langsung ke lingkungan dan terakumulasi akan menimbulkan fenomena eutrofikasi. Biofilter merupakan pengolahan biologis dengan bakteri biakan melekat, dalam prosesnya media adalah tempat melekat dan tumbuhnya bakteri. Biofilter kombinasi merupakan kombinasi proses pengolahan anaerob dengan aerob atau pun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas dan optimalisasi pengolahan limbah laundry dalam menurunkan kadar detergen (LAS), dan fosfat dengan metode Biofilter kombinasi. Variabel yang diperlakukan dalam penelitian ini yaitu kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dengan biofilter anaerob-aerob dan waktu sampling (2, 4, 6, 8, dan 10 jam). Variasi kombinasi sistem biofilter aerob-anaerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,08% dan fosfat sebesar 85,39%, sistem biofilter anaerob-aerob dapat menurunkan kadar detergen (LAS) sebesar 97,19% dan fosfat sebesar 82,51%. Variabel waktu sampling menghasilkan efisiensi penurunan kadar detergen (LAS) sebesar 88,95 – 98,83%, dan fosfat sebesar 84,82 – 86,96% secara stabil.
PENURUNAN BOD, TSS DAN TOTAL-N MENGGUNAKAN MIKROORGANISME INDIGEN LIMBAH CAIR TAHU DENGAN PROSES MBBR Laksana, Dewa Gede Arya Sekar; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.41

Abstract

Industri tahu merupakan usaha yang didirikan untuk pengembangan kegiatan di bidang bagian pangan yang menghasilkan limbah cair yang dapat menimbulkan pencemaran sehingga merusak lingkungan. Salah satu pengolahan biologis yang bisa digunakan yaitu Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) dengan memanfaatkan mikroorganisme indigen pada limbah cair tahu. Proses MBBR pada prinsipnya adalah proses lumpur aktif yang di kembangakan dengan penambahan media yang bergerak dan aerasi pada reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja MBBR dalam menurunkan kandungan BOD, TSS dan Total N pada air limbah cair tahu. Media yang digunakan adalah media spoon. Variasi debit udara yang digunakan yaitu 3, 3.5, 6, 7 dan 9 L/min. Variasi selanjutnya adalah waktu sampling yang dimulai dari 0, 6, 8, 12 dan 16 jam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan MBBR dan mikroorganisme indigen paling optimum yaitu pada pada variasi debit udara 3.5 L/min pada waktu sampling 16 jam. Reaktor MBBR mampu menurunkan BOD sebesar 85%, TSS sebesar 91% dan Total N sebesar 83.2%.
PENURUNAN KADAR COD, TSS, DAN AMMONIA TOTAL (NH3-N) PADA AIR LIMBAH PEMOTONGAN PUYUH DENGAN MENGGUNAKAN BIOFILTER ANAEROB-AEROB Aristiana, Titin; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.14

Abstract

Pengolahan air limbah pemotongan unggas dilakukan secara biologis, karena pengolahan biologis mampu menurunkan beban organik dengan baik. Pengolahan biologis berbagai macam jenis, salah satunya yaitu Biofilter Anaerob-Aerob. Biofilter Anaerob-Aerob merupakan pengolahan kombinasi antara pengolahan anaerob dan pengolahan aerob. Biofilter Anaerob-Aerob pengolahan biologis dengan bakteri melekat, sehingga membutuhkan media sebagai tempat tumbuh dan berkembang mikroorganisme. Tujuan dari pengolahan ini yaitu mengetahui efektifitas penurunan COD, TSS, dan Ammonia Total (NH3-N) dalam meremoval beban organik pada air limbah pemotongan unggas. Variabel bebas yang digunakan pada penelitian ini yaitu media, debit, dan waktu sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa jenis media sarang tawon merupakan media yang terbaik dalam menurunkan kadar COD, TSS dan Ammonia Total (NH3-N). Efisiensi penurunan kadar COD, TSS, dan Ammonia Total (NH3-N) pada media sarang tawon sebesar 90%; 82%; dan 65%.