Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENURUNAN KANDUNGAN POLUTAN PADA AIR LIMBAH INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR (MBBR) Alisa, Nadhira; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.9

Abstract

Saat ini usaha home industry tempe sedang berkembang. Limbah yang dihasilkan dari industri tempe akan menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan. Pengolahan air limbah industri tempe dapat dilakukan dengan cara pengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan organik pada air limbah. Salah satu pengolahan biologis yang dapat digunakan yaitu proses Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Proses MBBR pada prinsipnya adalah proses lumpur aktif yang ditingkatkan dengan adanya penambahan media yang bergerak dan aerasi pada reaktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja MBBR dalam menurunkan kandungan COD, BOD5, TSS, NH3, dan PO4 pada air limbah tempe. Media yang digunakan adalah Kaldnes K1 dengan variasi jumlah media yaitu tanpa media (0%), 20%, dan 40%. Variasi selanjutnya adalah aerator yaitu aerator gelembung kasar dan aerator gelembung halus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan MBBR paling optimum pada variasi media 40% dan aerator gelembung halus di waktu sampling 8 jam. Reaktor MBBR mampu menurunkan COD sebesar 87.89%, BOD5 sebesar 86.91%, TSS sebesar 85.63%, NH3 sebesar 87.98%, dan PO4 sebesar 82.93%.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KENTANG SEBAGAI PENGISI (FILLER) PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE Nurlaila, Fahmi; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i1.1

Abstract

Plastik konvensional yang sulit didegradasi karena mencemari lingkungan sehingga diperlukan plastik ramah lingkungan (biodegradable) dari bahan yang mengandung polimer alami (pati), seperti dari kulit kentang. Dengan penambahan kitosan sebagai penguat, gliserol sebagai plasticizer dan CMC sebagai stabilizer untuk meningkatkan kualitas. Hasil penelitian terbaik plastik biodegradable secara visual (warna dan tekstur) pada komposisi kitosan : pati kulit kentang ( 5 : 5) dan gliserol 5 mL, namun untuk elastisitas visual terbaik gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr. Untuk hasil uji biodegradasi komposisi optimum dengan pati 10 gr (kitosan 0 gr), gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr yaitu sebesar 29,23% selama 9 hari. Untuk hasil uji kelarutan air dengan pengadukkan komposisi optimum pati 7 gr, kitosan 3 gr dan gliserol 6 mL yaitu 12 detik. Dan untuk uji kelarutan air tanpa pengadukan lapisan plastik dapat terlarut pada komposisi optimum pati 7 gr, kitosan 3 gr, gliserol 6 mL dan CMC 2,5 gr hasil yaitu saat 1-2 jam setelah dimasukan dalam air. Kedua hasil uji tersebut dikarenakan semakin tinggi komposisi gliserol dan CMC maka plastik biodegradable akan semakin cepat terdegradasi dan semakin cepat waktu terlarutnya didalam air.
Analisa Perbandingan Kualitas Air Sungai Buntung dengan Metode Qual2Kw, STORET dan Indeks Pencemar (Studi Kasus : Air Limbah Domestik dan Industri PT. X Kabupaten Sidoarjo) Mutia_20034010081; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.157

Abstract

Sungai Buntung merupakan sungai yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo yang melewati 3 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Krian, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Waru. Ketiga wilayah tersebut membawa aliran sungai yang mengandung air limbah dengan beban pencemar tinggi sehingga mengakibatkan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Adapun metode yang digunakan dalam peneitian ini yakni dengan menggunakan Metode Qual2Kw, Metode Storet, dan Indeks Pencemaran. Metode tersebut digunakan untuk mempermudah melakukan simulasi adanya perubahan kualitas air yang berada di bagian hulu hingga bagian hilir sungai. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan analisis terhadap daya dukung dan daya tampung beban pencemar parameter Temperatur, TSS, pH, DO, BOD, Phytoplankton, dan NH3-N. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air, rata-rata yang didapatkan yakni untuk temperatur sebesar 29,5°C, TSS sebesar 20,88 mg/L, DO sebesar 6,5 mg/L, BOD sebesar 25 mg/L, pH sebesar 7,9, dan untuk NH3 sebesar 420 mg/L. Berdasarkan metode STORET diperoleh bahwa parameter TSS, BOD5, DO, NH3-N berturut-turut mempunyai skor 0; -6; 0; dan -6 sehingga kualifikasi mutu airnya dinyatakan untuk parameter TSS dan DO tergolong kelas I adalah memenuhi baku mutu, sedangkan untuk parameter BOD5 dan NH3-N tergolong kelas II adalah tercemar ringan.
Analisis Hubungan Kualitas Udara Ambien antar Tiga Area di PT. X menggunakan Perangkat Lunak IBM SPSS 23 Adinda Rahmatanti; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.165

Abstract

PT. X merupakan suatu industri yang menghasilkan limbah gas dalam kegiatan operasionalnya. Limbah gas yang dihasilkan PT. X mempengaruhi kualitas udara ambien area PT. X. Kualitas udara ambien perlu diketahui agar dapat disesuaikan dengan baku mutu. Pengujian kualitas udara ambien dilakukan agar parameter pencemar yang terkandung dapat diketahui. Pengujian dilakukan dengan menggunakan sampel dari tiga area di PT. X, antara lain area depan main office, area depan gudang sparepart, dan area depan office powder. Penelitian ini bertujuan untuk mengethaui hubungan kualitas udara ambien antar ketiga area dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 23 untuk mengolah dan menganalisis data. Dari analisis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa hubungan antara kualitas udara ambien area depan main offcie dan area depan gudang sparepart dengan area depan office powder memiliki korelasi yang kuat dan regresi yang saling mempengaruhi.
Rencana Pengelolaan Limbah B3 Pada Industri Makanan Laut Nurhayati, Radityazty Dahayu; Purnomo, Yayok Suryo
Envirous Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v4i1.178

Abstract

Industri makanan laut mengalami peningkatan pesat dalam laju produksi menngingat negara Indonesia adalah negara maritim. Dengan pesatnya laju produksi dampak yang dihasilkan dari produksi tersebut juga kian meningkat. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah semakin banyaknya limbah yang dihasilkan. Salah satu limbah yang dihasilkan adalah Limbah B3 (Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah B3 yang dihasilkan oleh industri makanan laut dimulai dari proses produksi hingga pengoperasian mesin dengan jenis dan karakteristik limbah yang berbeda-beda. Dengan kondisi yang seperti itu maka penelitian kali ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Limbah B3 secara deskriptif berdasarkan data timbulan Limbah B3 yang dihasilkan. Data timbulan Limbah B3 ini nantinya akan digunakan untuk mecari solusi dari semakin meningkatnya hasil Limbah B3 yang dihasilkan. Data timbulan Limbah B3 yang dihasilkan yaitu oli bekas (26,7 kg/hari), aki kering bekas (2 kg/hari), filter bekas (0,33 kg/hari), lampu bekas (0,033 kg/hari), kemasan bekas (2,07 kg.hari). Hasil penelitian ini juga akan menghasilkan rekomendasi dimensi serta volume TPS Limbah B3 yang nantinya akan diproyeksikan dalam gambar 2D melalui software Autocad.
Performance of Aeration for Iron and Manganese Removal in Contaminated Well Water Awang Pambagya Manggar Ingtyas; Farahdiba, Aulia Ulfah; Purnomo, Yayok Suryo
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i3.798

Abstract

Groundwater from dug wells is an important source for rural communities, but it often contains contaminants that exceed quality standards. One of the main problems is the high levels of iron (Fe) and manganese (Mn), which degrade water quality and pose health risks. This study aimed to evaluate the effectiveness of the aeration process in reducing Fe and Mn levels in contaminated well water. The experiment was conducted using a 20 L aeration tank with a contact time of 120 minutes. The water samples were analysed in an accredited laboratory before and after treatment. The results showed that aeration reduced Fe concentration from 1.03 mg/L to 0.50 mg/L (51% removal efficiency) and Mn from 5.86 mg/L to 1.85 mg/L (68% removal efficiency). Although the reductions were significant, the final concentrations of Fe and Mn still exceeded the quality standards set by Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023 (Fe = 0.2 mg/L; Mn = 0.1 mg/L). These findings indicate that aeration is effective as a low-cost and straightforward pretreatment for healthy water, but additional processes such as filtration or adsorption are required to achieve safe drinking water quality. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 6: Clean Water and Sanitation and SDG 3: Good Health and Well-beingSDG 11: Sustainable Cities and Communities